Kehidupan yang Penuh Tekanan dan Ancaman
Nur Rohmah, asisten rumah tangga (ART) baru Rien Wartia Trigina atau Erin, kini menjadi sorotan setelah kabur dari rumah mantan istri Andre Taulany itu. Kejadian ini terjadi setelah dia bekerja selama sebulan di rumah tersebut.
Kaburnya Nur Rohmah terjadi pada malam takbiran, setelah pulang dari pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan. Ia mengaku trauma dan takut dengan ancaman-ancaman yang diterimanya. Bahkan, ia dipaksa menjadi saksi dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Erin.
“Kaburnya pas malam takbiran, pas pulang dari pemeriksaan di Polres. Saya pulang dari sana, subuhnya saya kabur. Habis salat subuh,” ujar Nur Rohmah didampingi suaminya Rahmat.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk kabur muncul karena tekanan yang terus-menerus. “Saya trauma, saya takut kayak tertekan gitu. Takut ancaman-ancaman gitu makanya saya kabur,” tambahnya.
Proses Kabur yang Menegangkan
Nur mengingat bagaimana upayanya untuk meninggalkan rumah tiga lantai itu. Ia memanjat pagar yang tingginya lebih dari dua meter. “Manjat pagar. Soalnya waktu itu jam 5 subuh. Sebenarnya waktu itu enggak ada niatan buat kabur lagi karena kan sebelumnya udah kabur, tapi cuman gagal ditangkap sama security,” jelasnya.
Setelah salat subuh, ia melihat ke jendela dan melihat security sedang tidur. “Makanya saya keluar pakai sepatu, terus manjat pagar yang ada pohon mangganya itu,” tambahnya.
Ibu satu anak ini mengaku sempat terpeleset karena hujan semalaman. “Saya sempet jatuh juga karena terpeleset, karena habis hujan juga. Jadi saya kabur lewatin beberapa pos satpam, terus saya ke jalan raya.”
Pengakuan tentang Ancaman dan Ketakutan
Nur mengungkapkan bahwa keberaniannya melarikan diri dipicu oleh kondisi orang tua yang sakit. “Ya dengar orangtua sakit, saya enggak bisa soalnya. Enggak tenang. Di sana juga kan ada tekanan-tekanan kayak gitu,” katanya sembari menangis.
Selain itu, HP Nur disita oleh Erin agar tidak berkomentar soal kasus yang sedang bergulir. Setelah dipaksa menjadi saksi, Nur mengaku takut keluar dari rumah. “Sekarang kalau misalkan untuk keluar jauh belum (berani). Kalau yang dekat kayak warung gitu sama orang tua udah,” jelasnya.
Suaminya, Rahmat, menjelaskan bahwa Erin mengancam akan melaporkan Nur dengan pencemaran nama baik. “Karena pencemaran nama baik katanya. Saya mau dilaporin pencemaran nama baik. Udah gitu aja Bu Erin bilangnya,” kata Rahmat.
Perhatian dari Tessa Mariska
Pedangdut senior Tessa Mariska turut menyampaikan pendapatnya tentang kejadian ini. Ia menyoroti aksi Nur Rohmah yang mendadak bungkam saat memberikan kesaksian di Polres Metro Jakarta Selatan.
Tessa menyindir kondisi Nur yang terlihat baik-baik saja meskipun keluarga mengaku hilang kontak selama 10 hari. “Tapi itu kok baik-baik aja. Apakah ada gini-gini (uang),” ujarnya.
Ia juga menduga bahwa Erin segaja memberikan ‘uang tutup mulut’ kepada ART barunya. “Tapi kalau mbaknya memang mau bersaksi ya nggak apa-apa, nggak usah kabur-kaburan juga, Mbak. Ngapain sih kabur-kaburan? Biasa aja.”
Kesimpulan
Peristiwa ini menunjukkan betapa beratnya tekanan yang dialami oleh para ART, terutama ketika mereka terlibat dalam kasus hukum yang sedang berlangsung. Nur Rohmah adalah salah satu contoh nyata dari situasi yang sangat rentan dan penuh ketakutan. Dengan adanya ancaman dan tekanan dari majikan, banyak ART yang merasa tidak aman dan akhirnya memilih untuk kabur.



