Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 16 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Wall Street Tertekan Karena Kenaikan Suku Bunga & Penurunan Saham Walmart
Ekonomi

Wall Street Tertekan Karena Kenaikan Suku Bunga & Penurunan Saham Walmart

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Agustus 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penurunan tajam saham perusahaan ritel Walmart setelah laporan penjualan kuartalan mereka di bawah ekspektasi pasar.

Pada pukul 09.44 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebesar 0,60% atau 319,61 poin menjadi 53.143,44. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,15% ke 7.696,52, dan Nasdaq Composite turun 0,29% menjadi 26.254,38.

Tekanan dari Pasar Obligasi

Tekanan utama berasal dari pasar obligasi. Yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun kembali naik sekitar 3 basis poin menjadi 5,239%, sementara yield Treasury 10 tahun berada di 4,698%. Kenaikan yield tersebut menekan saham karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset berisiko seperti saham.

Joe Saluzzi, co-manager trading Themis Trading, menyatakan bahwa ketika yield terus meningkat, investor saham akan terus menghadapi tantangan. Peningkatan yield kembali menjadi perhatian setelah yield Treasury 30 tahun sempat mencapai level tertinggi hampir dua dekade.

Meski yield turun pada Rabu setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah untuk mendukung obligasi jangka panjang, dampak positif dari kebijakan tersebut dinilai hanya bersifat sementara.

Penurunan Saham Walmart dan Sektor Konsumen

Di pasar saham, Walmart menjadi salah satu faktor utama penurunan. Saham perusahaan ritel tersebut anjlok 8,6% setelah penjualan toko yang telah beroperasi selama setidaknya satu tahun tidak memenuhi ekspektasi Wall Street. Kinerja Walmart turut menekan sektor consumer staples S&P 500 yang turun 1,6%, menjadi sektor dengan pelemahan terbesar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen mulai lebih hati-hati dalam berbelanja, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar. Selain itu, sektor consumer discretionary juga turun 1,3%, terbebani oleh penurunan saham Amazon dan Tesla.

Pelemahan indeks utama sedikit tertahan oleh kenaikan saham Nvidia dan Apple. Namun, sentimen pasar tetap tertekan akibat kenaikan harga minyak. Harga minyak naik 2,3% dan mencatat kenaikan dalam lima sesi perdagangan berturut-turut. Kenaikan tersebut dipicu oleh mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran serta gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran Inflasi dan Data Tenaga Kerja

Kekhawatiran terhadap inflasi juga kembali menguat setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) Juli yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan bahwa sejumlah pejabat bank sentral AS masih membuka peluang kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu. Data ini mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil.

Pelaku pasar saat ini mencermati komentar Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.

Pergerakan Saham Sektor Kripto dan Pertanian

Di tengah tekanan pasar, saham perusahaan terkait aset kripto justru menguat setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres meloloskan rancangan undang-undang mengenai kripto. Saham Strategy naik 6,6%, sedangkan Coinbase Global melonjak 5,6%.

Saham Deere juga menguat 3,8% setelah produsen alat pertanian tersebut menaikkan proyeksi laba bersih setahun penuh.

Sementara itu, saham Moderna anjlok lebih dari 18% setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 177%.

Secara keseluruhan, saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang naik. Di New York Stock Exchange (NYSE), perbandingannya mencapai 1,83 banding 1, sedangkan di Nasdaq mencapai 1,68 banding 1.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?