Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 Juli 2026
Trending
  • Festival Mode JF3 2026 Hadirkan Lebih dari 50 Desainer Nasional dan Eropa
  • Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Senin sore, status masih siaga
  • Mobil Keluarga 7 Penumpang, Harga Suzuki Ertiga GX 2013 Bekas Ini Cuma Segini
  • Volume earphone tinggi, bahaya untuk pendengaran?
  • Dulu putus sekolah karena ekonomi, petani muda Belitung Timur raih paket C di usia 20 tahun
  • Perkom KPK: Laporan Amplop Kuansing Bisa Gugur Jika Terkait Korupsi
  • Luncurkan Salak, Disdukcapil Teluk Bintuni Mudahkan Pelayanan
  • Kontroversi Balogun dan Nasib Amerika, Pelajaran Berharga bagi Trump
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Kontroversi Balogun dan Nasib Amerika, Pelajaran Berharga bagi Trump
Olahraga

Kontroversi Balogun dan Nasib Amerika, Pelajaran Berharga bagi Trump

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juli 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kemenangan Belgia Mengakhiri Kontroversi yang Mengiringi Laga Piala Dunia 2026

Pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, timnas Belgia berhasil mengalahkan Amerika Serikat dengan skor telak 4-1. Hasil ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi Belgia, tetapi juga menjadi jawaban atas berbagai kontroversi yang mengiringi laga tersebut.

Kontroversi terjadi setelah Folarin Balogun, penyerang Amerika Serikat, menerima kartu merah dalam pertandingan sebelumnya melawan Bosnia. Berdasarkan regulasi FIFA, Balogun seharusnya dilarang bermain dalam pertandingan kontra Belgia. Namun, hanya sehari sebelum pertandingan, FIFA secara mengejutkan memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut.

Peran Donald Trump dalam keputusan tersebut menjadi sorotan utama. Presiden Amerika Serikat itu dikabarkan telah berbicara langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dan meminta agar hukuman Balogun ditinjau ulang. Trump kemudian mengakui hal ini saat menemui wartawan sebelum pertandingan.

” saya berbicara dengan Gianni Infantino dan seluruh rakyat Amerika ingin melihat pemain itu tampil, saya hanya meminta keputusan yang adil,” ujar Trump.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu kritik dari berbagai pihak karena dinilai membuka ruang adanya tekanan politik terhadap keputusan yang seharusnya sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA. Asosiasi Sepak Bola Belgia bahkan mengajukan protes resmi terkait kelayakan Balogun tampil pada hari pertandingan, tetapi keberatan tersebut langsung ditolak FIFA.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, juga menyindir keputusan tersebut saat konferensi pers sebelum pertandingan. “Sepertinya 5 Juli (waktu Amerika) adalah April Mop di Piala Dunia,” ujar Rudi Garcia.

Performa Impresif Belgia Mengalahkan Kontroversi

Alih-alih terpancing oleh polemik yang berkembang, Belgia memilih memberikan jawaban melalui performa mereka sepanjang pertandingan. Balogun yang akhirnya dapat dimainkan bersama Christian Pulisic justru gagal memberikan dampak signifikan setelah berhasil diredam rapat oleh lini belakang Belgia.

Sebaliknya, Belgia tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang sehingga mampu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah. Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor sempurna Belgia menjadi tujuh kemenangan beruntun atas Amerika Serikat dalam seluruh pertemuan kedua tim.

Lolosnya Belgia juga mengantarkan Kevin De Bruyne dan kolega menghadapi Spanyol pada babak perempat final Piala Dunia 2026.

AFP menilai hasil pertandingan itu menjadi jawaban paling telak atas seluruh kontroversi yang mengiringi laga sejak sebelum sepak mula. “Pertandingan yang dibayangi kontroversi pemanggilan kembali Balogun sebelum laga berakhir dengan penampilan dominan Belgia,” tulis AFP.

Pada akhirnya, Belgia menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola tidak dimenangkan lewat tekanan politik ataupun campur tangan dari luar lapangan. Tapi sepak bola dimenangkan melalui kualitas permainan, disiplin taktik, dan efektivitas dalam memanfaatkan setiap peluang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hasil AS vs Belgia: De Ketelaere Heboh, Setan Merah Hadapi Spanyol di Perempat Final

10 Juli 2026

Portugal Cari Pelatih Baru, Quaresma Minta Evaluasi Besar, Ronaldo Tanggapi Jorge Jesus

9 Juli 2026

Van Basty Sousa Masuk Radar Borneo FC

9 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Festival Mode JF3 2026 Hadirkan Lebih dari 50 Desainer Nasional dan Eropa

10 Juli 2026

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Senin sore, status masih siaga

10 Juli 2026

Mobil Keluarga 7 Penumpang, Harga Suzuki Ertiga GX 2013 Bekas Ini Cuma Segini

10 Juli 2026

Volume earphone tinggi, bahaya untuk pendengaran?

10 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?