Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 26 October 2026
Trending
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
  • Prediksi skor Inter Milan vs Shakhtar Donetsk: Il Nerazzurri siap bangkit di Liga Champions
  • Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI
  • 5 kesalahan merawat mobil listrik yang bisa picu biaya servis tinggi
  • 4 film barat tentang dua orang yang saling cinta tapi tak bisa bersama
  • 5 Destinasi Sejuk di Karanganyar, Pelarian Sempurna Saat Cuaca Panas
  • 5 laga Persebaya Surabaya tak terkalahkan! PSM Makassar siap hentikan rekor Tavares
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
Nasional

Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 October 2026No Comments5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), default quality
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.comTerungkap permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, sebelum mengembuskan nafas terakhir.

Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) dini hari setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kondisi pengacara yang  sangat keras saat mengungkap keterlibatan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir Yosua ini sempat membaik. 

Sang istri, Joanita Meroline Wenji, mengatakan, tidak ada pesan khusus Kamaruddin sebelum mengembuskan nafas terakhir.

Sang suami hanya meminta hal sederhana untuk dipeluk oleh anak-anak mereka.

“Justru enggak ada pesan, jadi kita enggak bisa prediksi. Cuma pesannya paling dia kayak anak-anak kalau datang, ‘Sini peluk,’” kata Joanita kepada Kompas.com di Rumah Duka RS Ukrida, Jakarta Barat, Senin.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Kamarudin juga kerap meminta Joanita tidur di sampingnya.

Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun, Kamarudin terkadang merasa lelah. Namun, keduanya berusaha saling menguatkan agar tetap bertahan melewati hari-hari sulit.

Kamarudin pun beberapa kali mengungkapkan keinginannya untuk pulang saat dirawat di rumah sakit.

“Kalau di rumah sakit, ‘Saya mau pulang,’ kayak gitu. Cuma bilangnya begitu aja sih,” kata Joanita.

Sempat Terlihat Segar sebelum Kondisi Memburuk

Joanita mengungkapkan, kondisi Kamarudin sempat terlihat segar ketika pertama kali menjalani perawatan di rumah sakit. Saat itu, sang suami juga tidak mengeluhkan rasa sakit yang berarti.

Kamarudin masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) pada Sabtu (17/10/2026). Menurut Joanita, kondisi fisik suaminya saat itu tidak menunjukkan tanda-tanda yang membuat keluarga menyangka bahwa kondisinya akan memburuk secara drastis.

“Dia kadang kalau ditanya, ‘Sakit enggak?’ ‘Enggak,’ gitu dia. Jadi kita enggak menyangka, mukanya segar,” ujarnya.

Kamarudin kemudian dipindahkan ke kamar rawat inap pada Minggu dini hari. Di sana, Joanita mulai mendengar suara napas suaminya seperti mengorok atau berdahak.

Joanita sempat meminta Kamarudin untuk batuk, tetapi suaminya mengatakan tidak bisa. Ia pun memanggil perawat untuk memeriksa kondisi suaminya, termasuk kadar saturasi oksigen.

Saat itu, saturasi oksigen Kamarudin terus menurun. Tim medis berupaya memberikan pertolongan, tetapi nyawanya tidak tertolong.

“Mulai dari situ sudah turun, turun, turun. Barulah dipompa sampai jam 02.47, dia sudah enggak ada,” katanya.

2 Tahun Cuci Darah

Joanita mengungkapkan suaminya telah berjuang melawan penyakit selama bertahun-tahun sebelum mengembuskan napas terakhir.

Menurut Joanita, Kamaruddin telah menjalani cuci darah secara rutin selama kurang lebih dua tahun.

Kondisi kesehatannya juga mulai sering menurun hingga harus keluar-masuk rumah sakit sejak Februari 2026.

Joanita menduga, kondisi kesehatan suaminya turut dipengaruhi kelelahan akibat kesibukannya sebagai pengacara.

Kamarudin disebut kerap bekerja tanpa mengenal hari libur demi mendampingi dan membela kliennya.

“Sudah dua tahun mulai ada cuci darah. Karena terlalu lelah, hampir enggak istirahat dia. Kalau membela klien itu benar-benar hari Minggu pun dia kerja,” ujar Joanita kepada Kompas.com di Rumah Duka RS Ukrida, Jakarta Barat, Senin (19/10/2026).

Meski kondisi kesehatan suaminya sempat memburuk, Joanita memilih tidak banyak menceritakan penyakit yang diderita Kamarudin kepada publik.

