Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»10 Contoh Laporan Perjalanan Wisata Jambi dengan Kalimat Efektif dan Metafora
Pariwisata

10 Contoh Laporan Perjalanan Wisata Jambi dengan Kalimat Efektif dan Metafora

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 August 2026No Comments6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Laporan Perjalanan ke Candi Muaro Jambi

Pada awal bulan Juni, saat embun masih membasahi dedaunan dan udara terasa sejuk menyapa bumi, aku bersama kedua orang tuaku berangkat menuju Kompleks Candi Muaro Jambi, saksi bisu kejayaan masa lampau yang berdiri tenang di tepi Sungai Batanghari. Perjalanan ini kami lakukan untuk mengisi libur sekolah sekaligus menyaksikan langsung peninggalan peradaban kuno yang namanya terukir bagai emas di lembaran sejarah tanah Jambi.

Kami menempuh perjalanan menggunakan kendaraan pribadi yang melaju tenang menyusuri jalan berkelok bagai aliran sungai yang terus mengalir menuju tujuannya. Perjalanan dari pusat kota Jambi memakan waktu sekitar tiga puluh menit dengan suasana yang asri dan sejuk. Di sepanjang jalan, hamparan sawah dan pepohonan hijau berjejer rapi bagai barisan prajurit yang menyambut kedatangan kami dengan sejuk yang meneduhkan jiwa dan raga.

Sesampainya di lokasi, reruntuhan bangunan suci yang terbuat dari batu bata tampak berdiri kokoh meski diterjang ratusan tahun waktu. Candi-candi itu tampak bagai raksasa yang beristirahat dengan tenang di pelukan hutan hijau, seakan berbisik menceritakan kemegahan kerajaan yang pernah bertahta di tanah ini bagai matahari yang bersinar terang di atas langit yang bersih tanpa noda.

Kami berjalan menyusuri lorong-lorong kuno yang dikelilingi pepohonan rindang dan semak hijau yang tumbuh subur bagai kasih sayang yang tak pernah putus. Setiap tumpukan batu bata yang tersusun rapi seakan menyimpan rahasia masa lampau yang mendalam bagai dasar samudera, membuat kami berdiri terpaku memandang betapa tingginya peradaban yang pernah tumbuh dan berkembang di tanah yang diberkahi ini.

Dari tepian sungai yang mengalir tenang membelah kompleks candi, air yang jernih memantulkan bayangan pepohonan dan reruntuhan bangunan kuno bagai lukisan yang tergambar di atas permadani biru yang bergerak lembut. Angin berhembus sejuk membawa aroma tanah basah dan dedaunan, seakan mengajak kami merenungi perjalanan waktu yang terus berjalan bagai aliran sungai yang tak pernah kembali ke hulu.

Menjelang sore, saat matahari mulai turun perlahan menyinari batu-batu kuno dengan cahaya keemasan, kami berpamitan meninggalkan tempat itu dengan hati yang penuh dan pikiran yang tenang. Langkah kaki terasa ringan namun hati terasa berat meninggalkan saksi bisu masa lalu yang bagai pelita yang menerangi jalan masa depan anak cucu yang mencintai tanah air.

Candi Muaro Jambi adalah jendela masa lalu yang mengajarkan kami betapa agungnya peradaban leluhur. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya datanglah pagi hari agar udara masih sejuk dan pencahayaan mendukung pengamatan, serta kenakan alas kaki yang nyaman dan bawa air minum karena area yang luas memerlukan tenaga yang cukup untuk menjelajahinya.

Laporan Perjalanan ke Danau Sipin, Jambi

Pada pertengahan bulan Juli, aku dan kedua sahabatku melangkah beriringan menuju tepian Danau Sipin, danau cantik yang menjadi permata sekaligus penyejuk udara di tengah Kota Jambi. Perjalanan ini kami lakukan bukan sekadar untuk melepas penat, melainkan untuk menikmati keindahan air yang tenang dan jernih bagai cermin bening yang memantulkan keagungan langit biru dan pepohonan hijau di sekelilingnya.

Kami menempuh perjalanan menggunakan kendaraan umum yang melaju tenang menyusuri jalan kota yang mulus bagai permadani yang terhampar rapi. Perjalanan memakan waktu sekitar dua puluh menit dari pusat kota dengan biaya perjalanan sebesar Rp15.000 per orang. Di sepanjang jalan, pemandangan kota yang asri dan tertata rapi bagai susunan manik-manik yang indah terus menyapa pandangan mata kami dengan penuh keramahan.

Sesampainya di tepian danau, hamparan air yang luas dan berwarna biru jernih tampak bagai cermin raksasa yang memantulkan bayangan langit dan pepohonan tanpa cela sedikit pun. Angin berhembus lembut menyapu permukaan air yang beriak tipis bagai kain sutra halus yang digerakkan tangan penuh kelembutan, menciptakan pemandangan yang bagai lukisan alam yang tak tertandingi keindahannya.

