Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 27 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kakek di Lubuklinggau Tewas Dengan 13 Luka Tusukan, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa
Hukum

Kakek di Lubuklinggau Tewas Dengan 13 Luka Tusukan, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kakek Tewas Ditikam 13 Kali di Rumah Sendiri

Korban tewas dalam kejadian penusukan yang terjadi di rumahnya sendiri, Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kakek Sutrisno (60) meninggal dunia setelah menerima 13 tusukan dari pelaku bernama Noval. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (11/1/2026) pagi, dan mengejutkan seluruh warga sekitar.

Pelaku Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan

Pelaku, yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, berhasil ditangkap oleh warga berserta barang bukti senjata tajam. Kejadian ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula saat pelaku menggunakan hoodie hitam menyusup ke dalam rumah korban. Saat itu, korban baru saja pulang dari masjid dan masih mengenakan kain sarung. Korban tidak memiliki hubungan apapun dengan pelaku, bahkan sama sekali tidak saling mengenal.

Kronologi Penusukan

Alex, Ketua RT 05 Kelurahan Megang, menjelaskan bahwa antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. Menurutnya, korban dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah kepada masyarakat. Bahkan, keluarga korban menyatakan bahwa tidak ada musuh yang dimiliki oleh Sutrisno.

Saat kejadian, adik Dimas, salah satu cucu korban yang duduk di bangku SD, membuka terali pintu rumah. Saat itu, suasana masih sepi karena waktu masih pagi. Tiba-tiba, seorang laki-laki menggunakan hoodie hitam muncul di depan rumah. Laki-laki tersebut langsung mengejar adik Dimas, yang kemudian masuk kembali ke dalam rumah.

Melihat hal tersebut, Sutrisno yang sedang di kamar setelah pulang dari masjid langsung keluar. Ia mendengar teriakan dari cucunya dan langsung bergegas keluar kamar. Saat melihat pelaku, Sutrisno langsung mendorongnya dan coba melawan. Namun, pelaku terus menyerang dengan pisau secara membabi buta.

Perlawanan Korban dan Penanganan Warga

Dimas, cucu korban, menjelaskan bahwa kakeknya hanya bisa menendang pelaku, sehingga banyak lukanya di bagian kaki. Setelah melihat kejadian tersebut, Dimas langsung meminta pertolongan warga sekitar.

Warga pun segera merespons, beberapa orang langsung membawa korban ke rumah sakit Ar Bunda untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, sejumlah warga lainnya mengejar pelaku. Akhirnya, pelaku berhasil diamankan beserta senjata tajam yang digunakan dalam penusukan.

Kondisi Korban dan Pengaduan Keluarga

Sutrisno sempat dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian. Meskipun telah diberikan perawatan, kondisi korban tidak membaik dan akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban sangat terkejut dengan kejadian ini, karena korban dikenal baik dan tidak memiliki musuh.

Dari pengakuan keluarga, Sutrisno biasa berada di rumah setelah pulang dari masjid. Pada hari kejadian, ia pulang agak belakangan karena masih bercengkrama dengan para jamaah. Hal ini membuatnya tidak siap dengan serangan yang terjadi.

Kesimpulan

Kejadian penusukan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan aparat setempat. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti alasan pelaku melakukan aksi tersebut dan apakah ada faktor lain yang memicu kejadian ini. Para warga berharap proses penyelidikan dapat segera selesai dan memberikan kejelasan kepada publik.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026

Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?