Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Aksi Sosial Mengharukan, Operasi Katarak Gratis Bantu Warga Melihat Kembali
  • 56 Program Prioritas Pemerintah 2027, Proyek Kendaraan Nasional Masuk Daftar
  • Jaka, Pembunuh Istri Ketujuh yang Pernah Dipenjara 7 Tahun
  • Kekalahan Arema Jadi Pelajaran Berharga PSM Jelang Lawan Persib
  • MC LCC Kalbar Kena Mental, Kecurangan di Balik Layar Terungkap dari Siswa SMAN 1 Pontianak
  • Putin Pilih Gerhard Schröder sebagai Perantara, Respons Beragam dari Jerman dan Gagalnya Gencatan Senjata?
  • Hantavirus Menular dari Orang ke Orang? Ini Cara Penyebaran dan Pencegahannya
  • Gempa Bumi Mengguncang Nusa Tenggara Timur Pagi Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Dari Pelapor Jadi Tersangka, Kasus Pencurian Ponsel di Deli Serdang
Hukum

Dari Pelapor Jadi Tersangka, Kasus Pencurian Ponsel di Deli Serdang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Pencurian Telepon Seluler yang Berubah Menjadi Perkara Hukum Kompleks

Kasus pencurian telepon seluler di Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, berjalan dengan perkembangan yang menarik perhatian publik. Awalnya, dua karyawan konter ponsel dilaporkan sebagai pelaku pencurian. Namun, kasus ini justru membuka isu-isu penting seperti janji kerja yang tidak ditepati, dugaan penyimpangan dalam penegakan hukum, hingga kekerasan yang membuat posisi korban menjadi tersangka.

Awal Perkara

Pemilik toko ponsel, Persada Putra, melaporkan pencurian ke Polsek Pancur Batu. Dua karyawan, Gleen Dito Oppusunggu dan Rizki Kristian Tarigan, datang ke lokasi tersebut setelah melihat lowongan teknisi ponsel di Facebook. Kedua karyawan berasal dari Sidikalang dan dijanjikan sistem bagi hasil 50 persen dari ongkos jasa perbaikan, dibayar mingguan, serta makan dua kali sehari. Namun, janji itu tidak terpenuhi.

Selama dua pekan bekerja, keduanya tidak menerima gaji sesuai kesepakatan. Mereka hanya diberi makan sekali sehari dan uang Rp100 ribu untuk berdua, meskipun omzet jasa perbaikan disebut mencapai Rp2 juta. Kekecewaan dan rasa sakit hati akhirnya memicu tindakan pidana.

Pada 22 September 2025 dini hari, sekitar pukul 02.27 WIB, keduanya masuk ke toko dan mengambil sejumlah unit ponsel. Aksi itu terekam CCTV.

Dari Pelapor Menjadi Tersangka

Persada melaporkan pencurian ke Polsek Pancur Batu. Keesokan harinya, ia mendapat informasi bahwa kedua karyawannya berada di Hotel Crystal, Medan. Bersama tiga rekannya, Persada mendatangi hotel tersebut. Menurut kepolisian, Persada mengenakan jaket ojek daring dan mengaku sebagai petugas Polsek Pancur Batu agar diizinkan masuk.

Dugaan penyamaran ini diperkuat oleh rekaman video dan Berita Acara Pemeriksaan. Di hotel, Gleen dan Rizki tidak langsung dibawa ke kantor polisi. Mereka terlebih dahulu mengalami penganiayaan. Gleen dianiaya di satu kamar, Rizki di kamar lain. Keduanya dijambak, dipiting, dilakban, lalu dibawa ke Polsek Pancur Batu dalam kondisi terikat.

Peristiwa ini dilaporkan balik oleh keluarga Gleen ke Polrestabes Medan pada 26 September 2025 dugaan penganiayaan. Akibatnya, posisi hukum Persada berubah: dari pelapor pencurian menjadi tersangka penganiayaan dan penyamaran sebagai aparat. Tiga rekannya masih dalam pengejaran polisi.

Putusan Pengadilan

Meski demikian, proses hukum terhadap pencurian tetap berjalan. Gleen dan Rizki divonis dua tahun enam bulan penjara berdasarkan Pasal 363 KUHP. Salah satu penadah, Donly Parlindungan Gultom, dijatuhi hukuman satu tahun penjara, sementara penadah lain masih berproses.

Kasus ini kembali menyedot perhatian publik setelah video pengakuan Gleen dan Rizki beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @feedgramindo tersebut, keduanya mengakui pencurian namun menolak kekerasan yang mereka alami. “Kami memang bersalah. Tapi dia bukan pihak berwenang. Tidak pantas menganiaya kami,” ujar mereka.

Polrestabes Medan menegaskan bahwa pencurian dan penganiayaan adalah dua tindak pidana yang berdiri sendiri. Namun, perkara ini memperlihatkan benang merah: sengketa upah yang tidak diselesaikan secara adil dapat berujung pada kejahatan.

Pelajaran Penting

Upaya mengambil keadilan dengan tangan sendiri, apalagi dengan menyaru sebagai aparat, justru membawa konsekuensi hukum lebih berat. Dari sengketa upah, kasus ini menjelma menjadi pelajaran penting tentang batas kuasa, hukum, dan siapa yang berhak menegakkannya.

Kasus ini menunjukkan bahwa ketidakadilan dalam hubungan kerja dapat memicu rangkaian peristiwa kriminal, dan bahwa penegakan hukum harus tetap berada di jalur yang sah agar tidak menambah korban baru.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jaka, Pembunuh Istri Ketujuh yang Pernah Dipenjara 7 Tahun

16 Mei 2026

Saksi Kata: Ironi Murid SD di Konawe Selatan, TNI Belum Ditemukan, Orang Tua Pilih Jalur Viral

16 Mei 2026

Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ

16 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Aksi Sosial Mengharukan, Operasi Katarak Gratis Bantu Warga Melihat Kembali

16 Mei 2026

56 Program Prioritas Pemerintah 2027, Proyek Kendaraan Nasional Masuk Daftar

16 Mei 2026

Jaka, Pembunuh Istri Ketujuh yang Pernah Dipenjara 7 Tahun

16 Mei 2026

Kekalahan Arema Jadi Pelajaran Berharga PSM Jelang Lawan Persib

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?