Ia ingin membagikan kabar ketika kondisi suaminya sudah kembali membaik.

Siapakah Kamaruddin Simanjuntak? 

Kamaruddin Simanjuntak adalah advokat, pengacara, dan politikus yang berasal dari Tapanuli, Sumatra Utara (Sumut).

Ia lahir di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumut, pada 21 Mei 1974.

Seperti dilansir dari Tribunnewswiki dalam artikel ‘Kamaruddin Simanjuntak’.

Nama Kamaruddin Simanjuntak mencuat setelah dirinya menjadi pengacara untuk membela Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dia ditunjuk Samuel Hutabarat, ayah mendiang Brigadir J, untuk menjadi kuasa hukum dalam kasus tewasnya sang anak di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Kamaruddin Simanjuntak mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Siborongborong.

Praktisi Hukum di Firma Hukum Viktoria ini lulus SMA pada tahun 1992.

Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya di Universitas Kristen Indonesia.

Di kampus tersebut, dia masuk Fakultas Hukum pada tahun 2000.

Sebelum menjadi pengacara terkenal, Kamaruddin Simanjuntak sempat bekerja serabutan untuk bertahan hidup di Jakarta.

Pada 1993, pria berkumis itu bekerja sebagai costumer service di sebuah restoran.

Setelah menjadi costumer service, ia menjajal menjadi seorang sales.

Setelah melewati pahit getirnya perjalanan hidup, Kamaruddin akhirnya bisa kuliah hukum di Universitas Kristen Indonesia.

Dia baru bisa kuliah untuk menggapai cita-citanya menjadi pengacara pada tahun 2000.

Selama kariernya sebagai pengacara, Kamarudin Simanjuntak pernah menangani beberapa kasus ternama di tanah air.

Ia pernah menjadi kuasa hukum Muhammad Kece yang terjerat kasus penodaan agama.

Selain itu, dia juga pernah menjadi kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri saat berseteru dengan Fadlan Muhammad pada 2016.

Sukses menjadi pengacara, Kamaruddin Simanjuntak kemudian mendirikan partai politik bernama Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera (PDRIS).

Ia mendirikan partai tersebut pada 7 Juli 2020 dan menjadi Ketuam Umum PDRIS.

Sangar Bongkar Kasus Ferdy Sambo

Sosok Kamaruddin Simanjuntak pernah viral di tahun 2022 lalu.

Kamaruddin jadi sorotan lantaran menjadi pengacara keluarga Brigadir J.

Lantang di persidangan, Kamaruddin tak gentar membongkar aksi pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap kliennya, Brigadir J alias Yosua.

Kamaruddin ngotot menyebut bahwa yang jadi dalang di balik kematian Yosua adalah Ferdy Sambo.

Hingga akhirnya majelis hakim pun memutuskan vonis berat untuk mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

Hakim memvonis Ferdy Sambo dengan hukuman mati dalam kasus pembunuhan berencana Yosua.

Sementara istri Sambo, Putri Candrawathi divonis penjara 20 tahun.

Perjuangannya membela keluarga Brigadir Yosua tak sia-sia, Kamaruddin mengurai responnya usai mendengar vonis Sambo pada Februari 2023 lalu.

Kamaruddin menyesalkan Sambo dan Putri yang ogah mengakui perbuatannya membunuh Yosua.

“Soal putusan hukuman mati Ferdy Sambo, pertama saya sedih dan menangis. Tahun lalu saya menawarkan kepada Ferdy Sambo bahkan dan Putri Candrawathi supaya menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga,” ungkap Kamaruddin tiga tahun lalu.

“Coba dia dengar saran saya. Saya sudah meminta waktu saat itu, tetapi tidak direspons karena kecongkakannya,” sambungnya.

Kala itu Kamaruddin sangat bersyukur karena aksinya membela keluarga Yosua didukung penuh rakyat Indonesia.

“Ini adalah titik balik bahwa Indonesia harus bangkit dan berdiri lawan segala kezaliman, lawan kejahatan, lawan mafia hukum. Kita harus bersatu padu,” imbuh Kamaruddin.

(*/Indonesiadiscover.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!

25 October 2026

Prediksi skor Inter Milan vs Shakhtar Donetsk: Il Nerazzurri siap bangkit di Liga Champions

25 October 2026

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah

26 October 2026

Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!

25 October 2026

Prediksi skor Inter Milan vs Shakhtar Donetsk: Il Nerazzurri siap bangkit di Liga Champions

25 October 2026

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?