Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Pengakuan Terakhir Bocah Sukabumi Sebelum Meninggal, Disuruh Minum Air Panas oleh Ibu Tiri
    Hukum

    Pengakuan Terakhir Bocah Sukabumi Sebelum Meninggal, Disuruh Minum Air Panas oleh Ibu Tiri

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peristiwa Mengerikan yang Menimpa Bocah 12 Tahun di Sukabumi

    Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun, NS, mengalami nasib tragis setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari ibu tirinya. Kejadian ini terjadi di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. NS dilarikan ke IGD Rumah Sakit dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan akhirnya meninggal dunia pada hari yang sama.

    Di saat-saat terakhirnya, NS mengungkapkan pengakuan mengerikan bahwa ia disuruh minum air panas oleh ibu tiri. Pengakuan ini disampaikannya kepada ayahnya, Anwar Satibi, saat terbaring lemah di ruang ICU RS Jampang Kulon. Setelah itu, kondisi NS semakin memburuk hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

    Kronologi Kematian NS

    Anwar Satibi, ayah NS, menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Dua hari sebelum kejadian, ia berangkat ke Sukabumi untuk bekerja sebagai jasa panggilan pemasangan gigi. Sebelum berangkat, kondisi putranya masih sehat. Namun, dua hari kemudian, ia menerima telepon dari istrinya yang memberitahu bahwa NS demam tinggi.

    Menurut keterangan istri Anwar, NS mengalami panas hingga ngelantur. Ia pun menyuruh suaminya untuk pulang secepatnya. Saat tiba di rumah, Anwar kaget melihat kulit NS melepuh. Istrinya mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh demam tinggi sang anak.

    Namun, kondisi NS tidak kunjung membaik. Akhirnya, Anwar membawa anaknya ke RS Jampang Kulon untuk dirawat. Di IGD, NS mengaku bahwa ia disuruh minum air panas oleh ibu tiri. Dari IGD, NS langsung masuk ke ICU dan akhirnya meninggal.

    Keinginan untuk Kejelasan

    Anwar ingin mengetahui penyebab pasti kematian NS melalui autopsi. Ia tidak ingin menuduh sembarangan, sehingga memilih proses autopsi untuk mendapatkan kejelasan. Selain itu, ia juga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Jampang Kulon untuk keperluan visum et repertum.

    Jika nantinya ditemukan unsur pidana dalam kematian NS, Anwar berharap proses hukum dapat berjalan tegas. Ia berharap kasus ini menjadi efek jera bagi pelaku.

    Hasil Autopsi

    Kepala Instansi Forensik RS Bhayangkara, Kombes dr. Carles Siagian, mengungkapkan bahwa jenazah NS diterima pada malam hari dan autopsi dilakukan pada pagi hari berikutnya. Hasilnya menunjukkan adanya trauma panas pada tubuh NS, dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh seperti lengan, kaki, punggung, serta area bibir dan hidung.

    Dokter juga menemukan pembengkakan pada organ dalam NS, yakni paru-paru. Tim forensik melakukan uji laboratorium di Jakarta untuk memeriksa apakah ada zat asing atau racun yang menyebabkan kematian mendadak.

    Riwayat KDRT Sebelumnya

    Dugaan penyiksaan yang dialami NS tidak muncul tiba-tiba. Anwar mengungkapkan bahwa NS pernah mengalami KDRT dari ibu tiri pada tahun 2025 lalu. Saat itu, istrinya memohon agar tidak dilaporkan dan mengaku akan bertobat. Meski begitu, laporan Anwar belum dicabut.

    Hingga saat ini, penyelidikan terkait kematian NS masih berlangsung guna memastikan penyebab pasti.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?