Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 8 Juli 2026
Trending
  • Baju Pink Dusty Cocok Dengan Celana Warna Apa? 7 Ide Pilihan
  • 7 cara membuat twibbon MPLS, mudah dengan Canva, Photoshop, atau PicsArt
  • Jadwal MotoGP Jerman 2026: Marquez Usaha Kecil di Sachsenring
  • GEN-A tingkatkan literasi digital dan kesehatan mental melalui webinar global
  • OJK Tegaskan Bank Asing Tidak Tarik Dana Besar-besaran dari Indonesia
  • BSI Meulaboh Umumkan Lelang Kedua Eksekusi Hak Tanggungan 21 Juli 2026
  • Ibu hamil tewas ditembak di Intan Jaya: Lembaga HAM, DPR, dan MRP Minta Evaluasi Keamanan Papua
  • Adzan Subuh Menggiring Jatuhnya Metode Klement, Pelajaran Spanyol vs Portugal Tuntas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»GEN-A tingkatkan literasi digital dan kesehatan mental melalui webinar global
Teknologi

GEN-A tingkatkan literasi digital dan kesehatan mental melalui webinar global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Juli 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perkembangan AI dan Tantangan di Era Digital

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa peluang besar dalam kehidupan sehari-hari, namun juga menimbulkan tantangan baru. Salah satu tantangan utama adalah meningkatnya penyebaran misinformasi, perubahan pola pengasuhan, serta gangguan kesehatan mental. Untuk menjawab tantangan ini, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menyelenggarakan webinar internasional bertajuk Growing Well in the Infodemic Era: Empowering Minds, Families, and Communities to Thrive in the Digital World secara daring pada Minggu (5/7/2026). Webinar ini diikuti oleh 47 peserta dari berbagai negara yang terdiri dari akademisi, praktisi kesehatan, dan pemuda.

Webinar ini bertujuan untuk membahas strategi membangun masyarakat yang lebih kritis, tangguh, dan adaptif di era digital. Dalam konteks global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperkenalkan istilah infodemic untuk menggambarkan melimpahnya informasi, baik benar maupun salah, yang dapat menyulitkan masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan mengambil keputusan yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami konteks informasi, membangun kepercayaan, serta menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital.

Membangun Ekosistem Informasi Kesehatan yang Sehat

Pada sesi utama, Dr. Wan Naszeerah, DrPH, MPH, membahas pentingnya membangun ekosistem informasi kesehatan yang sehat di era AI melalui materi Is Digital Literacy Enough in the AI Era? A Public Health Perspective from the Nusantara Health Information Ecosystem. Ia memperkenalkan konsep Nusantara Sociocultural Sphere, yang menggambarkan keterhubungan sekitar 290 juta penutur Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, kesamaan bahasa dan budaya memungkinkan informasi, termasuk misinformasi kesehatan, menyebar dengan sangat cepat melintasi batas negara sehingga pendekatan literasi digital harus mempertimbangkan aspek budaya, empati, dan kepercayaan.

“Literasi digital saja tidak lagi cukup. Di era AI, kita juga perlu memahami bagaimana algoritma dan konten berbasis AI membentuk informasi yang kita terima. Kepercayaan tetap menjadi fondasi ekosistem informasi yang sehat, dan empati merupakan keterampilan yang harus terus dilatih agar kita mampu membangun komunikasi yang bermakna,” ujar Dr. Wan.

Peran Orang Tua dalam Era AI

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K) melalui materi Good Parenting in the AI Era. Ia menjelaskan bahwa meskipun AI telah menjadi bagian dari kehidupan modern dan memberikan banyak kemudahan, teknologi tidak dapat menggantikan peran orang tua dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional anak. Hubungan yang hangat, komunikasi yang berkualitas, dan kehadiran orang tua tetap menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak di era digital.

“Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi orang tua yang benar-benar hadir. Gunakan AI secara bijak sebagai alat bantu, namun tetap bangun hubungan yang hangat karena kecerdasan emosional terbentuk melalui interaksi nyata bersama keluarga,” jelas dr. Reza.

