Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 18 Juni 2026
Trending
  • 50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker
  • Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai
  • Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM
  • 6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain
  • Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya
  • Persija Umumkan Pelatih Baru Hari Ini, Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza
  • Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Apa Itu Shrinkflation? Dampaknya pada Pembelian Konsumen
Ekonomi

Apa Itu Shrinkflation? Dampaknya pada Pembelian Konsumen

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Apa Itu Shrinkflation dan Bagaimana Dampaknya bagi Konsumen?

Pernah merasa produk favorit di rumah jadi lebih cepat habis meski harganya tidak berubah? Banyak konsumen menganggap hal itu sekadar perasaan, padahal beberapa produk memang mengalami pengurangan isi tanpa disadari pembeli. Situasi ini dikenal sebagai shrinkflation, yakni strategi ketika ukuran atau jumlah produk dikurangi, tetapi harga jualnya tetap dipertahankan.

Strategi ini kini makin sering ditemukan pada berbagai produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan ringan hingga minuman kemasan. Tanpa disadari, shrinkflation bisa membuat konsumen mengeluarkan lebih banyak uang untuk jumlah produk yang lebih sedikit. Lalu, apa sebenarnya shrinkflation dan bagaimana dampaknya bagi konsumen saat berbelanja? Simak penjelasannya sampai habis, ya!

Ukuran Produk Mengecil Tanpa Banyak Disadari Konsumen

Pernah merasa isi camilan favorit jadi lebih cepat habis dibanding biasanya? Hal itu bisa terjadi karena beberapa produsen diam-diam mengurangi isi produk tanpa mengubah harga jualnya. Kemasan produk umumnya tetap dibuat mirip agar perubahan ukuran tidak terlalu terlihat oleh konsumen.

Langkah ini sering dipilih perusahaan untuk menjaga harga jual tetap stabil di tengah meningkatnya biaya bahan baku, produksi, dan distribusi. Akibatnya, konsumen tanpa sadar harus membayar nominal yang sama untuk isi produk yang lebih sedikit dibanding sebelumnya. Oleh sebab itu, penting untuk lebih teliti memeriksa berat bersih atau jumlah isi produk agar tidak mudah tertipu tampilan kemasan yang terlihat tetap sama.

Shrinkflation Membuat Pengeluaran Belanja Terasa Lebih Boros

Tidak sedikit orang mulai merasa pengeluaran bulanan semakin membengkak meski daftar belanja yang dibeli masih sama seperti biasanya. Salah satu penyebabnya adalah shrinkflation, yakni saat ukuran atau jumlah produk dikurangi sehingga konsumen perlu membeli produk lebih sering dari biasanya. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa diam-diam membuat pengeluaran kebutuhan sehari-hari terasa semakin besar.

Produk sehari-hari seperti kopi, susu, mi instan, hingga makanan ringan termasuk yang sering dikaitkan dengan fenomena ini. Konsumen akhirnya mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan jumlah produk yang sama seperti sebelumnya. Supaya lebih hemat, cobalah membandingkan harga berdasarkan berat atau volume asli produk, bukan hanya melihat harga kemasan.

Kemasan Menarik Sering Membuat Perubahan Isi Produk Luput Diperhatikan

Sekilas, banyak produk masih terlihat sama seperti biasanya meski isi di dalamnya telah berkurang. Produsen biasanya tetap menggunakan tampilan kemasan yang serupa supaya pengurangan isi produk tidak terlalu terlihat oleh konsumen saat berbelanja. Bahkan, beberapa merek sengaja membuat kemasan tampak lebih tinggi atau tebal supaya produk tetap terlihat penuh dan mengesankan isinya tidak berubah.

Strategi visual seperti ini sering membuat pembeli fokus pada tampilan dibanding mengecek detail informasi produk. Akibatnya, konsumen bisa terus membeli produk yang sama tanpa sadar mendapatkan isi lebih sedikit. Agar lebih teliti, biasakan memeriksa keterangan berat bersih atau netto yang tercantum pada kemasan sebelum membeli.

Shrinkflation Tidak Hanya Terjadi pada Makanan Ringan

Shrinkflation ternyata tidak hanya terjadi pada makanan ringan atau minuman kemasan yang sering dibeli sehari-hari. Sejumlah produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun, deterjen, hingga tisu juga mulai mengalami penyusutan ukuran secara perlahan. Dalam beberapa kasus, jumlah isi, volume cairan, atau lembar produk dikurangi tanpa banyak disadari konsumen.

Karena perubahan dilakukan secara bertahap, banyak konsumen tidak langsung menyadari perbedaannya. Kondisi ini membuat masyarakat merasa kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mahal dari biasanya. Oleh sebab itu, membandingkan ukuran produk lama dan baru bisa membantu konsumen lebih bijak saat berbelanja.

Shrinkflation Bisa Memengaruhi Kepercayaan Konsumen Terhadap Merek

Tidak sedikit konsumen merasa tertipu saat menyadari produk favoritnya kini berisi lebih sedikit tanpa informasi yang jelas. Strategi ini kerap dianggap kurang jujur karena harga tetap dipasang sama meski jumlah produk diam-diam dikurangi. Jika terus terjadi, kondisi tersebut bisa membuat kepercayaan konsumen terhadap sebuah merek perlahan memudar.

Di media sosial, tidak sedikit pembeli yang mulai membandingkan ukuran produk lama dan baru sebagai bentuk protes. Respons tersebut menunjukkan bahwa konsumen sekarang semakin peka dan lebih memperhatikan perubahan pada produk yang mereka gunakan sehari-hari. Karena itu, perusahaan perlu menjaga komunikasi yang lebih terbuka agar loyalitas pelanggan tetap terjaga.

Konsumen Perlu Lebih Cermat Agar Tidak Dirugikan Saat Berbelanja

Shrinkflation sering kali luput dari perhatian karena perubahan pada isi produk dilakukan secara bertahap dan tidak terlalu mencolok. Meski begitu, konsumen tetap bisa meminimalkan dampaknya dengan menjadi pembeli yang lebih cermat dan kritis saat berbelanja. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah membandingkan harga berdasarkan berat atau volume produk, bukan hanya melihat tampilan kemasannya.

Selain itu, konsumen juga bisa mencoba produk alternatif yang menawarkan isi lebih banyak dengan harga serupa. Kebiasaan kecil seperti mengecek label netto dapat membantu pengeluaran tetap lebih terkontrol dalam jangka panjang. Dengan memahami shrinkflation, konsumen bisa berbelanja lebih cerdas dan tidak mudah terkecoh oleh tampilan kemasan.

Shrinkflation menjadi fenomena yang makin sering ditemui dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari makanan ringan hingga kebutuhan rumah tangga. Meski terlihat sepele, pengurangan isi produk tanpa perubahan harga bisa membuat pengeluaran belanja terasa lebih besar jika tidak disadari. Karena itu, jangan lupa lebih teliti saat belanja supaya dompet tetap aman dan gak gampang terkecoh kemasan, ya!

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026

5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik

13 Juni 2026

XLSMART Siap Gelar BRAVO 500 Summit 2026

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

13 Juni 2026

Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker

13 Juni 2026

Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai

13 Juni 2026

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?