Sejarah Mitsubishi tidak dapat dipisahkan dari tangan dingin Yataro Iwasaki, putra dari era Restorasi Meiji. Perusahaan yang kini dikenal dengan simbol tiga berlian ini memiliki kisah sukses yang terbentuk melalui langkah-langkah kecil dan visi yang luas.
Mitsubishi telah berusia lebih dari 150 tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Jepang modern yang diwarnai oleh kebangkitan Restorasi Meiji. Dari awalnya sebagai bisnis kecil, perusahaan ini berkembang menjadi sebuah kerajaan industri yang mencakup berbagai bidang.
Yataro Iwasaki, tokoh utama dalam pembentukan Mitsubishi, memiliki semangat kewirausahaan yang luar biasa. Sejak awal, ia membangun dasar perusahaan dengan prinsip-prinsip yang kuat dan komitmen terhadap inovasi.
Awal Mula Perusahaan
Yataro lahir dari keluarga samurai yang bekerja untuk klan Tosa. Di usia muda, ia menjadi manajer Trading House Kaiseikan Osaka. Pada Juli 1870, perusahaan yang kemudian diberi nama Tsukumo Shokai memutus hubungan finansial dengan Tosa karena undang-undang pemerintah yang mengubah struktur pemerintahan. Dengan kepemimpinan Yataro, perusahaan ini berkembang pesat menjadi bisnis perkapalan yang independen.
Semangat Yataro Iwasaki memberikan dampak besar pada perkembangan Mitsubishi. Ia menekankan pentingnya kejujuran, ketaatan, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Namun, perusahaan ini juga menghadapi tantangan berat, seperti serangan dari Federasi Transportasi yang didukung pemerintah.
Perkembangan Teknologi
Setelah Perang Dunia I, Mitsubishi mulai memperluas bisnisnya ke berbagai bidang industri. Salah satu tokoh penting adalah Koyata Iwasaki, putra sulung Yanosuke Iwasaki. Ia fokus pada industri kimia berat dan membentuk beberapa perusahaan ternama seperti Nikon, Mitsubishi Electric, dan Mitsubishi Oil.
Kebijakan Koyata memfokuskan usaha pada industri kimia berat membuat perusahaan ini unggul dalam teknologi dan menancapkan reputasi sebagai perusahaan teknologi canggih.
Kebangkitan Setelah Perang Dunia II
Perang Dunia II mengubah nasib Mitsubishi. Setelah kekalahan Jepang, pengaruh Sekutu menyebabkan pembubaran jaringan perusahaan dan perubahan struktur manajemen. Meski begitu, Mitsubishi tetap bertahan dan pada akhirnya kembali bersatu.
Pada tahun 1954, Mitsubishi Shoji Kaisha dibentuk kembali. Selanjutnya, Mitsubishi Heavy Industries digabungkan kembali. Keberhasilan ini menunjukkan kesetiaan para pegawai dan semangat para pendiri Mitsubishi.
Prinsip Dasar Perusahaan
Tiga prinsip dasar yang dianut oleh Mitsubishi antara lain:
* Bertanggung jawab kepada masyarakat.
* Mengutamakan kejujuran dan keadilan.
* Memahami masalah internasional lewat bisnis.
Prinsip-prinsip ini masih melekat di benak semua karyawan dan menjadi pegangan etos kerja mereka.
Aksi Mitsubishi di Dunia Internasional
Untuk merayakan ulang tahun ke-100, Mitsubishi mendirikan Yayasan Mitsubishi dengan dana besar. Yayasan ini berperan dalam riset ilmiah dan program sosial. Perusahaan juga aktif dalam forum internasional, melakukan investasi di berbagai negara, terutama di bidang teknologi elektronik, kimia, tekstil, dan permesinan.
Mitsubishi juga berpartisipasi dalam berbagai eksposisi internasional, seperti Osaka International Exposition dan Tsukuba Expo 1985. Melalui paviliunnya, perusahaan berhasil menarik banyak pengunjung dan memperkuat citra teknologi internasionalnya.



