Program C-EWS: Edukasi dan Kesiapsiagaan Ibu dalam Menghadapi Kegawatdaruratan
Program C-EWS yang digelar oleh Universitas Bhakti Kencana (UBK) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam mendeteksi kegawatdaruratan di rumah dan mempercepat akses ke layanan PSC 119. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai materi edukasi, pelatihan keterampilan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan.
Materi yang Disampaikan
Peserta program menerima edukasi tentang berbagai hal terkait kegawatdaruratan, termasuk pengenalan tanda-tanda bahaya, pemeriksaan tanda vital, Stroke Scale, serta penggunaan aplikasi kesehatan seperti EWS Indonesia, Detak, dan Stroke Scale. Materi ini disampaikan oleh para dosen dan mahasiswa UBK yang terlibat dalam program ini.
Selain itu, peserta juga diajarkan cara melakukan pemeriksaan tanda vital oleh Ibu Madinatul Munawaroh, M.K.M. Hal ini memberikan wawasan yang lebih luas kepada para peserta mengenai kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Penggunaan Teknologi dalam Edukasi
Penggunaan teknologi menjadi bagian penting dari program ini. Peserta diperkenalkan dengan aplikasi EWSI, DETAK, dan STROKE SCALE yang dirancang untuk membantu pencatatan dan pemantauan gejala yang berpotensi menjadi tanda bahaya. Dengan alat bantu ini, masyarakat dapat lebih mudah mengenali kondisi yang memerlukan perhatian segera.
Sri Wulan Megawati, M.Kep menjelaskan bahwa kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda bahaya sejak awal sangat penting. “Dengan deteksi yang lebih cepat, masyarakat dapat menentukan langkah pertolongan dan rujukan secara lebih tepat sebelum kondisi menjadi semakin berat,” ujarnya.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar
Selain teori, peserta juga diberikan pelatihan praktis tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan ini dilakukan oleh Ade Iwan Mutiudin, M.Kep, yang bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan sebelum bantuan tenaga kesehatan datang.

Pendistribusian Modul dan Alat Kesehatan
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program, tim UBK juga menyerahkan modul pembelajaran, Kartu C-EWS, dan alat kesehatan kepada Ketua RW 017, RT 002, dan Ketua Kelompok Arisan Ibu Solihah. Penyerahan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program tetap berjalan setelah kegiatan pelatihan selesai.
Pengenalan Layanan PSC 119
Rangkaian kegiatan juga mencakup pengenalan organisasi dan layanan PSC 119. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya aktivasi layanan kegawatdaruratan dan mekanisme mendapatkan bantuan ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan pertolongan segera. Tim PSC 119 turut serta dalam kegiatan ini untuk memberikan informasi yang lebih lengkap.
Kontribusi Perguruan Tinggi dalam Literasi Kesehatan
Program C-EWS menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, kader, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan di tingkat lingkungan diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan.
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dan dukungan sarana yang dapat dimanfaatkan di lingkungan masing-masing. Penguatan kapasitas masyarakat tersebut diharapkan dapat mendukung deteksi dini, pertolongan awal, dan percepatan akses terhadap layanan kegawatdaruratan.
Program Pengmas C-EWS Universitas Bhakti Kencana menunjukkan bahwa inovasi sederhana yang dipadukan dengan edukasi, keterampilan, teknologi, dan jejaring layanan kesehatan dapat menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi kegawatdaruratan.



