Dukun Ghana dan Klaim Ritual yang Menghebohkan Piala Dunia 2026
Seorang dukun asal Ghana, Nana Kwaku Bonsam, kembali menjadi perbincangan setelah mengklaim telah mencabut “kutukan” terhadap kapten timnas Inggris, Harry Kane, menjelang pertandingan antara Inggris dan Ghana di Grup L Piala Dunia 2026. Klaim ini muncul setelah Inggris ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana dalam laga yang berlangsung di Boston, Rabu (24/6/2026).
Pada pertandingan tersebut, Kane gagal mencetak gol meski memiliki peluang emas pada akhir pertandingan. Sundulan Nico O’Reilly membentur tiang gawang, dan bola liar jatuh tepat di hadapan Kane. Namun, striker Bayern Munchen itu gagal memaksimalkan peluang dengan tendangannya melambung di atas mistar.
Padahal, Kane tampil impresif pada laga pembuka dengan mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Kroasia 4-2. Penampilan tersebut sejalan dengan prediksi dari seorang penggemar sepak bola, Gigih, yang menilai Inggris akan melaju mulus di fase grup.
Namun, ketajaman Kane menghilang saat menghadapi Ghana. Sang kapten gagal membawa Inggris memecah kebuntuan sehingga laga berakhir dengan skor 0-0. Momen tersebut kemudian dikaitkan dengan klaim Bonsam yang sebelumnya mengaku telah melakukan ritual spiritual agar Kane gagal mencetak gol ke gawang Ghana.
Meski demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa klaim tersebut memiliki hubungan dengan hasil pertandingan. Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya setelah pertandingan, Bonsam mengatakan bahwa dirinya kini telah “membebaskan” Kane dari kutukan tersebut. Ia juga menyatakan akan melepaskan Kane agar pada pertandingan berikutnya dia bisa mencetak gol.
Dalam video tersebut, ia juga tampak melakukan serangkaian ritual sambil memegang beberapa benda yang diklaim berkaitan dengan praktik spiritualnya. Sebelum laga melawan Inggris, Bonsam sempat menyatakan secara terbuka bahwa ia menggunakan kekuatan spiritual untuk menghentikan Kane mencetak gol. Meski begitu, ia menegaskan tidak berniat mencederai sang pemain.
“Saya hanya ingin menghentikannya bermain baik melawan negara saya. Saya tidak berharap dia mengalami cedera serius. Saya hanya melakukan tugas saya untuk membantu Ghana,” ucapnya sebelum pertandingan.
Klaim Bonsam terhadap Kane juga memancing reaksi dari paranormal terkenal, Uri Geller. Ia menyatakan siap “melindungi” Kane dari segala bentuk gangguan spiritual dengan mengirimkan energi positif sebelum pertandingan berlangsung.
“Saya akan membatalkannya. Saya akan menggunakan seluruh kekuatan dan energi yang saya miliki untuk menghalau getaran negatif agar tidak mengenai Harry Kane,” kata Geller.
Di sisi lain, kisah mengenai ritual supranatural juga sempat menjadi perbincangan di kubu Ghana setelah salah satu suporternya viral saat melakukan ritual di tribun dalam laga melawan Panama. Suporter tersebut terlihat bernyanyi, menunjuk ke langit, dan meniupkan bubuk ke udara ketika skor masih imbang. Tak lama berselang, Caleb Yirenkyi mencetak gol kemenangan Ghana pada menit ke-95, memicu berbagai spekulasi di media sosial mengenai keterkaitan ritual tersebut dengan hasil pertandingan.
Meskipun berbagai klaim supranatural terus menjadi bahan perbincangan, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ritual atau kutukan tersebut benar-benar memengaruhi jalannya pertandingan. Namun, kisah-kisah semacam ini tetap menjadi warna tersendiri dalam atmosfer Piala Dunia 2026.
Harry Kane kini akan mengalihkan fokusnya ke laga pamungkas Grup L melawan Panama yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/6/2026) pukul 04.00 WIB. Inggris yang telah mengoleksi empat poin hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Berkomentar tentang hal tersebut, Harry Kane berharap Inggris dapat bangkit dan terus melaju hingga babak final. “Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Masih ada enam pertandingan lagi, dan mudah-mudahan masih banyak pertandingan yang harus dimainkan,” tegas Harry Kane.
Nana Kwaku Bonsam memang bukan sosok baru dalam dunia sepak bola. Ia sebelumnya pernah mengklaim bertanggung jawab atas cedera lutut Cristiano Ronaldo menjelang Piala Dunia 2014, ketika Ghana berada satu grup dengan Portugal. Saat itu, Bonsam mengatakan telah melakukan ritual agar Ronaldo tidak dapat tampil maksimal. Meski demikian, Ronaldo tetap bermain di turnamen tersebut dan bahkan mencetak satu gol saat Portugal mengalahkan Ghana 2-1 pada fase grup.



