
Di tengah kehidupan yang penuh dengan aktivitas digital, terkadang kita perlu berhenti sejenak dari media sosial untuk memberi ruang bagi pikiran. Moment seperti ini dikenal sebagai log off medsos. Selain memberikan jeda, log off juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Menurut sumber informasi kesehatan, kebiasaan ini bisa membantu menjernihkan pikiran, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan fokus, hingga memperbaiki kualitas tidur.
Meski menawarkan banyak manfaat, tidak semua orang merasa nyaman melakukan log off medsos. Banyak orang yang mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi utama, untuk mengikuti tren, atau bahkan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. Setiap individu memiliki preferensi masing-masing dalam mengelola kebiasaan digital mereka, termasuk beberapa teman dari Indonesiadiscover.com. Ingin tahu bagaimana pengalaman mereka dalam menjalani log off medsos? Simak cerita lengkapnya di bawah ini!
Pengalaman Log off Medsos versi teman Indonesiadiscover.com

Salah satu teman Indonesiadiscover.com, Raka (23), mengaku kesulitan menerapkan log off dari media sosial. Sebagai content creator freelance, kegiatannya sehari-hari tidak bisa lepas dari Instagram dan TikTok, yang menjadi bagian penting dari alur kerjanya.
Bagi Raka, vakum dari medsos justru membuat rasa cemas muncul karena takut ketinggalan banyak hal. “Pas balik lagi (buka sosmed), kayak ‘wah gue kelewat banyak’. Jadi agak panik juga karena kerjaanku butuh update cepat,” katanya.
Bukan tanpa alasan, ritme kerja di dunia digital memang menuntutnya untuk selalu up to date. Mulai dari tren, referensi konten, sampai insight terbaru, semuanya bergerak cepat dan sebagian besar bisa diakses melalui media sosial.

Sementara itu, teman Indonesiadiscover.com lainnya, Alya (19), justru sesekali memilih untuk log off dari medsos. Keputusan ini biasanya muncul saat ia mulai merasa terdistraksi oleh apa yang dilihatnya di timeline.
Sebagai seseorang yang suka menulis, Alya menyadari dirinya sering tanpa sadar membandingkan karyanya sendiri dengan orang lain di media sosial. Baginya, kebiasaan ini cukup toxic dan bikin kepercayaan dirinya menurun, bahkan sampai memengaruhi mood-nya untuk menulis.
“Kadang aku suka ngebandingin karya sendiri sama orang lain di medsos, terus jadi insecure. Ujung-ujungnya malah nggak jadi nulis,” ungkapnya.

Karena alasan itu, log off menjadi cara yang akhirnya ia pilih untuk menjaga dirinya tetap produktif. Menurut Alya, menjauh sejenak dari smartphone justru bikin pikirannya lebih jernih, ide-ide mengalir lebih lancar, dan proses menulis terasa lebih ringan.
Meski begitu, bukan berarti Alya sepenuhnya meninggalkan media sosial. Ia tetap kembali menggunakannya sebagai tempat untuk membagikan karya dan terhubung dengan pembaca.
Lewat media sosial juga, Alya bisa mendapatkan feedback sekaligus mencari referensi baru. Dari situ, ia merasa bisa terus berkembang dan memperkaya sudut pandang dalam menulis.
Jika kamu ingin menikmati keseruan berbagi hal-hal menarik dengan ribuan teman baru di komunitas teman Indonesiadiscover.com, klik link berikut untuk bergabung.



