Profil Saudara Kandung Raden Ajeng Kartini
Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia, dikenal sebagai pejuang kemerdekaan serta perempuan yang berjuang untuk hak-hak wanita. Lahir pada 21 April 1879, ia adalah anak kelima dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Artikel ini akan membahas beberapa saudara kandung RA Kartini.
Deretan Saudara Kandung RA Kartini
R.M Slamet Sosroningrat
R.M Slamet Sosroningrat adalah kakak laki-laki kandung tertua Kartini yang lahir pada 15 Juni 1873. Setelah lulus dari sekolah, R.M Slamet Sosroningrat diangkat menjadi salah satu pegawai di pemerintahan Jepara. Ia menjadi salah satu kakak kandung Kartini yang tidak menyetujui keinginan Kartini untuk melanjutkan bersekolah.P.A Sosrobusono

Kakak kedua laki-laki Kartini adalah R.M Busono yang lahir pada 11 Mei 1874. Berkat kemampuan yang dimilikinya, ia berhasil diangkat menjadi P.A Sosrobusono saat menjadi bupati Ngawi periode 1905-1943. Salah satu keturunannya adalah Prof. Dr. Sediono MP. Tjondronegoro, seorang peneliti dalam ilmu sosiologi di IPB (Institut Pertanian Bogor).Drs. R.M.P Sosrokartono

Sosrokartono atau lebih dikenal dengan nama Kartono lahir pada 10 April 1877. Ia adalah kakak kandung dari Kartini yang memiliki tingkat pendidikan dan kecerdasan paling tinggi di antara saudara-saudaranya. Kartono merupakan lulusan Universitas Leiden, Belanda dan dikenal sebagai wartawan perang pertama dari Indonesia yang meliput Perang Dunia I. Ia juga merupakan sosok yang sangat mendukung keputusan Kartini untuk melanjutkan pendidikannya.R.A Kardinah

Kartini tidak memiliki kakak kandung perempuan. Namun, ia memiliki beberapa adik perempuan, salah satunya adalah R.A Kardinah yang lahir pada 1 Maret 1881. Kardinah menikah dengan R.M.A.A Rekso Negoro, seorang Patih Pemalang yang kemudian menjadi Bupati Tegal. Semasa hidupnya, Kartini bersama Kardinah dan Roekmini dikenal sebagai tiga serangkai.R.M Muljono

Mama kandung Kartini memberinya adik laki-laki yang lahir pada 16 Desember 1885 dan diberi nama R.M Muljono. Sayangnya, tidak banyak informasi seputar adik laki-laki Kartini satu ini.R.A Soematri

Ada pula Raden Ajeng Soematri yang merupakan adik kandung perempuan Kartini. Soematri lahir pada 11 Maret 1888. Saat besar, ia menikah dengan R.Ng.Sosrohadikusumo. Suami R.A Soematri adalah salah satu Volksrad (Dewan Rakyat pada masa pemerintahan kolonial). Dalam setiap suratnya, Soematri telah mewakili Perempuan Jawa yang pada zamannya hak hidupnya sebagai seorang manusia sangat dibatasi. Melalui surat dan pergerakannya, Soematri mencoba mengubah paradigma bahwa seorang perempuan hanyalah sebagai ‘konco wingking’ (pelengkap rumah tangga) saja. R.A Soematri meninggal pada tahun 1963 di Salatiga.R.M Rawito

Raden Mas Rawito adalah adik bungsu laki-laki Kartini yang dilahirkan pada 16 Oktober 1892. Dalam foto ini, Rawito berada di pangkuan sang papa.
Nah, itu dia beberapa saudara kandung RA Kartini. Tak hanya Kartini, saudara-saudaranya juga memberikan jasa yang besar bagi sejarah Indonesia.
FAQ Seputar Saudara Kandung RA Kartini
Question:
Siapa nama keluarga RA Kartini?
Answer:
Kartini Semasa hidupnya dimulai dengan lahirnya Kartini di keluarga priyayi. Kartini yang memiliki nama panjang Raden Adjeng Kartini ini ialah anak perempuan dari seorang patih yang kemudian diangkat menjadi bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat.
Question:
Apakah suami Kartini mendukung Kartini?
Answer:
Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Question:
Berapa banyak anak yang dimiliki Kartini?
Answer:
Tak lama setelah pernikahannya, Kartini hamil dan optimis tentang kehidupan yang akan dijalani anaknya. Ia terus bekerja di sekolah selama kehamilannya. Putranya, Raden Mas Singgih, lahir pada 13 September 1904. Kartini meninggal pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan anak satu-satunya.









