Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 27 Juni 2026
Trending
  • Cita Loka Fest, Pembuktian Kepala Daerah Sulsel Appi dan Daeng Manye sebagai Teladan Terbaik
  • Prediksi Piala Dunia 2026: Duel Mbappe vs Haaland, Nasib Belgia dan Empat Laga Penentu Grup
  • Promo Liburan Sekolah 2026: Diskon 15% di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
  • Calon Manajer Kopdes Merah Putih Buka Suara Soal Pengawasan Kesehatan di Brigif 1 Marinir
  • Kematian 3 Peserta, Koalisi Minta Latihan Militer untuk Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Dihentikan
  • Belanja Pegawai APBD Parigi Moutong 2026 Capai 57 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
  • Klasemen Akhir 1-0 Afrika Selatan vs Korea Selatan, Bafana Lolos ke Babak 32 Tim
  • Gojek Perkenalkan Jalan Jajan untuk Wisatawan Libur Sekolah di Jogja
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kematian 3 Peserta, Koalisi Minta Latihan Militer untuk Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Dihentikan
Nasional

Kematian 3 Peserta, Koalisi Minta Latihan Militer untuk Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Dihentikan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik terhadap Latihan Militer dalam Program Koperasi Desa Merah Putih

Koalisi Masyarakat Sipil menyampaikan permintaan untuk menghentikan latihan dasar militer (latsarmil) yang diikuti oleh calon manajer Koperasi Desa Kelurahan (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Permintaan ini muncul setelah Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengkonfirmasi kematian tiga peserta dalam waktu dekat. Ketiga korban tersebut adalah Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Mereka menjalani latsarmil di tiga satuan pendidikan berbeda, yaitu Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, dan Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra menegaskan bahwa pelatihan dasar kemiliteran dalam program koperasi desa merah putih seharusnya dihentikan, termasuk agenda-agenda militerisasi sipil lainnya.

Investigasi dan Penegakan Hukum

Selain meminta penghentian pelatihan, Koalisi Masyarakat Sipil juga melakukan investigasi dan penegakan hukum. Ardi Manto menyatakan bahwa pelaku atau struktur komando atas pelaksanaan program tersebut harus bertanggung jawab secara hukum karena hilangnya nyawa di bawah kendali panitia seleksi dan penyelenggara pelatihan. Ia menekankan bahwa program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) perlu ditinjau ulang dan dihentikan mengingat banyak masalah yang timbul akibat dua program tersebut.

Menurut Ardi Manto, koalisi mengkritik keras pelibatan TNI yang terlalu jauh dalam pelaksanaan program tersebut. Hal ini bertentangan dengan UU TNI terkait operasi selain perang. Ia menilai bahwa proyeksi koperasi seharusnya dilaksanakan melalui manajemen profesional dan modern.

Kritik terhadap Pendekatan Militer dalam Program Kopdes

Koalisi memandang program Kopdes Merah Putih sudah cacat sejak awal. Apalagi program tersebut dijalankan dengan menggunakan pendekatan serba militer. Menurut Ardi Manto, hal itu akan merusak esensi atas sistem perkoperasian yang seharusnya dijalankan berdasarkan kebutuhan anggota.

”Program KDMP ini membuka celah lebar terjadinya penyimpangan yang tak tersentuh oleh hukum. Apalagi, hingga saat ini, sistem peradilan militer belum direformasi dan anggota TNI masih tidak tunduk pada peradilan sipil,” ujar dia.

Duka Cita atas Kematian Peserta

Terhadap para peserta yang meninggal dunia, Koalisi Masyarakat Sipil turut menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya. Ardi Manto menekankan bahwa mereka meninggal dunia karena sistem pendidikan militer diterapkan secara serampangan untuk warga sipil. Padahal, tidak ada hubungan sama sekali antara profesionalisme kerja menjalankan tugas koperasi dengan pelatihan militer.

Kabar Duka dari Jakarta

Kabar duka datang dari latsarmil dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Seorang peserta atas nama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia dalam pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa pihaknya sudah mendapat informasi terkait kabar tersebut pada Rabu (24/6). Dia mengonfirmasi bahwa Novia meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan dan diberi penanganan medis.

Evaluasi dan Penguatan Pengawasan

Rico memastikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan. Para peserta yang mengikuti latsarmil dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan. Kemhan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhumah. Saat ini, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta.

Kematian 2 Peserta Latsarmil

Sebelumnya, Kemhan mengkonfirmasi bahwa dua orang peserta latihan dasar militer (latsarmil) meninggal dunia pada 17 dan 18 Juni lalu. Keduanya merupakan peserta yang berasal dari program SPPI Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih atau KDKMP dan KNMP 2026. Kedua peserta bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Anisa Muyassaroh mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke. Sementara Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Promo Liburan Sekolah 2026: Diskon 15% di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko

27 Juni 2026

Cita Loka Fest, Pembuktian Kepala Daerah Sulsel Appi dan Daeng Manye sebagai Teladan Terbaik

27 Juni 2026

Belanja Pegawai APBD Parigi Moutong 2026 Capai 57 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah

26 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cita Loka Fest, Pembuktian Kepala Daerah Sulsel Appi dan Daeng Manye sebagai Teladan Terbaik

27 Juni 2026

Prediksi Piala Dunia 2026: Duel Mbappe vs Haaland, Nasib Belgia dan Empat Laga Penentu Grup

27 Juni 2026

Promo Liburan Sekolah 2026: Diskon 15% di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko

27 Juni 2026

Calon Manajer Kopdes Merah Putih Buka Suara Soal Pengawasan Kesehatan di Brigif 1 Marinir

27 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?