Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 19 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Calon Manajer Kopdes Merah Putih Buka Suara Soal Pengawasan Kesehatan di Brigif 1 Marinir
Ragam

Calon Manajer Kopdes Merah Putih Buka Suara Soal Pengawasan Kesehatan di Brigif 1 Marinir

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehidupan Harian Aditya Septia Rahman dalam Latihan Militer

Dengan wajah sedikit lelah namun penuh semangat, Aditya Septia Rahman menceritakan pengalaman intensif yang ia jalani sejak 17 Juni 2026. Sebagai calon manajer KDMP Program SPPI Tahun 2026, ia mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di Brigif 1 Marinir Cilandak Jakarta Selatan, yang berasal dari Banjarmasin.

Selama sembilan hari ini, setiap pagi ia harus bangun pukul 04.00 WIB untuk persiapan Salat Subuh. Setelah itu, ia bersama 673 peserta lain yang dibagi ke dalam empat kompi melakukan senam pagi selama sekira 30 menit hingga 45 menit. Mereka lalu melaksanakan apel makan pagi bersama rekan-rekannya satu kompi.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelajaran di ruang kelas tentang dasar militer yang disampaikan oleh guru-guru militer yang sudah ditentukan. Kegiatan ini berlangsung sampai sore hari. Setelah itu, mereka akan melakukan pembersihan, apel makan malam, dan kemudian harus beristirahat pukul 22.00 WIB.

Di tengah padatnya kegiatan, tidak dipungkiri oleh peserta lain, ada juga yang mengalami kelelahan. Aditya yang bertindak sebagai Siswa Komandan Kompi (Sisdanki) menjelaskan prosedur jika ada peserta yang sakit. Ia mengatakan bahwa jika ada peserta yang sakit, maka harus melapor ke ketua kelas masing-masing. Setelah itu, ketua kelas akan melaporkan kepadanya sebagai Sisdanki. Nanti Sisdanki akan melapor ke para pelatih, dan pelatih akan membawa ke Batalyon Kesehatan di Brigif 1 Marinir.

Pengalaman Peserta Lain Saat Pelatihan

William Tinting, siswa dari Kompi lain asal Luwu yang sudah dua tahun di Jakarta, mengaku ada peserta yang sakit saat pelatihan di Brigif 1 Marinir Cilandak. Siswa yang sakit tersebut melapor ke ketua kelas. Ketua kelas lalu melaporkannya ke siswa Komandan Pleton. Dari siswa Komandan Pleton lalu melaporkannya ke siswa Komandan Kompi.

Barulah yang sakit itu bisa berangkat ke pos kesehatan. Namun, hal ini didampingi oleh satu sampai dua kawan-kawan mereka. Mereka bisa istirahat, dan makanannya akan dibawakan oleh teman-teman. Dari kompi saya sendiri, sebagian teman-teman masuk ke pos kesehatan. Tapi tidak sampai sehari, mereka sudah membaik dan besoknya bisa ikut kegiatan lagi karena ketanggapan dari bagian kesehatan di sini.

Tiga Peserta Meninggal Dunia

Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqim mengatakan telah mendengar berita meninggalnya tiga peserta program SPPI calon manajer KDKMP atau KNMP di satuan pendidikan TNI lain. Mereka adalah Anisa Muyassaroh yang mengalami heat stroke, Yonanda Muhammad Taufiq yang mengalami cardiac arrest atau henti jantung, dan Novia Rahmadhani Sihotang yang memiliki riwayat penyakit Tuberkulosis. Mereka meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis dari satuan TNI tempat mereka menjalani pendidikan.

Letkol (Mar) Agus menjelaskan bahwa untuk mencegah hal serupa, ia melakukan cek kesehatan berupa tensi darah dan pemeriksaan kondisi fisik terhadap para siswa. Selain itu, pihaknya juga mendata peserta yang memiliki riwayat kronis.

Ia menjelaskan beberapa penyakit berat yang diidap peserta SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak antara lain ISPA, hipertensi, pascapatah tulang, dan Tuberkulosis yang sudah sembuh. Setelah direkap, data-data yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat dipisahkan sampai tingkat Pleton dan Kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak diikutkan.

Namun, setiap kegiatan seperti pembelajaran kelas tetap diikuti karena itu ada program yang harus mereka terima seluruhnya. Ia juga mengakui adanya peserta yang mengundurkan diri akibat penyakit vertigo yang dideritanya. Letkol (Mar) Agus menerangkan bahwa peserta tersebut sudah tidak lagi melanjutkan kegiatan. Dari siswa yang diregistrasi, ada satu yang mundur karena kondisi vertigo. Itu sudah diproses karena keinginan dari yang bersangkutan, jadi diperbolehkan, namun tetap dilaporkan ke atas. Dari atas diizinkan, proses dengan membuat surat pernyataan kemudian dikembalikan.

Standar Operasional Prosedur untuk Menangani Siswa yang Sakit

Selain sistem pelaporan berjenjang, Letkol (Mar) Agus juga menyatakan telah menyiagakan ambulans. Apabila dalam lingkungan ini masih bisa menangani, fasilitas kesehatan yang ada di sini beserta dokter, tenaga kesehatan, dan obat-obatan sudah disiapkan. Namun, apabila dari Peleton Kesehatan (Tonkes) atau dokter tidak mampu menangani, rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Marinir Cilandak, sudah siap melakukan penanganan, rawat inap, dan sebagainya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 7 Juli 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

11 Juli 2026

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?