Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 26 Juni 2026
Trending
  • Realisasi rumah subsidi 2026 baru capai 22 persen
  • Klasemen Grup A Piala Dunia: Ceko 0-3 Meksiko, El Tri Kuasai Puncak
  • Penginapan Alam Bukit Tanjung Cinta Eputobi di Lewoingu, Flores Timur, NTT: Tempat Ideal untuk Beristirahat dan Menikmati Kopi
  • Apa Itu Crown Zirconia? Solusi Gigi Kuat dan Tahan Lama
  • Kronologi Aksi Berani Febry Selamatkan Anak Sulung di Tengah Api
  • Rencana Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak, Ricky Sitohang: Saya Percaya Menang
  • Aturan Adu Penalti Baru FIFA untuk Piala Dunia 2026, Koin Ganda Dikabarkan Dihapus
  • Liburan Sekolah di Trenggalek: Pengalaman Berlibur Seru di Kebun Sorsow
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Realisasi rumah subsidi 2026 baru capai 22 persen
Politik

Realisasi rumah subsidi 2026 baru capai 22 persen

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Realisasi FLPP Tahun 2026 Masih Jauh dari Target

Realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2026 baru mencapai 78.277 unit atau sekitar 22,36 persen dari target tahunan sebesar 350.000 unit. Angka ini terungkap dalam rapat antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Danantara Indonesia di Jakarta, Jumat (19/6/2026). Meski realisasi masih jauh dari target, pemerintah tetap mempertahankan suku bunga FLPP di angka 5 persen flat sepanjang masa angsuran.

“Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau,” tegas Menteri Ara.

Kebijakan Tenor 40 Tahun untuk FLPP

Menteri Ara juga menegaskan bahwa kebijakan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP hingga 40 tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto telah dibahas secara intensif dan siap dijalankan sesuai regulasi yang berlaku. Kebijakan ini diharapkan semakin meringankan beban cicilan bulanan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sehingga kepemilikan rumah semakin terjangkau.

Penyaluran KPP yang Optimal

Di sisi lain, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) yang menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mendukung sektor perumahan sekaligus memperkuat pelaku UMKM dioptimalisasi. KPP merupakan salah satu program strategis pemerintah yang diluncurkan pada 21 Oktober 2025 untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional, baik dari sisi supply maupun demand.

Menteri PKP menjelaskan bahwa penyaluran KPP terbagi menjadi dua sisi, yaitu sisi supply dan sisi demand. Sisi supply ditujukan untuk mendukung pelaku usaha di sektor perumahan, seperti pengembang, kontraktor, produsen bahan bangunan, toko material, hingga UMKM yang terlibat dalam rantai pasok pembangunan perumahan. Sementara itu, sisi demand diperuntukkan bagi UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk memiliki, membangun, merenovasi, atau meningkatkan kualitas rumahnya.

Pada periode awal pelaksanaan, yakni 21 Oktober hingga 31 Desember 2025, realisasi KPP telah mencapai Rp5,64 triliun dengan total 12.175 debitur, yang terdiri atas 1.237 debitur dari sisi supply dan 10.938 debitur dari sisi demand. Seiring tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat, pemerintah terus meningkatkan target penyaluran KPP.

Peningkatan Plafon KPP Tahun 2026

Pada Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM tanggal 17 November 2025, plafon KPP tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp36 triliun. Hingga 20 Juni 2026, realisasi penyaluran KPP telah mencapai Rp19,24 triliun atau sekitar 54 persen dari target awal Rp36 triliun, dengan total sebanyak 91.045 debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.271 debitur berasal dari sisi supply dan 88.774 debitur berasal dari sisi demand.

Tingginya capaian tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan perumahan. Pemerintah mengusulkan peningkatan plafon KPP tahun 2026 dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha di sektor perumahan yang dapat memanfaatkan program tersebut.

“Dengan capaian yang sudah mencapai sekitar 54 persen atau Rp19,2 triliun, plafon KPP tahun 2026 ditingkatkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha,” kata Ara.

Kontribusi Bank-Bank dalam Penyaluran KPP

Dalam penyalurannya, bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi kontributor terbesar dengan total penyaluran mencapai Rp17,93 triliun atau sekitar 93,21 persen dari total realisasi nasional. Adapun lima bank dengan realisasi penyaluran KPP terbesar adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp10,18 triliun, Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp3,65 triliun, Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp2,03 triliun, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp1,06 triliun, dan Bank Mandiri sebesar Rp1,02 triliun.

Selain Himbara, bank pembangunan daerah dan bank swasta juga turut berkontribusi dalam penyaluran KPP. Hingga 20 Juni 2026, bank pembangunan daerah telah menyalurkan Rp936,17 miliar kepada 1.994 debitur dengan penyalur terbesar dari Bank Jateng, sedangkan bank swasta mencatat penyaluran sebesar Rp370,7 miliar kepada 120 debitur dengan penyalur terbesar melalui Bank Nobu.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Rencana Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak, Ricky Sitohang: Saya Percaya Menang

26 Juni 2026

Stafsus Menteri HAM: Desa Jadi Mesin Pembangunan Hak Asasi Manusia

26 Juni 2026

LSI Denny JA Dukung Seruan Tobat Ekologis Menteri Jumhur

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Realisasi rumah subsidi 2026 baru capai 22 persen

26 Juni 2026

Klasemen Grup A Piala Dunia: Ceko 0-3 Meksiko, El Tri Kuasai Puncak

26 Juni 2026

Penginapan Alam Bukit Tanjung Cinta Eputobi di Lewoingu, Flores Timur, NTT: Tempat Ideal untuk Beristirahat dan Menikmati Kopi

26 Juni 2026

Apa Itu Crown Zirconia? Solusi Gigi Kuat dan Tahan Lama

26 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?