Peran Generasi Muda dalam Memperkuat Kemerdekaan Indonesia
Indonesia kini semakin dikenal sebagai negara yang memiliki banyak generasi muda yang aktif berkontribusi dalam membangun bangsa. Salah satu cara mereka melakukannya adalah dengan menggunakan ruang digital untuk menyebarkan ide, kreativitas, dan kepedulian. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga ikut menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.
Salah satu contoh nyata dari semangat tersebut adalah Jerhemy Owen, seorang pemerhati lingkungan yang aktif mengajak masyarakat lebih peduli terhadap alam. Menurutnya, upaya pelestarian alam membutuhkan partisipasi dari banyak pihak. Oleh karena itu, dia memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk membangun komunikasi dengan komunitas dan mengajak mereka berpartisipasi dalam berbagai inisiatif bersama masyarakat, pemerintah, serta organisasi terkait.
Owen percaya bahwa isu lingkungan harus dikemas dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat, terutama generasi muda. Ia menilai bahwa masalah seperti polusi, banjir, dan sampah bisa menjadi pintu masuk untuk membuat isu lingkungan lebih relevan bagi publik.
“Karena ada masalah (lingkungan), artinya potensinya pun juga besar untuk kita perbaiki, untuk kita ambil peran supaya kita bisa memajukan Indonesia, membuat Indonesia menjadi lebih indah lagi secara alamnya,” ujar Owen dalam sebuah konferensi pers.
Dalam membuat konten, Owen menghindari penggunaan istilah yang terlalu rumit. Ia juga memanfaatkan tren seperti olahraga dan gaya hidup agar pesan lingkungan tidak terasa berat bagi penonton media sosial. Tujuannya adalah untuk mengedukasi orang-orang Indonesia dengan bahasa-bahasa yang mudah, sehingga mereka lebih aware, lebih mengerti, dan lebih relate terhadap lingkungan.
Kepedulian Lingkungan dan Inovasi Digital
Pendekatan Owen ini telah memberikan dampak yang signifikan. Respons audiens mulai terlihat dari ketertarikan masyarakat terhadap isu lingkungan. Owen berharap, di usia kemerdekaan Indonesia ke-81 tahun ini, semakin banyak anak muda yang tertarik pada isu lingkungan. Ia berharap, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, muncul lebih banyak orang yang memiliki kepedulian dan inisiatif untuk menjaga lingkungan.
“Gimana cara kita tetap bersatu, saling dukung, dan gotong royong (peduli dengan lingkungan) sampai akhirnya kita bisa terus menjadi bangsa yang lebih maju,” tegas Owen.
Tidak hanya lingkungan, kemerdekaan juga digaungkan oleh generasi muda lewat seni budaya. Salah satunya adalah Elsa Novia, seorang kreator yang fokus pada sejarah dan budaya komunitas Tionghoa-Indonesia, khususnya Peranakan Tionghoa dan Cina Benteng. Lulusan Ilmu Gizi ini awalnya membuat konten di TikTok dengan berbagai topik, mulai dari memasak hingga kesehatan. Namun, fokus kontennya berubah setelah video tentang tradisi peringatan satu tahun wafat sang nenek menurut adat Tionghoa mendapat sambutan luas dari masyarakat.
Sejak saat itu, Elsa memutuskan untuk mengangkat sejarah dan budaya Tionghoa-Indonesia dengan gaya bercerita yang ringan dan menarik bagi generasi muda. Untuk memastikan akurasi dari setiap cerita yang ia bagikan, Elsa melakukan riset dari berbagai sumber, mulai dari buku dan jurnal hingga berdiskusi dengan budayawan Peranakan seperti Oey Tjin Eng, Udaya Halim, dan Hendra Lim.
Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi
Pengalaman Elsa mengikuti program pertukaran pelajar di Taiwan juga memperluas perspektifnya terhadap sejarah dan budaya Tionghoa, yang turut membentuk cara ia mengemas konten. Salah satu hasilnya terlihat dari video Elsa yang mengangkat makam Kapitan Tionghoa di Tangerang. Video ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat dan media, tapi juga Pemerintah Kota Tangerang yang mengusulkan agar makam tersebut ditetapkan sebagai situs cagar budaya.
Respons positif yang diterima Elsa juga menunjukkan ketertarikan masyarakat untuk mengenal langsung lokasi dan sejarah yang dia ceritakan melalui konten. Bersama sang ayah, Elsa mengembangkan Benteng Walking Tour, sebuah tur budaya dengan dua format perjalanan, yaitu Walking Tour dengan berjalan kaki dan City Tour menggunakan kendaraan.
Selain lewat lingkungan dan seni budaya, makna kemerdekaan juga tak luput dari pemberdayaan ekonomi desa. Salah satunya adalah Hendri Alejandro, kreator affiliate TikTok Shop by Tokopedia, entrepreneur, sekaligus pendiri Ibun Mall, akun TikTok yang telah berkembang menjadi komunitas yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di Desa Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Berawal dari pengamatannya terhadap banyak warga desa yang menjalankan industri rumahan perlengkapan bayi, Hendri menyadari bahwa tantangan utama mereka bukan pada kemampuan produksi, melainkan keterbatasan akses untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Berbekal pengalaman dan pengetahuan di bidang digital, Hendri pun tergerak untuk membantu warga sekitar memasarkan produk mereka melalui berbagai kanal digital, termasuk TikTok Shop by Tokopedia.



