Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 26 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»KPK Kumpulkan Bukti Keterlibatan Bos Maktour dalam Kasus Korupsi Haji
Hukum

KPK Kumpulkan Bukti Keterlibatan Bos Maktour dalam Kasus Korupsi Haji

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 June 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

KPK Terus Selidiki Dugaan Keterlibatan Fuad Hasan Masyhur dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji tahun 2023–2024. Saat ini, Fuad masih berstatus sebagai saksi karena bukti yang dikumpulkan belum cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Penyidikan Berlangsung Aktif

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa penyidik masih bekerja keras untuk melengkapi kecukupan alat bukti sebelum mengubah status hukum pihak-pihak yang terlibat. “Untuk Saudara F ya, petinggi dari Maktour saat ini yang bersangkutan itu sebagai saksi keterangan-keterangan. Jadi kita memang masih mengumpulkan bukti-buktinya. Jadi setiap bukti yang mengarah kepada seseorang nanti akan dikumpulkan dan kita akan mengkaji. Jadi sampai dengan hari ini, kelengkapan atau kecukupan alat buktinya belum cukup yang bersangkutan untuk dinaikkan menjadi tersangka,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

Peran Fuad dalam Kasus Korupsi

Fuad Hasan Masyhur tidak hanya sebagai pemilik tunggal dari Maktour Travel, tetapi juga memegang posisi strategis sebagai Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU). Mengingat perannya yang sentral dalam lobi-lobi asosiasi travel, Fuad sempat dicegah bepergian ke luar negeri oleh pihak KPK demi kelancaran proses penyidikan, meskipun masa cegah tersebut telah berakhir.

Dugaan keterlibatan pihak Maktour dalam pusaran kasus ini ternyata tidak hanya sebatas pada manipulasi alokasi kuota, tetapi juga mengarah pada tindak pidana perintangan penyidikan (obstruction of justice). Tim penyidik KPK telah menemukan fakta adanya upaya sistematis dari pihak Maktour untuk memusnahkan dokumen vital, termasuk manifes penerimaan kuota haji, dengan cara dibakar oleh staf perusahaan pasca-penggeledahan pada Agustus 2025 lalu.

Tindakan Pemusnahan Dokumen Vital

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa instruksi pemusnahan jejak dokumen penting tersebut diduga kuat tidak dilakukan atas inisiatif staf biasa, melainkan berasal langsung dari level pimpinan perusahaan travel haji khusus tersebut. “Ya diduga dari informasi yang didapatkan penyidik, dugaan penghilangan barang bukti ya dilakukan oleh pihak-pihak MK Tour [Maktour Travel]. Tentu petingginya begitu ya,” kata Budi.

Nama Fuad Sering Muncul dalam Kasus

Nama Fuad Hasan Masyhur berulang kali muncul dalam konstruksi perkara yang dibeberkan secara resmi oleh KPK pada Maret 2026. Bersama dengan Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham, yang kini telah berstatus tersangka, Fuad diduga kuat menginisiasi rangkaian pertemuan krusial dengan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Pertemuan tersebut ditengarai bertujuan untuk melobi Kementerian Agama agar memberikan jatah kuota haji khusus tambahan yang jauh melampaui batas legal 8 persen sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Pelanggaran Aturan dan Kerugian Negara

Manuver lobi ini pada akhirnya berujung pada terbitnya aturan sepihak terkait pembagian kuota tambahan sebesar 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus tanpa melewati prosedur antrean yang sah. Praktik culas yang diduga dimotori oleh bos Maktour ini memberikan celah bagi perusahaan-perusahaan travel yang berafiliasi untuk menjual paket haji khusus percepatan (T0), yang menghasilkan keuntungan finansial ilegal bernilai puluhan miliar rupiah.

KPK Siap Menjerat Pihak Lain

Dengan rentetan temuan permulaan tersebut, KPK berjanji akan terus mematangkan analisis dari bukti-bukti penggeledahan dan keterangan saksi. Jika dua alat bukti yang sah terpenuhi, KPK memastikan tidak akan ragu untuk menjerat pihak-pihak lain yang terbukti menjadi otak di balik skandal yang mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga Rp 622 miliar ini.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?