Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 21 April 2026
Trending
  • Skor 1-1, Babak Pertama Man City vs Arsenal Panas di Liga Inggris
  • 5 Kafe Pemandangan Gunung yang Membuat Betah di Bogor
  • 12 prediksi shio hari Senin 20 April 2026: Nomor keberuntungan, cinta, dan karier
  • Pemerintah Siapkan Perpres untuk Tuntaskan Target PLTS 100 GW Prabowo
  • Kritik Pedas Komisi VI DPR: Kenaikan BBM Nonsubsidi Melampaui Batas Wajar
  • Inara Rusli Bantah Zina, Pengakuan Janggal Soal Nikah Siri dengan Insanul
  • Perhapi Sultra: Denda Tambang yang Tidak Sah dan Pilih Kasih?
  • Saat Amerika Gunakan Laser, Ukraina Pakai Jaring Tahan Drone
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pemerintah Siapkan Perpres untuk Tuntaskan Target PLTS 100 GW Prabowo
Nasional

Pemerintah Siapkan Perpres untuk Tuntaskan Target PLTS 100 GW Prabowo

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peraturan Presiden untuk Mendorong Pembangunan PLTS 100 GW



Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang bertujuan untuk mendukung pencapaian target kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW). Target ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat transisi energi terbarukan di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memiliki ambisi kuat agar kapasitas PLTS dapat mencapai angka tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Sripeni Inten Cahyani, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari Unsur Pemangku Kepentingan, menjelaskan bahwa dua faktor utama mendorong penyusunan Perpres ini. Pertama, Perpres diperlukan untuk menyesuaikan target kapasitas terpasang PLTS dalam rencana penyediaan energi dan kelistrikan nasional. Pemerintah ingin menyelaraskan target PLTS dalam berbagai dokumen strategis seperti Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), dan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Kedua, Perpres bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan proyek PLTS dengan payung regulasi yang lebih jelas. Sripeni menyoroti pentingnya kesesuaian antara pasokan dan permintaan serta kemudahan investasi dan pendanaan. Ia mengusulkan agar satu program tersebut diatur dalam satu Perpres agar lebih mudah dalam pengaturannya.

Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan PLTS

Sripeni optimis bahwa permintaan terhadap PLTS akan meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan listrik yang berasal dari energi terbarukan. Permintaan terutama datang dari sektor komersial dan industri, termasuk data center. Selain itu, program strategis pemerintah seperti Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan juga akan mendorong penambahan kapasitas PLTS.

Di sisi lain, Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan bahwa pihaknya sedang membahas deregulasi untuk mengakselerasi pembangunan PLTS. Penambahan kapasitas akan mengoptimalkan berbagai jenis PLTS, mulai dari PLTS di permukaan tanah, PLTS Atap, hingga PLTS Terapung.

Saat ini, total kapasitas terpasang PLTS baru sebesar 1,5 GW. Meski potensi energi surya Indonesia sangat besar, yaitu hingga 3.294 GW, pemanfaatannya masih mini. Dalam RUPTL 2025-2034, pemerintah menargetkan tambahan kapasitas PLN sebanyak 17,1 GW. Untuk mencapai target 100 GW, pelaksanaannya akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dari sisi kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan.

Pengembangan PLTS Terapung dan PLTS Atap

Eniya menambahkan bahwa Kementerian ESDM sedang berkomunikasi secara intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengembangkan PLTS Terapung. Dalam pemetaan awal, ada potensi pemanfaatan bendungan di 259 lokasi dengan okupansi sekitar 20%. Kapasitas PLTS Terapung dari pemanfaatan bendungan tersebut mencapai sekitar 15 GW.

Selain itu, Kementerian ESDM juga mendorong penambahan kapasitas dari PLTS Atap, yang bisa melibatkan berbagai pihak. Saat ini, kapasitas terpasang PLTS Atap mencapai 895 Megawatt (MW). Eniya menyatakan bahwa pihaknya masih berjuang untuk mencapai lebih dari 1 GW.

Industri Panel Surya Dalam Negeri

Eniya menegaskan bahwa berbagai program penambahan kapasitas PLTS harus bisa memacu pertumbuhan ekosistem industri di dalam negeri. Kementerian ESDM berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk memetakan potensi pengembangan rantai pasok industri modul dan panel surya dari hulu ke hilir.

Saat ini, Indonesia memiliki 25 pabrikan di industri modul dan panel surya dengan kapasitas produksi sekitar 4,8 GW per tahun. Sripeni menyebutkan bahwa total kapasitas bisa mencapai sekitar 10 GW – 11 GW dengan mengakumulasi pabrik yang berorientasi ekspor.

Namun, Sripeni juga menyoroti bahwa pabrik modul dan panel surya yang berorientasi ekspor sedang kesulitan karena terkendala faktor eksternal, terutama bagi yang ekspor ke Amerika Serikat karena harus menanggung tarif yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pabrik lokal akan lebih bergantung pada permintaan proyek PLTS di dalam negeri.

Dukungan dari Asosiasi Energi Surya Indonesia

Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menyambut komitmen pemerintah untuk mempercepat target penambahan kapasitas PLTS. Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menyoroti pentingnya program inisiatif cepat (quick wins) dalam mengeksekusi target penambahan kapasitas PLTS, khususnya untuk mencapai ambisi 100 GW.

“PLTS adalah salah satu energi terbarukan yang paling mudah diimplementasikan dalam waktu yang sangat singkat. Harus memastikan bahwa kita memiliki quick wins di tahun pertama,” tegas Mada.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Perhapi Sultra: Denda Tambang yang Tidak Sah dan Pilih Kasih?

21 April 2026

Inara Rusli Bantah Zina, Pengakuan Janggal Soal Nikah Siri dengan Insanul

21 April 2026

5 Kafe Pemandangan Gunung yang Membuat Betah di Bogor

21 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Skor 1-1, Babak Pertama Man City vs Arsenal Panas di Liga Inggris

21 April 2026

5 Kafe Pemandangan Gunung yang Membuat Betah di Bogor

21 April 2026

12 prediksi shio hari Senin 20 April 2026: Nomor keberuntungan, cinta, dan karier

21 April 2026

Pemerintah Siapkan Perpres untuk Tuntaskan Target PLTS 100 GW Prabowo

21 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?