Waspada Peredaran Uang Palsu, Polisi Imbau Warga Kotim Teliti saat Terima Uang Tunai
Polres Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan teliti saat menerima uang tunai. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap tindakan penipuan yang bisa saja terjadi kapan saja.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai peredaran uang palsu di wilayah Kotim. Namun, ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memeriksa keaslian uang.
Metode sederhana seperti meraba tekstur kertas, melihat warna, serta menerawang uang saat ditempatkan di bawah cahaya dapat membantu mengenali ciri-ciri fisik uang asli.
“Saya mengimbau masyarakat agar menerapkan cara meraba, melihat, dan menerawang saat menerima uang. Ini penting untuk memastikan keasliannya,” ujar Resky, Jumat (17/4/2026).
Terungkap Kecelakaan Tunggal Kadishut Kalteng Agustan di Cempaga Kotim Ternyata Titik Rawan Laka

Insiden kecelakaan tunggal yang menimpa Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kadishut Kalteng) Agustan Saining di wilayah Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, ternyata berada di lokasi yang diketahui sebagai titik rawan kecelakaan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy mengungkapkan bahwa berdasarkan data, Kecamatan Cempaga termasuk daftar lokasi dengan tingkat kecelakaan cukup tinggi.
Menurutnya, karakter jalan di kawasan tersebut relatif lurus, namun memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi. Hal ini membuat pengendara harus tetap waspada.
“Kalau kita lihat data, lokasi Cempaga ini termasuk lokasi rawan kecelakaan. Ada sekitar 10 titik rawan dengan tingkat kejadian cukup tinggi, termasuk di Kecamatan Cempaga, Kotim,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Palangka Raya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa kecelakaan yang dialami Agustan terjadi di salah satu titik yang telah masuk dalam daftar wilayah rawan tersebut.
Lalin di Simpang Pelita–HM Arsyad Sampit Kotim Sempat Terganggu, Kabel Menjuntai Tersenggol Truk

Lalu lintas di simpang Jalan Pelita dan HM Arsyad, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah sempat terganggu, Jumat (17/4/2026).
Penyebabnya adalah kabel lampu lalu lintas di persimpangan tersebut tiba-tiba menjuntai hingga mendekati badan jalan, memicu kekhawatiran para pengendara.
Sejumlah warga dan pengguna jalan sempat melambatkan kendaraan mereka saat melintasi lokasi. Kondisi kabel menggantung rendah dinilai berpotensi membahayakan, terutama bagi kendaraan berukuran tinggi.
Tidak butuh waktu lama, laporan terkait kejadian itu langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotim.
Kebutuhan Hewan Kurban Idul Adha 2026 di Kotim Meningkat, Stok Sapi dan Kambing Kurang 651 Ekor

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah diprediksi mengalami peningkatan. Namun di balik tingginya permintaan tersebut, ketersediaan stok ternak justru masih belum mencukupi.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim mencatat, berdasarkan data sementara dari para pengepul, kebutuhan sapi tahun ini diperkirakan mencapai 1.114 ekor. Dari jumlah tersebut, masih terdapat kekurangan sekitar 651 ekor. Sementara itu, kebutuhan kambing tercatat sebanyak 448 ekor, dengan kekurangan sekitar 303 ekor.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.
“Data ini kami peroleh dari para pengepul. Untuk perkembangan selanjutnya, apakah target tersebut dapat terpenuhi atau tidak, akan terus kami pantau,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Antrean Mengular di SPBU Sampit Kotim, Sopir Truk Keluhkan Solar Langka dan Dugaan Aksi Pelangsir

Antrean kendaraan kembali memadati dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (17/4/2026). Sejak pagi hari, deretan mobil dan truk tampak mengular di sejumlah SPBU.
Situasi ini disebut dipicu meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar dan Dexlite.
Keresahan warga semakin meluas setelah beredarnya sejumlah video di grup-grup perpesanan. Kondisi ini memicu keluhan warga, terutama para sopir angkutan, yang harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.



