Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Aturan Adu Penalti Baru FIFA untuk Piala Dunia 2026, Koin Ganda Dikabarkan Dihapus
    Olahraga

    Aturan Adu Penalti Baru FIFA untuk Piala Dunia 2026, Koin Ganda Dikabarkan Dihapus

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 June 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perubahan Aturan Adu Penalti yang Dijajaki FIFA

    FIFA sedang mempertimbangkan perubahan penting dalam mekanisme adu penalti yang akan diterapkan pada fase gugur Piala Dunia 2026. Tujuan dari usulan ini adalah untuk menciptakan proses yang lebih adil bagi kedua tim, terutama saat pertandingan harus ditentukan melalui adu tos-tosan.

    Saat ini, prosedur adu penalti diawali dengan dua kali lempar koin oleh wasit. Lempar koin pertama digunakan untuk menentukan tim yang mendapat kesempatan menendang lebih dulu, sedangkan lempar koin kedua menentukan gawang yang akan digunakan selama adu penalti berlangsung. Namun, sistem ini dinilai memiliki kelemahan karena memungkinkan satu tim kehilangan kedua keuntungan sekaligus apabila kalah dalam dua lempar koin.

    Sistem Baru yang Diperkenalkan

    Menurut laporan media Inggris The Times, FIFA kini mengusulkan skema baru yang hanya melibatkan satu kali lempar koin sebelum adu penalti dimulai. Dalam format yang sedang dibahas tersebut, kapten yang memenangkan lempar koin hanya berhak memilih satu keuntungan. Pilihan itu bisa berupa menentukan tim yang menendang lebih dulu atau memilih gawang yang akan digunakan. Hak lainnya secara otomatis diberikan kepada lawan.

    Sebagai contoh, apabila sebuah tim memilih untuk menjadi penendang pertama, maka lawannya berhak menentukan sisi gawang tempat adu penalti berlangsung. Sebaliknya, jika pemenang lempar koin memilih gawang, maka lawan akan mendapatkan kesempatan menendang lebih dulu. FIFA menilai sistem ini dapat mengurangi potensi ketimpangan yang muncul akibat mekanisme dua lempar koin yang digunakan saat ini.

    Potensi Penerapan di Piala Dunia 2026

    Perubahan aturan tersebut dilaporkan menjadi salah satu agenda yang sedang dipersiapkan FIFA menjelang dimulainya fase gugur Piala Dunia 2026. Namun, usulan tersebut belum bisa langsung diterapkan tanpa persetujuan dari International Football Association Board (IFAB), lembaga yang memiliki kewenangan menetapkan dan mengubah Laws of the Game atau aturan resmi sepak bola dunia.

    Jika mendapat lampu hijau dari IFAB sebelum babak gugur dimulai, bukan tidak mungkin aturan baru itu akan langsung digunakan pada Piala Dunia 2026 yang saat ini berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Langkah ini menjadi bagian dari upaya FIFA untuk terus mengevaluasi aspek-aspek teknis pertandingan yang dinilai masih dapat disempurnakan.

    Apakah Menendang Lebih Dulu Benar-Benar Menguntungkan?

    Perdebatan mengenai keuntungan menjadi penendang pertama dalam adu penalti sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Banyak penelitian sebelumnya menyebut bahwa tim yang mengambil tendangan pertama memiliki peluang lebih besar untuk menang. Alasannya, tim lawan selalu berada dalam tekanan psikologis untuk mengejar atau menyamakan skor setelah setiap tendangan.

    Kondisi tersebut diyakini dapat memengaruhi tingkat konsentrasi pemain ketika mengeksekusi penalti. Meski demikian, tidak semua penelitian mendukung teori tersebut. Sebuah studi yang dilakukan ekonom David Pipke dan dipublikasikan dalam Journal of Economic Psychology pada 2025 justru menemukan hasil berbeda. Dalam penelitian tersebut, Pipke menganalisis sekitar 7.000 adu penalti dan lebih dari 74.000 eksekusi penalti dari berbagai kompetisi. Hasilnya menunjukkan tidak terdapat bukti kuat bahwa tim yang menendang lebih dulu memiliki peluang menang secara signifikan dibanding tim yang menendang kedua.

    Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan baru mengenai asumsi lama yang selama ini dipercaya banyak kalangan sepak bola. Meski demikian, FIFA tampaknya tetap ingin memastikan bahwa setiap aspek dalam adu penalti berjalan seadil mungkin. Karena itu, penyederhanaan mekanisme lempar koin dinilai sebagai langkah yang relatif sederhana, tetapi berpotensi menciptakan keseimbangan yang lebih baik bagi kedua tim.

    Kesimpulan

    Apabila usulan ini disetujui, fase gugur Piala Dunia 2026 bisa menjadi ajang pertama yang menggunakan sistem adu penalti dengan satu kali lempar koin, sekaligus menandai perubahan signifikan dalam salah satu momen paling menegangkan di dunia sepak bola.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?