Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 14 October 2026
Trending
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
  • Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez
  • Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya
  • Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern
  • Waspada Agen AI Liar: Peringatan Keras PM Singapura Lawrence Wong
  • Home Charging vs SPKLU: Mana yang Lebih Ramah di Kantong?
  • Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Cita Loka Fest, Pembuktian Kepala Daerah Sulsel Appi dan Daeng Manye sebagai Teladan Terbaik
Politik

Cita Loka Fest, Pembuktian Kepala Daerah Sulsel Appi dan Daeng Manye sebagai Teladan Terbaik

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 June 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Arah Kepemimpinan Daerah di Indonesia

Arena persaingan kepala daerah mulai berubah. Dulu, fokus utama adalah membangun infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan gedung pemerintahan. Kini, daerah mulai berkompetisi dalam hal yang lebih mendasar: cara melayani manusia. Pesan ini terbaca dari panggung Cita Loka Fest 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Tiga kepala daerah dari Sulawesi Selatan menerima penghargaan dengan tiga inovasi berbeda, namun tujuannya sama: menghadirkan negara lebih dekat kepada rakyat. Mereka adalah Walikota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Maros AS Chaidir Syam, dan Bupati Takalar Daeng Manye.

Daeng Manye dan AS Chaidir Syam hadir langsung di Hotel Aryaduta Menteng Jakarta. Keduanya pulang ke Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis, 25 Juni 2026. Sementara itu, Walikota Makassar Munafri Arifuddin diwakili oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan Irwan Adnan. Mantan Sekda Makassar itu langsung ke bandara pulang ke Makassar pada Rabu malam, 24 Juni 2026, usai mengikuti acara di Hotel Aryaduta Menteng.

Dari total 517 kepala daerah di seluruh Indonesia, termasuk 38 gubernur serta 416 bupati dan 98 walikota, hanya 14 yang menerima penghargaan terbaik dalam Loka Fest 2026. Ketiga kepala daerah tersebut menunjukkan program yang tampak berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Inovasi di Kota Makassar

Makassar hadir melalui Lontara+ (Makassar Super Apps), yang mengantarkan Kota Daeng meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Membangun Pemerintahan yang Terhubung. Di era ketika warga menginginkan pelayanan secepat memesan transportasi daring, pemerintah tidak lagi cukup hanya membuka loket pelayanan. Pemerintah harus hadir dalam genggaman telepon seluler.

Lontara+ menjawab perubahan perilaku masyarakat itu. Digitalisasi tidak lagi dipahami sebagai proyek teknologi semata, melainkan cara baru membangun hubungan antara pemerintah dan warga. Program ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi bisa menjadi alat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Inovasi di Kabupaten Maros

Di tengah masih tingginya tantangan tuberkulosis di Indonesia, SIPAKATAU (Strategi Akselerasi Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis) mengantarkan daerah ini meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Penguatan Masyarakat Sehat dan Berdaya. Nama programnya sendiri menarik. Dalam budaya Bugis-Makassar, sipakatau berarti saling memanusiakan.

Pilihan nama itu menunjukkan bahwa melawan penyakit tidak cukup hanya dengan obat. Ia membutuhkan empati, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat. Tuberkulosis bukan sekadar persoalan medis. Ia adalah persoalan sosial. Karena itu, penyelesaiannya pun harus melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi.

Inovasi di Kabupaten Takalar

Ketiganya bukan sedang berlomba membuat aplikasi. Mereka sedang berlomba menghadirkan pemerintahan yang semakin relevan. CEO Tribunnews, Dahlan Dahi, menyampaikan bahwa para kepala daerah tersebut tidak hanya membuat program, tetapi juga mampu melaksanakannya. Bahkan, mereka mampu menjelaskan program itu dengan baik sehingga dapat direplikasi oleh daerah lain.

Contohnya, AS Chaidir Syam menjelaskan proses penanganan TBC melalui program SIPAKATAU. Dari penjelasan Pak Bupati Maros Chaidir Syam, kita bisa tahu bagaimana upaya pemerintah di Maros menangani TBC. Diawali dengan mendeteksi, karena orang-orang malu mengaku TBC. Cara memastikan seseorang mengidap TBC dan menerima pengakuan mereka sudah menjadi tantangan tersendiri.

Penjelasan Daeng Manye tak kalah memukau. Dari Bupati Takalar, memastikan bahwa digitalisasi harus diawali dari perubahan pola pikir masyarakat. “Dari Pak Bupati Takalar Daeng Manye diperoleh pelajaran bahwa digitalisasi harus diikuti perubahan pola pikir. Sebaik apapun program digitalisasi itu kalau sampai memengaruhi masyarakat juga tidak ada maknanya. Program digitalisasi harus semakin membuat pemerintah semakin mendengar dan memahami serta membuat masyarakat semakin mengerti hidup bernegara dengan baik. Itu pelajaran pentingnya,” jelas Dahlan Dahi.

Refleksi Perjalanan Otonomi Daerah

Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, menyebut penghargaan diberikan setelah melihat inovasi-inovasi daerah yang benar-benar memberikan dampak. “Kami telah mengamati inovasi-inovasi terbaik dan berdampak dari daerah-daerah di Indonesia. Kami menyaksikan bagaimana daerah mampu mengoptimalkan potensi dan menjalankan otonominya. Dari sinilah kami yakin bahwa kekuatan daerah itu nyata adanya,” katanya.

Kalimat itu sesungguhnya menjadi refleksi perjalanan otonomi daerah setelah lebih dari dua dekade berjalan. Ukuran keberhasilan kepala daerah kini mulai bergeser. Bukan semata seberapa besar anggaran yang dibelanjakan. Bukan pula seberapa megah kantor pemerintahan yang dibangun. Melainkan seberapa sederhana warga memperoleh pelayanan.

Cita Loka Fest akhirnya memperlihatkan satu hal. Masa depan pemerintahan bukan lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki sumber daya terbesar. Tetapi oleh siapa yang paling mampu memahami kebutuhan masyarakatnya. Dan pada panggung nasional itu, Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa inovasi terbaik sering kali lahir dari kemampuan mendengar rakyat, bukan sekadar kemampuan mengelola birokrasi.

Itulah sebabnya tiga penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Makassar, Maros, dan Takalar. Ia juga menjadi penanda bahwa arah baru kepemimpinan daerah sedang bergeser: dari membangun kantor pemerintahan menuju membangun pengalaman warga saat berhadapan dengan pemerintah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!

14 October 2026

Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak

14 October 2026

Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez

14 October 2026

Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya

14 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?