Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 20 October 2026
Trending
  • Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan
  • Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus
  • Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI
  • Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen
  • Apakah mobil hybrid perlu di cas? Ini jawaban dan fakta lengkapnya!
  • Prediksi skor LASK Linz vs Liverpool: The Reds siap pesta gol di Raiffeisen Arena!
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Sosial»Ahli komunikasi ingatkan bahaya hukum publik di media sosial
Sosial

Ahli komunikasi ingatkan bahaya hukum publik di media sosial

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 May 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Fenomena Penilaian Cepat di Media Sosial

Di era digital yang semakin berkembang, masyarakat kini cenderung mudah membentuk opini terhadap figur publik hanya berdasarkan konten viral yang menyebar cepat. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana masyarakat memahami suatu masalah secara utuh dan apakah mereka benar-benar menyadari bahwa informasi yang diterima sering kali tidak lengkap.

Pengamat komunikasi Agustina Widyawati menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari budaya instant judgment atau penghakiman cepat yang berkembang di ruang digital. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih cenderung membangun kesimpulan berdasarkan narasi yang ramai diperbincangkan, daripada mencari pemahaman menyeluruh terhadap sebuah isu.

“Padahal, kita sering cuma melihat sebagian kecil dari sebuah persoalan. Apalagi kalau kasusnya menyangkut figur publik, emosi publik biasanya jauh lebih kuat dibanding keinginan untuk mencari fakta secara utuh,” ujarnya.

Penyebaran Informasi yang Cepat

Media sosial memainkan peran penting dalam mempercepat penyebaran informasi, termasuk potongan konten yang belum tentu menggambarkan keseluruhan situasi. Kondisi ini sering kali memunculkan persepsi kolektif sebelum ada penjelasan lengkap ataupun proses klarifikasi.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik itu menilai bahwa hal ini bisa memengaruhi cara masyarakat memahami suatu isu. Dalam beberapa kasus, seperti polemik lama Ahmad Dhani dan Maia Estianty, perdebatan kembali muncul setelah beredarnya dokumen Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait laporan yang pernah diajukan Maia. Dalam dokumen tersebut, penyidik menghentikan penyidikan karena dinilai belum terdapat cukup bukti untuk melanjutkan perkara.

Menurut Widya, kondisi ini menunjukkan bahwa persepsi publik di media sosial tidak selalu sejalan dengan proses hukum. Sorotan media dan media sosial kerap membuat publik hanya fokus pada bagian tertentu yang paling sering dimunculkan.

Teori Agenda Setting dan Confirmation Bias

Widya menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan teori agenda setting dalam ilmu komunikasi, yakni pengaruh media dalam membentuk isu yang dianggap penting oleh publik. Selain itu, ia juga menyebut fenomena confirmation bias, yaitu kecenderungan seseorang menerima informasi yang sesuai keyakinannya sambil mengabaikan informasi berbeda.

“Orang merasa sudah tahu keseluruhan cerita hanya dari potongan konten yang lewat di beranda mereka. Padahal konflik rumah tangga atau persoalan keluarga biasanya kompleks dan tidak sesederhana siapa benar dan siapa salah,” jelasnya.

Bahaya Trial by Social Media

Selain itu, Widya menilai budaya media sosial juga mempercepat munculnya fenomena trial by social media, yakni penghakiman sosial di ruang digital sebelum adanya keputusan hukum final. Menurutnya, kondisi ini membuat sebagian masyarakat sulit membedakan opini publik, dugaan, dan fakta hukum.

“Media sosial justru sering menyederhanakan persoalan supaya lebih mudah dikonsumsi dan memancing reaksi. Akhirnya publik ikut terbawa untuk menghakimi cepat, bahkan sebelum proses klarifikasi atau hukum benar-benar selesai,” tuturnya.

Pentingnya Literasi Digital

Ia menekankan bahwa literasi digital dan pemahaman terhadap proses hukum perlu diperkuat agar masyarakat tidak mudah membentuk kesimpulan hanya berdasarkan narasi viral di media sosial. Di era digital sekarang, sesuatu yang ramai dibicarakan belum tentu sepenuhnya benar, dan sesuatu yang terlihat jelas di media belum tentu menggambarkan realitas secara utuh. Ini perlu dipahami.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Orang yang Menjaga Privasi Sering Punya 7 Ciri Ini, Menurut Psikologi

17 May 2026

182 Orang Tua Laporkan Kekerasan Anak di Jogja, LPSK Sosialisasi Pengajuan Restitusi

17 May 2026

Ucapan Hari Kesehatan Tumbuhan 12 Mei 2026, Cocok untuk Media Sosial

17 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen

18 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?