Program Academia Politica: Mengedukasi Generasi Muda Papua dalam Perumusan Kebijakan Iklim
Program Academia Politica Jayapura adalah inisiatif yang diselenggarakan oleh Yayasan Partisipasi Muda (YPM) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Sosiologi, Universitas Cenderawasih (Uncen). Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang isu lingkungan serta keterampilan praktis dalam merumuskan dan mengadvokasi kebijakan publik berbasis isu iklim kepada generasi muda Papua.
Fokus pada Isu Lingkungan dan Pendidikan Kebijakan
Dengan tema “Tidak Ada Hutan, Tidak Ada Air: Kenapa Suara Orang Muda Penting”, program ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi peserta, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran yang menyentuh berbagai aspek penting terkait perubahan iklim. Selama dua hari, peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa lintas institusi di Jayapura mengikuti dua sesi workshop terstruktur: Climate Change 101 dan Climate Communications.
Di sesi Climate Change 101, peserta diberikan materi mendalam mengenai kondisi ekosistem Papua, termasuk ancaman deforestasi, krisis air bersih, alih fungsi lahan, dan dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat adat. Materi ini dibawakan oleh Gison Murib, Peneliti Muda dan Edukator Konservasi YAPPENDA, sekaligus Dr. Estiko Tri Wiradyo, Kepala Bidang Perencanaan Kehutanan DLHK Provinsi Papua.
Selain itu, Dr. Estiko Tri Wiradyo menjelaskan secara langsung bagaimana kebijakan kehutanan dirancang, tantangan implementasinya di lapangan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dan generasi muda sebagai agen perubahan.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Iklim
Di sesi Climate Communications, peserta diajak memahami bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan ekologis — ia juga merupakan krisis komunikasi. Neildeva Despendya Putri, Direktur Eksekutif YPM, memfasilitasi sesi ini dengan penekanan bahwa narasi iklim yang selama ini beredar kerap terasa rumit, menakutkan, dan jauh dari keseharian anak muda.
Peserta kemudian mempraktikkan secara langsung penyusunan kampanye iklim digital secara berkelompok — mulai dari memilih isu, menentukan target audiens, hingga menyusun pesan yang tepat sasaran sesuai peran masing-masing aktor.
Simulasi Perumusan Kebijakan Publik
Setelah dua workshop tersebut, program dilanjutkan dengan simulasi perumusan kebijakan publik melalui diskusi dan role playing lintas peran — melatih kemampuan advokasi dan kolaborasi antar sektor secara langsung.

Academia Politica Jayapura juga hadir secara inklusif dengan menyediakan layanan juru bahasa isyarat selama kegiatan berlangsung. Kehadiran teman Tuli sebagai peserta — didampingi penerjemah bahasa isyarat yang aktif menerjemahkan seluruh sesi — menegaskan bahwa ruang kebijakan iklim harus terbuka dan dapat diakses oleh semua anak muda, tanpa terkecuali.
Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Menjaga Alam Papua
Gison Murib menekankan bahwa dampak perubahan iklim sudah nyata dirasakan di Papua, dan anak muda perlu lebih dari sekadar kepedulian — mereka harus memiliki kapasitas untuk memahami isu secara mendalam dan mengadvokasi kebijakan yang melindungi alam Papua bagi generasi mendatang.
Papua adalah salah satu wilayah dengan kawasan hutan hujan tropis terbesar dan terkaya di Indonesia — berperan vital dalam menjaga keseimbangan iklim, sumber daya air, serta keberlangsungan hidup masyarakat adat. Namun tekanan dari deforestasi, alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya alam, dan perubahan iklim terus mengancam ekosistem ini. Kondisi ini bukan hanya persoalan ekologis — ia adalah persoalan kebijakan, kesejahteraan, dan masa depan.

Academia Politica hadir untuk memastikan bahwa generasi muda Papua tidak hanya menjadi saksi dari krisis ini, tetapi juga aktor yang terlibat dalam solusinya.
Menutup paparannya, Gison menyampaikan:
“Masa depan anak-anak, cucu-cucu, dan generasi setelah kita ditentukan oleh keputusan yang kita ambil hari ini. Setiap aksi nyata untuk menjaga lingkungan adalah warisan berharga bagi mereka. Ketika kita melindungi bumi, kita sebenarnya sedang menjaga ciptaan Tuhan, merawat kehidupan, dan memastikan generasi mendatang dapat menikmati alam yang lestari, sehat, dan penuh harapan.”


