Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 8 Juli 2026
Trending
  • Baju Pink Dusty Cocok Dengan Celana Warna Apa? 7 Ide Pilihan
  • 7 cara membuat twibbon MPLS, mudah dengan Canva, Photoshop, atau PicsArt
  • Jadwal MotoGP Jerman 2026: Marquez Usaha Kecil di Sachsenring
  • GEN-A tingkatkan literasi digital dan kesehatan mental melalui webinar global
  • OJK Tegaskan Bank Asing Tidak Tarik Dana Besar-besaran dari Indonesia
  • BSI Meulaboh Umumkan Lelang Kedua Eksekusi Hak Tanggungan 21 Juli 2026
  • Ibu hamil tewas ditembak di Intan Jaya: Lembaga HAM, DPR, dan MRP Minta Evaluasi Keamanan Papua
  • Adzan Subuh Menggiring Jatuhnya Metode Klement, Pelajaran Spanyol vs Portugal Tuntas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Ancaman deforestasi nyata, pemuda Papua soroti isu iklim
Politik

Ancaman deforestasi nyata, pemuda Papua soroti isu iklim

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Juli 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Program Academia Politica: Mengedukasi Generasi Muda Papua dalam Perumusan Kebijakan Iklim

Program Academia Politica Jayapura adalah inisiatif yang diselenggarakan oleh Yayasan Partisipasi Muda (YPM) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Sosiologi, Universitas Cenderawasih (Uncen). Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang isu lingkungan serta keterampilan praktis dalam merumuskan dan mengadvokasi kebijakan publik berbasis isu iklim kepada generasi muda Papua.

Fokus pada Isu Lingkungan dan Pendidikan Kebijakan

Dengan tema “Tidak Ada Hutan, Tidak Ada Air: Kenapa Suara Orang Muda Penting”, program ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi peserta, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran yang menyentuh berbagai aspek penting terkait perubahan iklim. Selama dua hari, peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa lintas institusi di Jayapura mengikuti dua sesi workshop terstruktur: Climate Change 101 dan Climate Communications.

Di sesi Climate Change 101, peserta diberikan materi mendalam mengenai kondisi ekosistem Papua, termasuk ancaman deforestasi, krisis air bersih, alih fungsi lahan, dan dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat adat. Materi ini dibawakan oleh Gison Murib, Peneliti Muda dan Edukator Konservasi YAPPENDA, sekaligus Dr. Estiko Tri Wiradyo, Kepala Bidang Perencanaan Kehutanan DLHK Provinsi Papua.

Selain itu, Dr. Estiko Tri Wiradyo menjelaskan secara langsung bagaimana kebijakan kehutanan dirancang, tantangan implementasinya di lapangan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dan generasi muda sebagai agen perubahan.

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Iklim

Di sesi Climate Communications, peserta diajak memahami bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan ekologis — ia juga merupakan krisis komunikasi. Neildeva Despendya Putri, Direktur Eksekutif YPM, memfasilitasi sesi ini dengan penekanan bahwa narasi iklim yang selama ini beredar kerap terasa rumit, menakutkan, dan jauh dari keseharian anak muda.

Peserta kemudian mempraktikkan secara langsung penyusunan kampanye iklim digital secara berkelompok — mulai dari memilih isu, menentukan target audiens, hingga menyusun pesan yang tepat sasaran sesuai peran masing-masing aktor.

Simulasi Perumusan Kebijakan Publik

Setelah dua workshop tersebut, program dilanjutkan dengan simulasi perumusan kebijakan publik melalui diskusi dan role playing lintas peran — melatih kemampuan advokasi dan kolaborasi antar sektor secara langsung.

Academia Politica Jayapura juga hadir secara inklusif dengan menyediakan layanan juru bahasa isyarat selama kegiatan berlangsung. Kehadiran teman Tuli sebagai peserta — didampingi penerjemah bahasa isyarat yang aktif menerjemahkan seluruh sesi — menegaskan bahwa ruang kebijakan iklim harus terbuka dan dapat diakses oleh semua anak muda, tanpa terkecuali.

Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Menjaga Alam Papua

Gison Murib menekankan bahwa dampak perubahan iklim sudah nyata dirasakan di Papua, dan anak muda perlu lebih dari sekadar kepedulian — mereka harus memiliki kapasitas untuk memahami isu secara mendalam dan mengadvokasi kebijakan yang melindungi alam Papua bagi generasi mendatang.

Papua adalah salah satu wilayah dengan kawasan hutan hujan tropis terbesar dan terkaya di Indonesia — berperan vital dalam menjaga keseimbangan iklim, sumber daya air, serta keberlangsungan hidup masyarakat adat. Namun tekanan dari deforestasi, alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya alam, dan perubahan iklim terus mengancam ekosistem ini. Kondisi ini bukan hanya persoalan ekologis — ia adalah persoalan kebijakan, kesejahteraan, dan masa depan.

Academia Politica hadir untuk memastikan bahwa generasi muda Papua tidak hanya menjadi saksi dari krisis ini, tetapi juga aktor yang terlibat dalam solusinya.

Menutup paparannya, Gison menyampaikan:

“Masa depan anak-anak, cucu-cucu, dan generasi setelah kita ditentukan oleh keputusan yang kita ambil hari ini. Setiap aksi nyata untuk menjaga lingkungan adalah warisan berharga bagi mereka. Ketika kita melindungi bumi, kita sebenarnya sedang menjaga ciptaan Tuhan, merawat kehidupan, dan memastikan generasi mendatang dapat menikmati alam yang lestari, sehat, dan penuh harapan.”

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ibu hamil tewas ditembak di Intan Jaya: Lembaga HAM, DPR, dan MRP Minta Evaluasi Keamanan Papua

8 Juli 2026

Dugaan Pemalsuan Surat Rp 10 Miliar, Tahanan Luar dalam Sengketa Tanah Kanci Cirebon

8 Juli 2026

Bupati Kukar Angkat Bicara Soal Penggeledahan Disdikbud: Hormati Proses Hukum

8 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Baju Pink Dusty Cocok Dengan Celana Warna Apa? 7 Ide Pilihan

8 Juli 2026

7 cara membuat twibbon MPLS, mudah dengan Canva, Photoshop, atau PicsArt

8 Juli 2026

Jadwal MotoGP Jerman 2026: Marquez Usaha Kecil di Sachsenring

8 Juli 2026

GEN-A tingkatkan literasi digital dan kesehatan mental melalui webinar global

8 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?