Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Gubernur Dedi Mulyadi Usulkan Penghapusan Pajak Kendaraan, Warga Protes
Politik

Gubernur Dedi Mulyadi Usulkan Penghapusan Pajak Kendaraan, Warga Protes

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 May 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Wacana Revolusioner Gubernur Jawa Barat: Penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan wacana yang dianggap revolusioner terkait tata kelola pendapatan daerah. Ia mengusulkan penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan dialihkan ke sistem jalan berbayar di seluruh ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Alasan Keadilan dalam Sistem Jalan Berbayar

Dedi Mulyadi menilai bahwa sistem pajak kendaraan saat ini kurang adil karena membebankan besaran yang sama kepada semua pemilik kendaraan, terlepas dari seberapa sering kendaraan tersebut digunakan di jalan raya. Menurutnya, dengan sistem jalan berbayar, hanya pemilik kendaraan yang aktif menggunakan jalan provinsi yang akan dibebankan biaya, bukan mereka yang kendaraannya terparkir di rumah.

“Pajak kendaraan bermotor dihilangkan, diganti dengan jalan berbayar. Jadi masuk jalan provinsi yang kualitasnya setara jalan tol, baru bayar,” ujar Dedi di hadapan anggota dewan.

Ia menekankan bahwa skema Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar ini membuat biaya yang dikeluarkan masyarakat lebih tepat sasaran.

“Mobil yang dipakai dan tidak dipakai bayar pajaknya sama (saat ini). Kalau jalan berbayar, siapa yang menggunakan jalan provinsi, dia yang bayar,” tambahnya.

Syarat Infrastruktur Jalan Provinsi

Namun, Dedi memberikan catatan penting. Sebelum pajak dihapus dan sistem bayar diterapkan, Pemprov Jabar wajib memastikan infrastruktur jalan provinsi berada dalam kondisi prima. “Seluruh jalan provinsi harus memenuhi syarat seperti jalan tol. Kualitasnya harus setara dulu,” ucap Dedi.

Selain itu, ia memastikan sistem penagihan tidak akan menghambat laju kendaraan. Pemprov Jabar akan mengadopsi teknologi digital otomatis yang mampu mendeteksi kendaraan tanpa perlu berhenti di gerbang transaksi.

Masih Tahap Kajian Mendalam

Meski terdengar ambisius, Dedi menegaskan kebijakan ini masih dalam tahap kajian akademik. Pemprov Jabar tengah melibatkan berbagai pihak, mulai dari pakar transportasi, akademisi, Dinas Perhubungan, hingga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat.

Wacana jalan berbayar sendiri sebenarnya pernah mencuat di Jawa Barat pada tahun 2017 silam untuk wilayah penyangga Jakarta seperti Depok. Namun, usulan kali ini terasa lebih berani karena mengaitkannya langsung dengan penghapusan kewajiban pajak kendaraan tahunan yang selama ini menjadi beban masyarakat.

Kritik dari Warga

Bagi sebagian warga, kebijakan tersebut dinilai berpotensi menambah beban ekonomi harian, terutama bagi pekerja yang setiap hari bergantung pada jalan arteri untuk mobilitas kerja.

Yasa (26), seorang warga Bandung, mengatakan bahwa kebijakan ini bisa membuat pengeluaran semakin bengkak. “Kalau dari saya kurang setuju sih ya. Pengeluaran pasti akan lebih bengkak, apalagi itu jalan arteri di Kota Bandung yang sangat sering dilalui,” ujarnya.

Senada dengan Yasa, pegawai swasta Kurnia (36) juga mempertanyakan urgensi munculnya wacana tersebut. Menurut dia, selama ini Dedi Mulyadi kerap menyampaikan bahwa pembangunan jalan provinsi akan tetap berjalan dan anggaran telah tersedia.

“Urgensinya apa kalau jalan provinsi jadi berbayar? Selama ini Kang Dedi selalu bilang jalan provinsi akan dibangun, uangnya ada dan masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Perspektif Mahasiswa

Sementara itu, mahasiswa asal Bandung, Fikri (19), menilai kebijakan tersebut tidak bisa diputuskan terburu-buru. Ia menyebut, pemerintah harus lebih dulu mengukur manfaat dan dampak sosial-ekonominya bagi masyarakat.

“Harus ada kajian yang mendalam dulu. Apakah kebijakan ini benar-benar memberi dampak positif atau justru lebih banyak mudaratnya,” kata Fikri.

Menurut dia, masyarakat pada dasarnya akan menerima kebijakan baru selama manfaatnya jelas dan tidak memberatkan. Namun jika biaya melintasi jalan berbayar justru lebih mahal dibanding kewajiban pajak kendaraan saat ini, maka kebijakan itu dinilai tidak efektif.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China

15 October 2026

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026

Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?