Program “Jalan Jajan” Gojek: Pengalaman Liburan yang Praktis dan Berkesan
Gojek, penyedia layanan on-demand terkemuka, meluncurkan program inovatif bertajul “Jalan Jajan” di Kota Yogyakarta. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman liburan yang lebih praktis, aman, dan berkesan. Selain itu, program ini juga mengintegrasikan peta destinasi wisata kultural dengan layanan transportasi online dan kuliner secara masif.
Kota Yogyakarta dipilih sebagai titik awal peluncuran program ini di tingkat nasional. Setelahnya, program akan digulirkan di empat kota besar lainnya, yaitu Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Bali. Dengan adanya program ini, para pelancong domestik maupun mancanegara semakin mudah untuk mengeksplorasi setiap sudut legendaris di Kota Pelajar.
Area Head of User Growth Gojek Yogyakarta, Arfiansyah Arfi, menjelaskan bahwa peluncuran “Jalan Jajan” tahun ini diilhami oleh kesuksesan kampanye sebelumnya. Namun, yang berbeda adalah integrasi yang dihadirkan Gojek bakal jauh lebih masif, karena terhubung secara langsung ke dalam ekosistem digital.
“Yogya menjadi yang pertama untuk peluncuran ini. Pengalaman kami dari tahun ke tahun, program ‘Jalan Jajan’ kali ini menjadi inspirasi nasional karena integrasi antara layanan dan titik destinasi yang semakin besar. Kita mengawalinya dengan launching hari ini, dilanjutkan dengan aktivitas treasure hunt yang terhubung langsung dengan kafe-kafe lokal di Yogya,” ujarnya.
Keuntungan yang Ditawarkan
Kemudahan akses informasi kurasi destinasi wisata otentik menjadi aspek utama yang ditawarkan Gojek melalui inisiatif terbarunya tersebut. Selain itu, jaminan keamanan dan kenyamanan dalam bertransportasi di jalanan kota, serta suntikan insentif bernilai ekonomis berupa promo voucher juga menjadi bagian dari program ini.
“Semua benefit atau keuntungan tersebut dapat teraplikasikan di tiga layanan utama kami sekaligus, yakni GoFood untuk memesan kuliner, serta GoRide dan GoCar untuk mobilitas menuju destinasi pilihan,” ungkapnya.
Dalam pengaplikasiannya, fitur “Jalan Jajan” mengkurasi deretan destinasi wisata mumpuni di Yogyakarta yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Beberapa di antaranya meliputi kawasan ikonik Malioboro, Kotagede, Pasar Kranggan, gelaran seni kontemporer bertaraf internasional Artjog, hingga kuliner legendaris dan kekinian seperti Gudeg Yu Djum, Sate Ratu, serta puluhan kafe estetik lokal lainnya.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menyatakan bahwa masuknya Yogyakarta ke dalam lima destinasi utama program nasional ini menjadi pengungkit promosi kolaboratif yang luar biasa. Menurutnya, kolaborasi tersebut mampu menciptakan simbiosis mutualisme, di mana semua pihak diuntungkan, baik dari Gojek, pelancong, serta warga masyarakat Kota Yogyakarta.
“Warga pelaku wisata bergerak, dan pada akhirnya dapat mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Yogya. Sinergi membawa kebaikan bagi ekosistem atraksi, event, maupun kuliner di kota ini,” paparnya.
Pelatihan SDM untuk Pelayanan Prima
Tidak mau main-main dalam menjaga kualitas pelayanan, peluncuran program “Jalan Jajan” juga dipadukan dengan aksi nyata berupa pembekalan SDM di lapangan. Kerja sama erat antara Gojek dan Pemkot Yogyakarta diwujudkan lewat pelatihan Sadar Wisata yang menyasar sebanyak 500 mitra driver Gojek di wilayah Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa kekuatan pariwisata daerahnya bertumpu pada keramahan masyarakat lokal yang berinteraksi langsung dengan para pelancong. Menurutnya, mitra driver merupakan wajah sekaligus garda terdepan dalam mempromosikan sektor pariwisata Kota Yogyakarta kepada mereka yang hadir bertamasya.
“Mitra driver adalah salah satu wajah terdepan yang memberikan kesan pertama bagi wisatawan. Kami mengapresiasi langkah Gojek yang melatih 500 mitranya dalam program Sadar Wisata ini. Pelatihan pelayanan prima dan komunikasi ini penting agar wisatawan merasa semakin nyaman, aman, dan selalu rindu untuk kembali ke Kota Yogyakarta,” tuturnya.
Tanggapan dari Mitra Driver
Komitmen pelayanan prima ini pun disambut antusias oleh Indra, salah seorang driver online di Yogyakarta, yang mengikuti rangkaian pelatihan intensif tersebut. Ia mengatakan bahwa materi yang didapat sangat relevan dengan kesehariannya yang kerap merangkap sebagai penunjuk jalan bagi pelancong di atas aspal kota.
“Kami di lapangan sering sekali ditanyai wisatawan tentang rekomendasi kuliner khas atau tempat wisata yang sedang hits. Lewat pelatihan Sadar Wisata ini, kami jadi tahu cara berkomunikasi yang tepat dan memberikan informasi yang akurat,” pungkasnya.