Teknik Relaksasi untuk Mengelola Stres

Sementara itu, Krista C. Farey, M.D., M.S., M.A., membawakan materi Self-Hypnotherapy for Stress Management. Ia menjelaskan bahwa self-hypnotherapy merupakan teknik relaksasi yang dapat membantu seseorang mengelola stres dengan memanfaatkan kondisi alami pikiran. Menurutnya, teknik tersebut bukan bentuk pengendalian pikiran (mind control), melainkan keterampilan yang dapat dipelajari untuk membantu tubuh merespons stres secara lebih sehat.

“Self-hypnotherapy bukanlah pengendalian pikiran, melainkan cara menggunakan pikiran untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks dan mengurangi stres. Keterampilan ini dapat dipelajari dan dilatih oleh siapa saja,” ujarnya.

Peran Generasi Muda dalam Membangun Ruang Digital yang Sehat

Webinar juga menghadirkan sesi Youth Voice & Perspectives bersama Aura Nisya (GEN-A), Talitha Nur Al Iman (CIMSA FK USK), dan Yudhi Hari Wibowo (ASN Mengajar). Ketiganya menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun ruang digital yang sehat melalui kebiasaan memverifikasi informasi sebelum membagikannya, memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, menjaga kesehatan mental, serta memperkuat komunikasi di lingkungan keluarga dan komunitas.

Melalui diskusi interaktif yang dimoderatori oleh Aiza, Edukator GEN-A, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memverifikasi informasi dari sumber tepercaya, mengenali potensi bias dan konten yang dihasilkan AI, membangun pola pengasuhan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menerapkan teknik relaksasi sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Berbagai perspektif lintas disiplin yang disampaikan narasumber memberikan wawasan bahwa menghadapi infodemi membutuhkan kolaborasi antara ilmu pengetahuan, keluarga, komunitas, dan teknologi.

Langkah Praktis untuk Membangun Kebiasaan Digital yang Sehat

Project Officer webinar, Ns. Akrima Sabila, S.Kep., mengatakan bahwa webinar ini dirancang untuk memberikan bekal praktis kepada masyarakat dalam menghadapi perubahan yang dibawa oleh AI. “Kami berharap peserta tidak hanya memahami risiko infodemi, tetapi juga memiliki keterampilan untuk memanfaatkan AI secara bijak, mendampingi keluarga di ruang digital, serta menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab di lingkungannya,” ujarnya.

Sebagai langkah praktis, masyarakat dapat mulai membangun kebiasaan digital yang sehat dengan memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menggunakan AI sebagai alat bantu tanpa mengabaikan penilaian kritis, meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan keluarga, serta menerapkan teknik relaksasi sederhana ketika menghadapi tekanan atau stres. Langkah-langkah tersebut penting untuk membangun ketahanan individu sekaligus menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat.

Komitmen GEN-A dalam Edukasi Kesehatan yang Relevan

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menegaskan bahwa webinar ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. “Transformasi digital tidak boleh hanya menghasilkan masyarakat yang mahir menggunakan teknologi, tetapi juga masyarakat yang mampu berpikir kritis, memiliki empati, menjaga kesehatan mental, dan membangun hubungan yang sehat dalam keluarga maupun komunitas. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara, GEN-A akan terus menghadirkan edukasi berbasis bukti ilmiah agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan di era kecerdasan buatan,” katanya.

Melalui webinar internasional ini, GEN-A berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan, berpikir kritis dalam menyaring informasi, menjaga kesehatan mental, serta menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat. Ke depan, GEN-A akan terus mengembangkan berbagai program edukasi, penelitian, dan kolaborasi berbasis bukti ilmiah untuk mendukung terwujudnya generasi yang sehat, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi transformasi digital.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Revolution Gaya Hidup Muda, Yamaha AEROX ‘Obat Ganteng’ Generasi Kini

8 Juli 2026

Aveeno hadirkan balm perbaikan kulit, solusi penghalang kulit sehat

8 Juli 2026

Pengamat: Tarif Langganan Transjakarta Rp200.000 Bulanan Jadi Solusi Pekerja

8 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Baju Pink Dusty Cocok Dengan Celana Warna Apa? 7 Ide Pilihan

8 Juli 2026

7 cara membuat twibbon MPLS, mudah dengan Canva, Photoshop, atau PicsArt

8 Juli 2026

Jadwal MotoGP Jerman 2026: Marquez Usaha Kecil di Sachsenring

8 Juli 2026

GEN-A tingkatkan literasi digital dan kesehatan mental melalui webinar global

8 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?