Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Universitas Paramadina dan IPB University Mengeksplorasi Paradigma GDP dan Agenda Degrowth Ekonomi
Ekonomi

Universitas Paramadina dan IPB University Mengeksplorasi Paradigma GDP dan Agenda Degrowth Ekonomi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kolaborasi Akademisi dalam Diskusi Buku “Menggali Paradigma GDP-Oriented”

Universitas Paramadina bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menggelar diskusi dan bedah buku berjudul “Menggali Paradigma GDP-Oriented: Agenda Degrowth dalam Ekonomi Politik Indonesia” pada Kamis, 20 Agustus 2026. Acara ini diadakan secara hybrid, baik di Auditorium TP Rachmat Universitas Paramadina maupun melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan ekonom untuk mengevaluasi kembali arah pembangunan ekonomi Indonesia.

Diskusi tersebut menghadirkan beberapa tokoh penting seperti Prof. Didin S. Damanhuri sebagai penulis buku sekaligus Ekonom Senior INDEF, Prof. Fachry Ali selaku penulis pengantar dan editor, Prof. Bambang Juanda, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, serta Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS. Pemoderasi diskusi adalah Wijayanto Samirin.

Mewakili Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Harry T.Y. Achsan menyampaikan bahwa buku karya Prof. Didin tetap penting untuk dipelajari karena menyuguhkan perspektif kritis terhadap paradigma pembangunan yang berfokus pada GDP.

“Buku ekonomi politik oleh Prof. Didin ini mengangkat ide pentingnya meninjau kembali paradigma pembangunan yang berorientasi pada GDP, serta signifikansi pendekatan degrowth yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis,” kata Dr. Harry. Dia menambahkan bahwa buku ini juga menekankan pentingnya penguatan struktur ekonomi nasional, pemerataan, dan kekuatan ekonomi lokal Indonesia.

Dr. Harry juga menyebutkan bahwa diskusi mengenai buku ini sudah diadakan beberapa kali, karena isu yang diangkat masih relevan dengan kondisi ekonomi dan pembangunan Indonesia saat ini.

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Diukur dari GDP

Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet menilai buku Prof. Didin mengajak masyarakat untuk kembali mempertanyakan tujuan pembangunan. Ia berpandangan bahwa selama ini keberhasilan pembangunan cenderung diukur dengan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sementara dampaknya terhadap pemerataan dan lingkungan sering kali diabaikan.

“Saya selalu terkesan dengan karya ekonom politik Prof. Didin, karena buku tersebut mengajak kita untuk berhenti sejenak dan bertanya lagi untuk apa dan untuk siapa pembangunan ini dilakukan,” ungkap Dr. Alim. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang pesat dapat menyebabkan ketimpangan dan kerusakan lingkungan apabila tidak diimbangi dengan pemerataan.

Oleh karena itu, paradigma pembangunan perlu diarahkan pada pertumbuhan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dr. Alim juga menjelaskan berbagai praktik yang diterapkan IPB University untuk menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan dan keberlanjutan lingkungan.

“Salah satu contohnya adalah pengembangan peternakan ramah lingkungan serta program One Village One CEO yang menempatkan mahasiswa dan alumni sebagai CEO desa untuk membantu membuka akses teknologi, pasar, dan pembiayaan bagi masyarakat desa.” Ia menyebutkan program tersebut sudah hadir di lebih dari 1.400 desa dan membantu penyerapan lebih dari 9.500 tenaga kerja.

Degrowth Bukan Berarti Anti-Pertumbuhan

Dalam paparannya, Prof. Didin S. Damanhuri menegaskan bahwa konsep degrowth tidak seharusnya dipahami dengan cara sederhana sebagai gerakan anti-pertumbuhan. Ia menjelaskan bahwa kritik terhadap GDP-oriented lebih ditujukan kepada model pertumbuhan yang mengedepankan angka tinggi tanpa mempertimbangkan pemerataan, aspek sosial, dan keberlanjutan ekologis.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?