Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Pemerintah dan Oposisi Venezuela Berusaha Kembalikan 31 Ton Emas di Inggris
Ekonomi

Pemerintah dan Oposisi Venezuela Berusaha Kembalikan 31 Ton Emas di Inggris

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kesepakatan Langka antara Pemeruit dan Oposisi Venezuela

Pemerintah dan oposisi Venezuela mencapai kesepakatan langka untuk bersama-sama mengupayakan pengembalian 31 ton emas simpanan mereka di Bank of England. Aset senilai sekitar 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp71,9 triliun itu tertahan sejak 2018. Kesepakatan ini tercapai usai perundingan selama dua pekan yang difasilitasi oleh pihak AS, seperti yang disampaikan dalam pernyataan bersama pada pekan lalu.

Kedua kubu menegaskan bahwa dana raksasa tersebut akan dialokasikan penuh untuk membiayai rekonstruksi pascagempa bumi dahsyat yang terjadi pada 24 Juni 2026. Gempa bumi ini merenggut lebih dari 6 ribu jiwa dan semakin memukul perekonomian Venezuela. Bank Sentral memproyeksikan inflasi bulanan melonjak dari 13,8 persen pada Juni menjadi 19,9 persen pada Juli, dengan estimasi inflasi tahunan menembus 575 persen.

Inggris Tunggu Putusan Hukum Pengendalian Emas

Akses Venezuela terhadap cadangan emas tersebut dibekukan setelah Inggris berhenti mengakui legitimasi pemerintahannya pada 2018. Pihak Bank of England memilih bungkam dan menegaskan bahwa mereka baru akan bergerak setelah ada putusan hukum yang mengikat. Sementara itu, Kantor Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa pemerintahnya bukan bagian dari sengketa hukum tersebut, seraya menegaskan kembali dukungan bagi transisi kekuasaan yang demokratis di Venezuela.

Presiden Interim Delcy Rodríguez sempat menyurati Raja Charles bulan lalu demi memohon pelepasan batangan emas yang tersimpan di Threadneedle Street tersebut. Perundingan tingkat tinggi ini sendiri tidak melibatkan María Corina Machado, tokoh oposisi paling populer sekaligus peraih Nobel Perdamaian yang dilarang pulang usai gempa, hingga memicu dinamika internal di kedua kubu, meski mereka akhirnya setuju untuk mulai membahas reformasi sistem peradilan.

Oposisi Venezuela Minta Pengawasan Ketat atas Aset

Ramón López, anggota delegasi Majelis Nasional 2015, menekankan perlunya mekanisme pengawasan ekstra ketat sebelum aset tersebut dicairkan. Dana yang disiapkan untuk membangun kembali perumahan, fasilitas kesehatan, dan sekolah itu rencananya bakal ditampung di rekening Departemen Keuangan AS serta diaudit oleh firma internasional. López juga memastikan tidak ada kompromi politik terkait reformasi Mahkamah Agung, walau isu peradilan dan penguatan lembaga pemilu tetap masuk dalam agenda pembahasan.

Di sisi lain, kubu oposisi menegaskan bahwa transparansi merupakan harga mati agar dana rekonstruksi tidak dijarah oleh oknum pemerintah. Mereka memastikan langkah bersama ini diambil tanpa mengendurkan kewaspadaan terhadap kepemimpinan interim saat ini.

“Tidak ada naivitas dari pihak kami. Kami tahu bahwa pemerintahan interim Delcy Rodríguez bukanlah para reformis demokratis,” katanya.

AS Longgarkan Sanksi dan Akses Dana Internasional

Langkah diplomasi emas ini berjalan beriringan dengan pelonggaran sanksi ekonomi oleh AS yang mulai membuka ruang investasi asing di sektor sumber daya alam Venezuela. Upaya penataan kembali keuangan negara ini menjadi krusial di tengah himpitan tumpukan utang luar negeri (sovereign debt) yang mencapai 240 miliar dolar AS (setara Rp3.840 triliun), menjadikannya salah satu restrukturisasi utang terbesar dalam sejarah.

Langkah ini menyusul dinamika politik baru pascapenangkapan Nicolas Maduro, di mana Venezuela mulai mendapatkan kembali akses dana internasional. Negara tersebut sebelumnya sukses mencairkan dana senilai 350 juta dolar AS (setara Rp5,6 triliun) dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada Juli lalu, dan kini tengah membidik akses cadangan Special Drawing Rights (SDR) senilai 4,6 miliar dolar AS (setara Rp73,6 triliun) untuk memulihkan ekonomi yang hancur akibat bertahun-tahun salah kelola, korupsi, dan sanksi global.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?