Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 20 April 2026
Trending
  • Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat
  • 5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams
  • Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026
  • SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan
  • TAUD Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
  • 6 Perbedaan Penting Ninja Van dan Ninja Xpress yang Wajib Diketahui
  • WhatsApp Harus Dibuka Dulu? Ini Penyebabnya
  • Jadwal MotoGP Spanyol 2026 dan Pujian Quartararo untuk Toprak, Cek Moto3 VedaEga-Mario Aji
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kakek di Lubuklinggau Tewas Dengan 13 Luka Tusukan, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa
Hukum

Kakek di Lubuklinggau Tewas Dengan 13 Luka Tusukan, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kakek Tewas Ditikam 13 Kali di Rumah Sendiri

Korban tewas dalam kejadian penusukan yang terjadi di rumahnya sendiri, Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kakek Sutrisno (60) meninggal dunia setelah menerima 13 tusukan dari pelaku bernama Noval. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (11/1/2026) pagi, dan mengejutkan seluruh warga sekitar.

Pelaku Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan

Pelaku, yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, berhasil ditangkap oleh warga berserta barang bukti senjata tajam. Kejadian ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula saat pelaku menggunakan hoodie hitam menyusup ke dalam rumah korban. Saat itu, korban baru saja pulang dari masjid dan masih mengenakan kain sarung. Korban tidak memiliki hubungan apapun dengan pelaku, bahkan sama sekali tidak saling mengenal.

Kronologi Penusukan

Alex, Ketua RT 05 Kelurahan Megang, menjelaskan bahwa antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. Menurutnya, korban dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah kepada masyarakat. Bahkan, keluarga korban menyatakan bahwa tidak ada musuh yang dimiliki oleh Sutrisno.

Saat kejadian, adik Dimas, salah satu cucu korban yang duduk di bangku SD, membuka terali pintu rumah. Saat itu, suasana masih sepi karena waktu masih pagi. Tiba-tiba, seorang laki-laki menggunakan hoodie hitam muncul di depan rumah. Laki-laki tersebut langsung mengejar adik Dimas, yang kemudian masuk kembali ke dalam rumah.

Melihat hal tersebut, Sutrisno yang sedang di kamar setelah pulang dari masjid langsung keluar. Ia mendengar teriakan dari cucunya dan langsung bergegas keluar kamar. Saat melihat pelaku, Sutrisno langsung mendorongnya dan coba melawan. Namun, pelaku terus menyerang dengan pisau secara membabi buta.

Perlawanan Korban dan Penanganan Warga

Dimas, cucu korban, menjelaskan bahwa kakeknya hanya bisa menendang pelaku, sehingga banyak lukanya di bagian kaki. Setelah melihat kejadian tersebut, Dimas langsung meminta pertolongan warga sekitar.

Warga pun segera merespons, beberapa orang langsung membawa korban ke rumah sakit Ar Bunda untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, sejumlah warga lainnya mengejar pelaku. Akhirnya, pelaku berhasil diamankan beserta senjata tajam yang digunakan dalam penusukan.

Kondisi Korban dan Pengaduan Keluarga

Sutrisno sempat dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian. Meskipun telah diberikan perawatan, kondisi korban tidak membaik dan akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban sangat terkejut dengan kejadian ini, karena korban dikenal baik dan tidak memiliki musuh.

Dari pengakuan keluarga, Sutrisno biasa berada di rumah setelah pulang dari masjid. Pada hari kejadian, ia pulang agak belakangan karena masih bercengkrama dengan para jamaah. Hal ini membuatnya tidak siap dengan serangan yang terjadi.

Kesimpulan

Kejadian penusukan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan aparat setempat. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti alasan pelaku melakukan aksi tersebut dan apakah ada faktor lain yang memicu kejadian ini. Para warga berharap proses penyelidikan dapat segera selesai dan memberikan kejelasan kepada publik.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

TAUD Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

16 April 2026

4 Berita Terkini Sumbar: Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Tewaskan Korban, Hari Pertama WFH ASN Pemprov

16 April 2026

Pria Telantar Dihukum Karena Tidur di Garasi, Pemilik Memaafkannya

16 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat

16 April 2026

5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams

16 April 2026

Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026

16 April 2026

SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan

16 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?