Sosok Ocha, Siswi yang Diduga Dicurangi dalam Lomba Cerdas Cermat MPR
Josepha Alexandra atau yang akrab disapa Ocha adalah seorang siswi dari SMAN 1 Pontianak yang turut serta dalam ajang Lomba Nasional Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI. Ajang ini digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan kini tengah viral di seluruh Indonesia. Namun, keviralannya tidak terlepas dari insiden yang menimpa Ocha, yang diduga dicurangi oleh dewan juri.
Pada saat lomba berlangsung, Ocha berhasil memencet bel lebih dulu dan diberi kesempatan untuk menjawab soal yang diajukan. Soal tersebut berkaitan dengan pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ocha menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh presiden. Jawaban tersebut dianggap benar oleh banyak orang, namun juri bernama Dyastasita WB memberikan nilai minus lima karena dinilai salah.
Setelahnya, MC membacakan soal serupa dan seorang siswi dari SMAN 1 Sambas, yaitu regu B4, memencet bel dan memberikan jawaban yang sama persis dengan Ocha. Namun, jawaban tersebut justru mendapatkan poin tinggi karena dianggap benar. Hal ini membuat Ocha merasa tidak adil dan melakukan protes.
Ocha menyampaikan bahwa jawabannya sama dengan regu B4, tetapi mengapa ia justru disalahkan. Dyastasita kemudian merespons dengan menyatakan bahwa ia tidak mendengar Ocha menyebutkan DPD dalam jawabannya. Ocha mencoba membela dirinya dengan mengulang jawabannya, tetapi Dyastasita tetap mempertahankan keputusannya.
Selain itu, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi, Indri Wahyuni, juga menyinggung soal artikulasi Ocha yang kurang jelas. Menurutnya, jika peserta tidak bisa menyampaikan jawaban dengan jelas, maka dewan juri berhak memberikan nilai minus.
Insiden ini memicu reaksi dari netizen yang merasa tidak puas dengan penilaian dewan juri. Banyak yang menduga bahwa Ocha memang dicurangi dalam lomba tersebut. Meski demikian, Ocha sendiri sudah pernah menjuarai lomba cerdas cermat MPR pada tahun 2025 lalu bersama teman-temannya.
Tanggapan Resmi dari MPR RI
Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri. Ia menegaskan bahwa MPR RI akan menindaklanjuti kejadian tersebut dan melakukan evaluasi terhadap kinerja dewan juri serta sistem perlombaan LCC Empat Pilar.
Akbar menyayangkan adanya polemik dalam penilaian lomba dan menekankan pentingnya juri bersikap objektif serta responsif terhadap keberatan peserta. Ia juga menyebutkan bahwa insiden ini akan menjadi catatan penting agar pelaksanaan LCC Empat Pilar ke depan lebih baik dan profesional.
Lebih lanjut, Akbar menyebut adanya unsur kelalaian dari panitia maupun dewan juri, terutama terkait aspek teknis tata suara dan mekanisme banding dalam perlombaan. Bahkan, ia mengaku sempat mendengar adanya peristiwa serupa yang terjadi pada pelaksanaan tahun lalu di provinsi lain.
“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” ujar Akbar.



