Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 6 Maret 2026
Trending
  • Jadwal & Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (1/3), Cek Sekarang!
  • 40 Tahun People Power Filipina: Demokrasi dan Ujian Ekonomi di Masa Marcos Jr
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Akhir Pekan Ini, Bagnaia dan Marc Marquez Tampil
  • 10 film pendek Indonesia untuk mengusir kebosanan saat ngabuburit
  • Arsitektur vs Teknik Sipil: Apa Perbedaannya?
  • FAKTA Praktik Korupsi di Bea dan Cukai Sangat Rapi, Ada Safe House Hingga Mobil Khusus
  • Jadwal imsak dan buka puasa Balikpapan Kaltim hari ini 11 Ramadan 2026
  • Baku Tembak, Mainan Khas Makassar di Bulan Ramadhan 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»KPK Tangkap Pimpinan PN Depok yang Terima Rp 850 Juta
Hukum

KPK Tangkap Pimpinan PN Depok yang Terima Rp 850 Juta

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Korupsi di PN Depok: Dugaan Keterlibatan Pejabat dan Perusahaan

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, terungkap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan. Kasus ini berawal dari pengajuan percepatan eksekusi pengosongan lahan oleh PT Karabha Digdaya (KD), sebuah badan usaha yang berada di bawah Kementerian Keuangan.

Awal Mula Kasus

Menurut Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, pengajuan tersebut dilakukan oleh PT KD karena mereka telah memenangkan sengketa lahan dengan masyarakat sejak 2023. Lahan yang menjadi sengketa seluas 6.500 meter persegi berlokasi di Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Putusan tersebut kemudian mengalami banding dan kasasi, namun keputusan akhir tetap menguatkan putusan pertama dari PN Depok.

Pada Januari 2025, PT KD mengajukan permohonan kepada PN Depok untuk melaksanakan eksekusi pengosongan lahan. Namun, hingga Februari 2025, eksekusi tersebut belum dilakukan. PT KD beberapa kali mengajukan permohonan eksekusi karena lahan tersebut akan segera dimanfaatkan. Di sisi lain, masyarakat juga mengajukan upaya peninjauan kembali atas putusan tersebut pada Februari 2025.

Peran Pejabat dan Juru Sita

Atas kondisi tersebut, Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta (EKA) dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan (BBG) meminta Yohansyah Maruanaya (YOH), Juru Sita PN Depok, untuk bertindak sebagai satu pintu yang menjembatani kebutuhan PT KD dengan PN Depok. YOH kemudian diminta untuk melakukan kesepakatan diam-diam dengan pihak Karabha Digdaya, serta menyampaikan permintaan imbalan sebesar Rp 1 miliar.

YOH kemudian menyampaikan permintaan tersebut kepada Head Corporate Legal Karabha Digdaya Berliana Tri Kusuma (BER). Setelah bertemu di sebuah restoran di Depok, YOH dan BER membahas penetapan waktu pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan dan permintaan fee untuk percepatan eksekusi. Dari pertemuan itu, Berliana menyampaikan hasil pembahasan bersama YOH kepada Direktur Utama Karabha Digdaya Trisnadi Yulrisman (TRI).

Namun, pihak PT KD melalui Berliana menyatakan keberatan atas besaran nilai Rp 1 miliar. Akhirnya, BER dan YOH mencapai kesepakatan besaran fee untuk percepatan eksekusi senilai Rp 850 juta.

Proses Eksekusi dan Penangkapan

Setelah itu, Bambang menyusun resume atau ikhtisar pelaksanaan eksekusi yang menjadi dasar penyusunan putusan eksekusi pengosongan lahan yang ditetapkan Ketua PN Depok pada 14 Januari 2026. Dilihat dari pengusulan di Januari 2025, kemudian Februari 2025 belum juga ditetapkan, dan baru ditetapkan pada Januari 2026, artinya proses ini memakan waktu hingga satu tahun.

Yohansyah kemudian melaksanakan eksekusi pengosongan lahan di wilayah tersebut. Kemudian Berliana memberikan uang Rp 20 juta kepada Yohansyah. Pada Februari 2026, BER kembali bertemu dengan YOH di sebuah arena golf dan menyerahkan uang senilai Rp 850 juta yang bersumber dari pencairan cek dengan underlying pembayaran invois fiktif PT SKBB Consulting Solusindo atau konsultannya PT KD kepada bank.

Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Dalam pertemuan itulah, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT), sehingga kemudian menangkap sebanyak tujuh orang. Sebelumnya, pada 5 Februari 2026, KPK melakukan OTT terhadap hakim di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. OTT tersebut terkait dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan.

Pada 6 Februari 2026, KPK kemudian menetapkan lima dari tujuh orang yang ditangkap sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penerimaan atau janji dalam pengurusan sengketa lahan di lingkungan PN Depok. Mereka adalah Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta (EKA), Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan (BBG), Juru Sita PN Depok Yohansyah Maruanaya (YOH), Direktur Utama Karabha Digdaya Trisnadi Yulrisman (TRI), dan Head Corporate Legal Karabha Digdaya Berliana Tri Kusuma (BER).

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

FAKTA Praktik Korupsi di Bea dan Cukai Sangat Rapi, Ada Safe House Hingga Mobil Khusus

5 Maret 2026

Kronologi penangkapan bandar narkoba Koh Erwin saat melarikan diri ke Malaysia

5 Maret 2026

Wujudkan Mimpi Ayah Jadi Polisi, Kombes Romylus Pimpin Perang Narkoba Kaltim

5 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal & Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (1/3), Cek Sekarang!

5 Maret 2026

40 Tahun People Power Filipina: Demokrasi dan Ujian Ekonomi di Masa Marcos Jr

5 Maret 2026

Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Akhir Pekan Ini, Bagnaia dan Marc Marquez Tampil

5 Maret 2026

10 film pendek Indonesia untuk mengusir kebosanan saat ngabuburit

5 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?