Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 16 September 2026
Trending
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
  • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
  • Prediksi skor Al Faisaly vs Al Ittihad di Liga Arab Saudi: Kans The Tigers taklukkan tuan rumah
  • Masih lanjut! 14 promo 9.9 kuliner favorit yang masih berlaku, ada PHD hingga HokBen
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Kontroversi Balogun dan Nasib Amerika, Pelajaran Berharga bagi Trump
Olahraga

Kontroversi Balogun dan Nasib Amerika, Pelajaran Berharga bagi Trump

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juli 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kemenangan Belgia Mengakhiri Kontroversi yang Mengiringi Laga Piala Dunia 2026

Pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, timnas Belgia berhasil mengalahkan Amerika Serikat dengan skor telak 4-1. Hasil ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi Belgia, tetapi juga menjadi jawaban atas berbagai kontroversi yang mengiringi laga tersebut.

Kontroversi terjadi setelah Folarin Balogun, penyerang Amerika Serikat, menerima kartu merah dalam pertandingan sebelumnya melawan Bosnia. Berdasarkan regulasi FIFA, Balogun seharusnya dilarang bermain dalam pertandingan kontra Belgia. Namun, hanya sehari sebelum pertandingan, FIFA secara mengejutkan memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut.

Peran Donald Trump dalam keputusan tersebut menjadi sorotan utama. Presiden Amerika Serikat itu dikabarkan telah berbicara langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dan meminta agar hukuman Balogun ditinjau ulang. Trump kemudian mengakui hal ini saat menemui wartawan sebelum pertandingan.

” saya berbicara dengan Gianni Infantino dan seluruh rakyat Amerika ingin melihat pemain itu tampil, saya hanya meminta keputusan yang adil,” ujar Trump.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu kritik dari berbagai pihak karena dinilai membuka ruang adanya tekanan politik terhadap keputusan yang seharusnya sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA. Asosiasi Sepak Bola Belgia bahkan mengajukan protes resmi terkait kelayakan Balogun tampil pada hari pertandingan, tetapi keberatan tersebut langsung ditolak FIFA.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, juga menyindir keputusan tersebut saat konferensi pers sebelum pertandingan. “Sepertinya 5 Juli (waktu Amerika) adalah April Mop di Piala Dunia,” ujar Rudi Garcia.

Performa Impresif Belgia Mengalahkan Kontroversi

Alih-alih terpancing oleh polemik yang berkembang, Belgia memilih memberikan jawaban melalui performa mereka sepanjang pertandingan. Balogun yang akhirnya dapat dimainkan bersama Christian Pulisic justru gagal memberikan dampak signifikan setelah berhasil diredam rapat oleh lini belakang Belgia.

Sebaliknya, Belgia tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang sehingga mampu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah. Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor sempurna Belgia menjadi tujuh kemenangan beruntun atas Amerika Serikat dalam seluruh pertemuan kedua tim.

Lolosnya Belgia juga mengantarkan Kevin De Bruyne dan kolega menghadapi Spanyol pada babak perempat final Piala Dunia 2026.

AFP menilai hasil pertandingan itu menjadi jawaban paling telak atas seluruh kontroversi yang mengiringi laga sejak sebelum sepak mula. “Pertandingan yang dibayangi kontroversi pemanggilan kembali Balogun sebelum laga berakhir dengan penampilan dominan Belgia,” tulis AFP.

Pada akhirnya, Belgia menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola tidak dimenangkan lewat tekanan politik ataupun campur tangan dari luar lapangan. Tapi sepak bola dimenangkan melalui kualitas permainan, disiplin taktik, dan efektivitas dalam memanfaatkan setiap peluang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

31 Agustus 2026

Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

31 Agustus 2026

Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!

16 September 2026

6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi

16 September 2026

Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?