Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kementan tingkatkan inovasi dan kompetisi pemuliaan tanaman melalui layanan PVT yang lebih kuat
Nasional

Kementan tingkatkan inovasi dan kompetisi pemuliaan tanaman melalui layanan PVT yang lebih kuat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 August 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perkuat Layanan Perlindungan Varietas Tanaman, Kementan Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat layanan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) sebagai bagian dari strategi mendorong inovasi pemuliaan dan mempercepat swasembada pangan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), salah satunya dengan meningkatkan kualitas layanan permohonan Hak PVT.

Kepala Pusat PVTPP, Indra Zakariya Rayusman, menjelaskan bahwa perlindungan terhadap varietas tanaman tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum bagi pemulia, tetapi juga berperan dalam mendorong lahirnya varietas unggul baru. Hal tersebut disampaikan Indra saat memberikan arahan secara daring dalam kegiatan Evaluasi Layanan PVT Wilayah Jawa Timur di Kota Batu, Kamis (20/8/2026).

Indra menegaskan hingga saat ini, Pusat PVTPP telah melakukan berbagai upaya strategis dalam memperkuat sistem PVT yang profesional dan akuntabel. Kegiatan yang telah dilakukan mencakup layanan permohonan hak PVT, pemeriksaan substantif, monitoring kewajiban pemegang hak PVT dan keragaan varietas, pembahasan regulasi, perbaikan dan penyusunan panduan berupa PPP (Panduan Prosedur Pengujian) maupun Panduan Pelaksanaan Uji BUSS (Baru, Unit, Seragam, Stabil) serta berbagai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) kerja di bidang PVT.

“Dalam penyelenggaraan layanan PVT, kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik karena ini memang menjadi salah satu aspek penting yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya agar pelayanan yang diberikan semakin efektif, efisien, transparan dan adaptif sesuai dengan kebutuhan para pemohon,” ujarnya.

“Layanan permohonan PVT adalah bagian dari pelayanan publik, yang memang harus terus tiap waktu kita sempurnakan semua karena ini adalah bagian dari tugas pemerintah dalam melayani masyarakat,” tambah Indra.

Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa sejalan dengan transformasi digital pelayanan publik, pada awal 2025 Pusat PVTPP telah meluncurkan aplikasi APPLY PVT sebagai sarana pengajuan permohonan Hak PVT secara elektronik. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pemohon dalam proses pengajuan, pemantauan status permohonan, serta meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan.

“Namun demikian, implementasi aplikasi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui tingkat kemudahan penggunaan, efektivitas fitur yang tersedia, kendala yang masih dihadapi pengguna, serta peluang pengembangannya,” ujarnya.

“Karena itu, pada forum evaluasi ini kami memerlukan masukan dan saran para pemohon terkait sistem PVT. Mulai dari tahap pengajuan dokumen, pembayaran biaya, pengumuman permohonan hak PVT, persiapan dan teknis pemeriksaan substantif hingga penerbitan sertifikat serta pasca penerbitan sertifikat dan juga aspek hukumnya,” pinta Indra.

Hadir langsung pada kegiatan Evaluasi Layanan PVT ini yakni Ketua Komisi PVT, Prof. Sobir. Menurutnya, pelayanan permohonan Hak PVT hingga saat ini semakin baik. Namun seiring dengan perkembangan kondisi lingkungan pemuliaan tanaman dan terus hadirnya tantangan bagi industri perbenihan, maka perlu terus dilakukan upaya perbaikan dalam penyelenggaraan permohonan PVT.

“Ini hal yang wajar karena kita harus menjadi lebih baik lagi agar menjadi faktor penting dalam proses inovasi di Indonesia. Kantor PVT bukan lagi kantor administratif tetapi kantor yang mendorong inovasi sehingga menjaga kedaulatan pangan dan bangsa,” tuturnya.

Guru Besar IPB University ini mengapresiasi upaya Pusat PVTPP yang terus meningkatkan kualitas layanan guna mendorong semangat para pemulia untuk menghasilkan varietas baru yang unggul.

PVT memegang peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan karena salah satu faktor utama dalam swasembada pangan yakni dalam penyediaan benih unggul baru yang mampu berproduksi tinggi, adaptif terhadap kondisi lingkungan yang sudah berubah dan mutu produk yang lebih baik sehingga memberikan manfaat besar bagi petani.

“Untuk mewujudkan ini secara cepat tentunya membutuhkan varietas tanaman yang lebih banyak lagi, sehingga harapan kedepannya dengan membangun pelayanan permohoan Hak PVT yang lebih baik akan mendorong pemulia untuk membuat varietas unggul. Dengan begitu, potensi untuk membuat produksi yang berkelanjutan dan berdaulat menjadi lebih tinggi lagi,” ucap Prof. Sobir.

Adapun peserta kegiatan Evaluasi Layanan PVT ini yakni pemegang dan pemohon hak PVT wilayah Jawa Timur, hadir secara offline maupun online sebanyak 70 orang. Peserta merupakan dari instansi pemerintah, perguruan tinggi dan industri atau pelaku usaha perbenihan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya

26 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?