Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: Kewaspadaan Global dan Informasi Terkini
Pandemi hantavirus yang menyerang kapal pesiar MV Hondius memicu kekhawatiran publik setelah dilaporkan menyebabkan kematian beberapa orang. Dugaan penularan antar manusia juga muncul, namun otoritas kesehatan Amerika Serikat dan Indonesia memberikan penjelasan bahwa penularan virus ini tidak mudah seperti virus pernapasan lainnya.
Penularan Hantavirus: Apakah Mudah?
Hantavirus bukanlah patogen baru, dan penyebarannya tidak mudah. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hanya satu jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia, yaitu virus Andes. Namun, proses penularannya sangat sulit terjadi.
David Fitter, Direktur Divisi Kesehatan Migrasi Global CDC, menjelaskan bahwa penularan virus Andes melalui kontak dekat dengan cairan tubuh, pernapasan, atau berbagi barang pribadi secara intim seperti sikat gigi. Hal ini sangat berbeda dengan virus pernapasan seperti Covid-19 atau influenza.
Kronologi Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius
Kasus bermula dari munculnya klaster penyakit pernapasan akut di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde. Virus yang teridentifikasi adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dari strain Andes, yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi.
World Health Organization (WHO) mengonfirmasi tujuh kasus infeksi dengan tiga kematian. Hingga 10 Mei 2026, laporan otoritas kesehatan Inggris mencatat total delapan kasus, termasuk enam kasus konfirmasi dan dua probable dengan case fatality rate (CFR) sebesar 37,5 persen.
Kapal tersebut membawa 149 penumpang dari 23 negara dan tiba di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu (10/5). Setelah evakuasi dilakukan, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat menyebut satu dari 17 warga Amerika yang dievakuasi menunjukkan gejala ringan paparan hantavirus. Sementara satu orang lainnya dinyatakan positif terinfeksi varian Andes.
Media NBC melaporkan pesawat evakuasi mendarat di Nebraska. University of Nebraska Medical Center kemudian menyatakan satu pasien positif terinfeksi virus, namun tidak menunjukkan gejala.
Perbedaan Jenis Hantavirus di Indonesia
Menurut Kementerian Kesehatan RI, kasus di kapal pesiar berbeda dengan hantavirus yang ditemukan di Indonesia. HPS banyak ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. Sementara itu, kasus hantavirus di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang telah ditemukan sejak 1991 dengan strain Seoul virus.
Andi Saguni, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti penularan antar manusia untuk tipe HFRS yang ditemukan di Asia dan Indonesia.
Kelompok yang Memiliki Risiko Tinggi
Menurut Kemenkes, penularan hantavirus lebih sering terjadi melalui paparan tikus atau rodensia, baik dari urin, feses, air liur, gigitan, maupun debu yang terkontaminasi. Beberapa kelompok yang rentan antara lain:
- Petugas kebersihan dan pengangkut sampah
- Petani
- Pekerja bangunan lama
- Warga di daerah banjir
- Orang yang sering melakukan aktivitas luar ruang seperti berkemah
Situasi di Indonesia
Kemenkes menyatakan Indonesia belum pernah melaporkan kasus HPS seperti yang terjadi di MV Hondius. Sejak 2024 hingga 2026, Indonesia hanya mencatat 23 kasus HFRS dan belum ditemukan kasus penularan dari manusia ke manusia.
Penelitian Rikhus Vektora sebelumnya memang menemukan virus hanta pada tikus dan celurut di 29 provinsi, tetapi hingga saat ini belum ada bukti transmisi luas ke manusia di Indonesia.
Kemenkes juga menerima notifikasi terkait seorang warga negara asing berinisial KE (60) yang berdomisili di Jakarta Pusat dan sempat satu penerbangan dengan pasien kasus kedua yang meninggal dunia. Namun, hasil tes PCR pasien tersebut dinyatakan negatif.
Cara Mencegah Penularan Hantavirus
Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus maupun area yang berpotensi terkontaminasi. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Menjaga rumah dan lingkungan tetap bersih
- Menutup akses masuk tikus ke rumah
- Menghindari kontak langsung dengan urin atau kotoran tikus
- Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor
- Tidak bermain di area banjir yang berisiko tercemar
- Menjaga makanan agar tidak terpapar tikus
Andi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap banjir sebagai tempat bermain karena berisiko menularkan berbagai penyakit.
Kesimpulan
Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memang menimbulkan kewaspadaan global karena melibatkan strain Andes yang dalam kondisi tertentu dapat menular antar manusia. Namun, otoritas kesehatan menegaskan penularannya sangat sulit terjadi dan membutuhkan kontak erat dengan cairan tubuh penderita.
Di Indonesia sendiri, hingga kini belum ditemukan kasus HPS maupun penularan antar manusia. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan tikus, terutama di wilayah rawan banjir dan sanitasi buruk.