Kami berjalan menyusuri jalan setapak di tepian danau yang tertata rapi dan asri bagai taman yang dibangun dengan penuh kasih sayang. Pepohonan rindang dan bunga-bunga yang bermekaran di tepian air bagai hiasan indah yang melengkapi keindahan permata biru ini, membuat siapa saja yang berkunjung merasa tenang dan bahagia bagai berada di tempat yang penuh berkah dan kedamaian.

Kami juga menaiki perahu kecil yang bergerak perlahan membelah air yang tenang bagai pisau yang membelah kain sutra halus. Dari tengah danau, pemandangan tepian yang hijau dan asri tampak semakin indah bagai pelukan hangat yang melindungi ketenangan danau dari gangguan dunia luar yang sibuk dan bising. Hati terasa damai dan bahagia bagai anak kecil yang bermain riang di pelukan kasih sayang orang tuanya.

Menjelang matahari terbenam, langit berwarna jingga memantul di permukaan air yang berkilauan bagai hamparan emas yang tersebar di atas permadani biru yang luas. Kami pulang membawa kenangan indah yang tersimpan rapi di dalam dada bagai harta berharga yang tak akan pudar dimakan waktu dan tak akan hilang dimakan zaman yang terus berjalan.

Danau Sipin sungguh menjadi permata yang menyejukkan jiwa setiap yang memandangnya. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya datanglah menjelang sore agar dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang memukau, serta bawalah alas kaki yang nyaman dan air minum agar tetap segar saat berjalan menyusuri tepian danau yang panjang dan asri.

Laporan Perjalanan ke Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi

Pada awal bulan Agustus, aku beserta keluarga besar berkunjung ke kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang membentang luas di wilayah Jambi. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati keindahan alam yang masih asli dan alami, sekaligus menyaksikan langsung kekayaan hayati yang tumbuh subur bagai harta karun yang disimpan Tuhan di dalam hutan hijau yang rimbun dan luas tak bertepi.

Kami menempuh perjalanan menggunakan mobil keluarga yang melaju perlahan menanjak menyusuri jalan berkelok bagai ular yang melilit bukit hijau yang rimbun. Perjalanan dari pusat kota memakan waktu sekitar empat jam dengan biaya tiket masuk sebesar Rp30.000 per orang. Semakin mendekati kawasan, udara semakin sejuk dan segar bagai air yang baru saja diambil dari mata air pegunungan yang jernih dan murni, menghapus rasa lelah seketika.

Sesampainya di kawasan hutan, hamparan pepohonan raksasa yang tumbuh berjejer rapi bagai prajurit perkasa yang menjaga kekayaan alam di dalamnya. Cahaya matahari yang menembus celah dedaunan tampak bagai berkas-berkas emas yang menerangi jalan setapak, menciptakan suasana yang megah dan penuh keagungan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang dikelilingi tanaman hijau yang tumbuh subur dan beragam suara burung yang berkicau merdu bagai irama musik alam yang menenangkan jiwa. Di sela-sela pepohonan, aliran sungai yang airnya jernih dan dingin mengalir tenang bagai pita perak yang melilit lembut di tengah hamparan hijau yang luas, membasahi bumi dan menyuburkan kehidupan di dalam hutan yang asri ini.

Kami juga berhenti sejenak menikmati pemandangan bukit-bukit hijau yang berjejer rapi bagai ombak yang membeku menjadi hijau di kejauhan. Kabut tipis sesekali melayang di antara puncak bukit bagai kain sutra putih yang menutupi separuh wajah keindahan yang tampak semakin mempesona dan penuh dengan rahasia alam yang agung dan maha dahsyat.

Menjelang sore, kabut mulai turun menyelimuti kawasan hutan bagai selimut lembut yang menidurkan alam dalam damai. Kami berpamitan pulang membawa kesegaran yang meresap hingga ke dalam tulang bagai air yang meresap ke dalam tanah menyuburkan kehidupan, serta tekad untuk menjaga hutan ini tetap hijau bagai menjaga nyawa yang memberi kehidupan.

Taman Nasional Kerinci Seblat adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya bagi kita semua. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya kenakan pakaian tertutup dan alas kaki yang kuat serta anti selip, bawa air minum yang cukup dan jangan pernah meninggalkan sampah agar keindahan hutan ini tetap terjaga bagai permata yang bersih dan berharga sepanjang masa.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya

26 October 2026

5 Destinasi Sejuk di Karanganyar, Pelarian Sempurna Saat Cuaca Panas

25 October 2026

20 Spot Gratis di Bangkok: Berlatar Estetik Big Buddha Paknam

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?