Persiapan Akhir Museum Marsinah di Nganjuk
Kabupaten Nganjuk sedang dalam tahap akhir persiapan peresmian Museum dan Rumah Singgah Pahlawan Nasional Marsinah. Pembangunan yang telah berlangsung sejak 27 Desember 2025 ini ditargetkan rampung dalam empat bulan. Kini, seluruh fasilitas seperti koleksi museum hingga infrastruktur penunjang telah selesai disiapkan, sehingga prosesi peresmian dapat berjalan lancar.
Museum ini akan menjadi tempat pameran barang pribadi serta dokumen perjuangan Marsinah. Selain itu, lokasi museum terletak di samping rumah masa kecil Marsinah, yang juga menjadi tempat makamnya. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya bisa melihat kisah perjuangannya tetapi juga merasakan kedekatan dengan tanah kelahirannya.
Fasilitas dan Penanda Arah yang Siap Digunakan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk, Subani, melakukan peninjauan langsung terhadap pemasangan papan informasi yang menunjukkan arah menuju museum, rumah singgah, serta lokasi makam Marsinah. Ia menyatakan bahwa papan informasi mulai dari pintu masuk hingga penunjuk arah ke makam telah terpasang.
Selain berfungsi sebagai penunjuk arah, papan tersebut didesain secara estetik dengan menyertakan gambar sosok Marsinah dan museum. Hal ini diharapkan mampu memperindah lingkungan sekitar dan menambah semarak suasana.
Subani menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh proses peresmian museum dan monumen rumah singgah Marsinah. Ia menilai bahwa papan informasi tersebut bukan hanya berguna untuk para pengunjung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya promosi wisata budaya di Nganjuk.
Pengamanan Ketat untuk Acara Besar
Sebelum peresmian, pengamanan ketat telah disiapkan oleh Polres Nganjuk. Saat kunjungan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo untuk meninjau progres pembangunan di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Rabu (22/4/2026), pengamanan dilakukan secara terpadu.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menjelaskan bahwa ratusan personel ditempatkan di titik-titik strategis, baik terbuka maupun tertutup. Selain itu, personel di lapangan juga melakukan sterilisasi area dan pengawasan intensif melalui pola pengamanan berlapis.
Kabag Ops Polres Nganjuk, Kompol Ondik Andrianto, menambahkan bahwa pengamanan jalur dan lokasi kegiatan telah dipersiapkan dengan matang. Hal ini bertujuan agar acara peresmian berjalan aman dan lancar.
Rencana Peresmian oleh Presiden
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam peringatan May Day 2026 di Monas, Jakarta, sekaligus meresmikan museum Marsinah di Nganjuk pada 2 Mei 2026.
Andi Gani menyampaikan bahwa May Day akan tetap diadakan di Monas. Sementara tanggal 2 Mei, Bapak Presiden berkenan akan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur.
Pertemuan antara KSPSI dan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga membahas isu-isu perburuhan lainnya, termasuk rencana public hearing terkait RUU Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Museum di Tanah Kelahiran Marsinah
Pembangunan Museum dan Rumah Singgah Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk resmi dimulai pada 27 Desember 2025 lalu. Proyek ini dirancang untuk berjalan selama empat bulan.
Lokasi museum berada di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Di sini, pengunjung akan dapat melihat barang pribadi hingga dokumen perjuangan Marsinah. Makam Pahlawan Nasional Marsinah juga berada di kawasan Desa Nglundo.
Dengan adanya museum ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal kisah perjuangan Marsinah dan menghargai jasanya sebagai pahlawan buruh perempuan.



