Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka, Pengunjung Diimbau Waspada
Kawasan wisata Gunung Bromo yang terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, kembali dibuka untuk umum setelah dua pekan ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada hari pertama pembukaan, kawasan ini langsung diserbu oleh sebanyak 1.086 wisatawan yang masuk melalui empat pintu masuk utama, yaitu Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang.
Pembukaan kawasan tersebut dilakukan pada Kamis (20/8) dengan harapan pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang indah sambil tetap menjaga lingkungan. Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, TNBTS, Septi Eka Wardani mengingatkan para wisatawan agar tidak sembarangan membuang puntung rokok, terutama karena saat ini sedang musim kemarau dan vegetasi di sekitar kawasan sangat rentan terbakar.
Patroli dan Penyisiran Masih Dilakukan
Meski kawasan telah dibuka, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) tetap melakukan patroli darat dan udara untuk memantau lokasi-lokasi rawan karhutla. Selain itu, mobil pemadam kebakaran juga masih siaga di beberapa titik seperti di pintu masuk Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo.
Septi mengimbau kepada semua pihak, termasuk penyedia jasa wisata dan masyarakat yang melintas, untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan api. Hal ini dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian kebakaran yang sebelumnya merusak 1.121,66 hektare hutan.
Area Terbakar Masih Menjadi Perhatian
Kebakaran yang terjadi di kawasan TNBTS dipastikan telah padam berdasarkan hasil pemantauan tim gabungan di lapangan. Hingga pukul 15.00 WIB, Jumat (14/8/2026), tidak lagi ditemukan nyala api aktif di lokasi. Namun, proses pendinginan dan penyisiran masih dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api akibat bara yang tersisa di bekas lokasi terbakar.
Pendinginan dilakukan untuk memastikan bahwa bara yang masih tersimpan di antara vegetasi, tanah, maupun material bekas terbakar benar-benar padam. Bara tersebut berpotensi kembali memunculkan api karena cuaca kering dan angin kencang.
Proses Evaluasi dan Persiapan Kembali
Setelah proses pendinginan selesai, Satgas akan melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas umum serta sarana pelayanan wisata di kawasan terdampak. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan keamanan, kelayakan fasilitas, dan kesiapan kawasan sebelum dipertimbangkan kembali menerima kunjungan wisata.
Perihal kapan kawasan taman wisata Bromo akan kembali dibuka, pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menunggu pengumuman resmi. Bagi pengunjung yang telah membeli tiket masuk kawasan taman nasional melalui sistem pemesanan daring untuk periode penutupan, pengajuan pengembalian dana atau penjadwalan ulang bisa dilakukan sesuai ketentuan dan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi BBTNBTS.
Harapan dari Wisatawan
Yayang, seorang wisatawan asal Palembang, mengaku senang dapat berkunjung ke Bromo meskipun masih melihat banyak vegetasi yang menghitam akibat kebakaran. Ia berharap pengunjung tidak membuang puntung rokok sembarangan dan semoga kejadian kebakaran kemarin tidak terjadi lagi.
Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Mencegah Karhutla
- Petugas terus melakukan patroli darat dan udara untuk memantau kawasan.
- Mobil pemadam kebakaran siaga di beberapa titik strategis.
- Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa benar-benar padam.
- Fasilitas umum dan sarana pelayanan wisata diperiksa untuk memastikan keamanan dan kelayakan.
- Pengunjung diimbau untuk waspada dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.



