Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 26 Juni 2026
Trending
  • Realisasi rumah subsidi 2026 baru capai 22 persen
  • Klasemen Grup A Piala Dunia: Ceko 0-3 Meksiko, El Tri Kuasai Puncak
  • Penginapan Alam Bukit Tanjung Cinta Eputobi di Lewoingu, Flores Timur, NTT: Tempat Ideal untuk Beristirahat dan Menikmati Kopi
  • Apa Itu Crown Zirconia? Solusi Gigi Kuat dan Tahan Lama
  • Kronologi Aksi Berani Febry Selamatkan Anak Sulung di Tengah Api
  • Rencana Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak, Ricky Sitohang: Saya Percaya Menang
  • Aturan Adu Penalti Baru FIFA untuk Piala Dunia 2026, Koin Ganda Dikabarkan Dihapus
  • Liburan Sekolah di Trenggalek: Pengalaman Berlibur Seru di Kebun Sorsow
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Sosial»Cerita Teman Kumparan Soal Keluar dari Media Sosial
Sosial

Cerita Teman Kumparan Soal Keluar dari Media Sosial

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Di tengah kehidupan yang penuh dengan aktivitas digital, terkadang kita perlu berhenti sejenak dari media sosial untuk memberi ruang bagi pikiran. Moment seperti ini dikenal sebagai log off medsos. Selain memberikan jeda, log off juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Menurut sumber informasi kesehatan, kebiasaan ini bisa membantu menjernihkan pikiran, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan fokus, hingga memperbaiki kualitas tidur.

Meski menawarkan banyak manfaat, tidak semua orang merasa nyaman melakukan log off medsos. Banyak orang yang mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi utama, untuk mengikuti tren, atau bahkan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. Setiap individu memiliki preferensi masing-masing dalam mengelola kebiasaan digital mereka, termasuk beberapa teman dari Indonesiadiscover.com. Ingin tahu bagaimana pengalaman mereka dalam menjalani log off medsos? Simak cerita lengkapnya di bawah ini!

Pengalaman Log off Medsos versi teman Indonesiadiscover.com



Salah satu teman Indonesiadiscover.com, Raka (23), mengaku kesulitan menerapkan log off dari media sosial. Sebagai content creator freelance, kegiatannya sehari-hari tidak bisa lepas dari Instagram dan TikTok, yang menjadi bagian penting dari alur kerjanya.

Bagi Raka, vakum dari medsos justru membuat rasa cemas muncul karena takut ketinggalan banyak hal. “Pas balik lagi (buka sosmed), kayak ‘wah gue kelewat banyak’. Jadi agak panik juga karena kerjaanku butuh update cepat,” katanya.

Bukan tanpa alasan, ritme kerja di dunia digital memang menuntutnya untuk selalu up to date. Mulai dari tren, referensi konten, sampai insight terbaru, semuanya bergerak cepat dan sebagian besar bisa diakses melalui media sosial.



Sementara itu, teman Indonesiadiscover.com lainnya, Alya (19), justru sesekali memilih untuk log off dari medsos. Keputusan ini biasanya muncul saat ia mulai merasa terdistraksi oleh apa yang dilihatnya di timeline.

Sebagai seseorang yang suka menulis, Alya menyadari dirinya sering tanpa sadar membandingkan karyanya sendiri dengan orang lain di media sosial. Baginya, kebiasaan ini cukup toxic dan bikin kepercayaan dirinya menurun, bahkan sampai memengaruhi mood-nya untuk menulis.

“Kadang aku suka ngebandingin karya sendiri sama orang lain di medsos, terus jadi insecure. Ujung-ujungnya malah nggak jadi nulis,” ungkapnya.



Karena alasan itu, log off menjadi cara yang akhirnya ia pilih untuk menjaga dirinya tetap produktif. Menurut Alya, menjauh sejenak dari smartphone justru bikin pikirannya lebih jernih, ide-ide mengalir lebih lancar, dan proses menulis terasa lebih ringan.

Meski begitu, bukan berarti Alya sepenuhnya meninggalkan media sosial. Ia tetap kembali menggunakannya sebagai tempat untuk membagikan karya dan terhubung dengan pembaca.

Lewat media sosial juga, Alya bisa mendapatkan feedback sekaligus mencari referensi baru. Dari situ, ia merasa bisa terus berkembang dan memperkaya sudut pandang dalam menulis.

Jika kamu ingin menikmati keseruan berbagi hal-hal menarik dengan ribuan teman baru di komunitas teman Indonesiadiscover.com, klik link berikut untuk bergabung.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Orang yang Menjaga Privasi Sering Punya 7 Ciri Ini, Menurut Psikologi

17 Mei 2026

182 Orang Tua Laporkan Kekerasan Anak di Jogja, LPSK Sosialisasi Pengajuan Restitusi

17 Mei 2026

Ahli komunikasi ingatkan bahaya hukum publik di media sosial

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Realisasi rumah subsidi 2026 baru capai 22 persen

26 Juni 2026

Klasemen Grup A Piala Dunia: Ceko 0-3 Meksiko, El Tri Kuasai Puncak

26 Juni 2026

Penginapan Alam Bukit Tanjung Cinta Eputobi di Lewoingu, Flores Timur, NTT: Tempat Ideal untuk Beristirahat dan Menikmati Kopi

26 Juni 2026

Apa Itu Crown Zirconia? Solusi Gigi Kuat dan Tahan Lama

26 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?