Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 6 Juli 2026
Trending
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026: Jepang dan Filipina Mewakili Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Komnas HAM Minta DPR Panggil Panglima TNI Terkait Satgas Habema
Politik

Komnas HAM Minta DPR Panggil Panglima TNI Terkait Satgas Habema

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Komnas HAM Minta Penjelasan Terkait Operasi Satgas Habema di Papua

Komnas HAM, lembaga yang bertugas menangani isu Hak Asasi Manusia (HAM), mengeluarkan pernyataan terkait operasi militer yang dilakukan oleh Satuan Tugas Komando Operasi Habema (Satgas Habema) di wilayah Papua. Amiruddin Al Rahab, salah satu komisioner Komnas HAM, meminta Komisi I DPR untuk segera memanggil Panglima TNI guna memperjelas tujuan pembentukan satgas tersebut.

Operasi militer yang dilakukan oleh Satgas Habema menjadi sorotan setelah diduga menewaskan warga sipil di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada 14 April 2026. Dalam peristiwa tersebut, Komnas HAM mencatat adanya 12 korban jiwa yang tewas akibat kejadian ini. Amiruddin menegaskan bahwa hingga saat ini, Papua belum secara resmi ditetapkan sebagai daerah operasi militer, sehingga keberadaan Satgas Habema masih membingungkan.

“Komisi I mestinya memanggil Panglima TNI untuk meminta kejelasan tentang peristiwa ini dan apakah Papua ditetapkan sebagai daerah operasi militer,” ujar Amiruddin dalam pernyataannya.

Amiruddin menyatakan bahwa selama ini, Panglima TNI tidak memberikan penjelasan jelas mengenai tujuan pembentukan Satgas Habema. Menurutnya, operasi yang dilakukan oleh pasukan tersebut sering kali berujung pada korban sipil, sehingga perlu adanya evaluasi lebih lanjut.

Korban Jiwa dan Kekacauan di Wilayah Papua

Korban jiwa yang terjadi di Kampung Kembru termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan yang mengalami luka tembak. Anis Hidayah, Ketua Komnas HAM, mengecam operasi yang dilakukan oleh Satgas Habema. Menurutnya, operasi semacam ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun karena melanggar prinsip HAM.

“Operasi penindakan yang dapat dikategorikan operasi militer maupun operasi militer selain perang yang menimbulkan korban jiwa warga sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun,” kata Anis dalam pernyataan resminya.

Anis juga menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap warga sipil, baik oleh aktor negara maupun non-negara, merupakan pelanggaran HAM. Hal ini juga melanggar hukum humaniter internasional, yang menjamin hak hidup dan rasa aman bagi setiap individu.

Penjelasan dari TNI Mengenai Kejadian di Kampung Kembru dan Jiginggi

Kepala Penerangan Satgas Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri Wirya Arthadiguna, memberikan penjelasan terkait dua kejadian yang terjadi pada 14 April 2026. Menurutnya, penembakan terhadap anak-anak dan operasi terhadap TPNPB-OPM adalah dua kejadian yang berbeda.

Wirya menjelaskan bahwa kejadian pertama terjadi di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Saat itu, TNI menindaklanjuti laporan warga mengenai keberadaan OPM di wilayah tersebut. Dalam kontak tembak yang terjadi, empat anggota OPM meninggal. Sementara kejadian kedua terjadi di Kampung Jiginggi, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Kembru.

“Sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai satu peristiwa yang saling berkaitan,” ujar Wirya.

Menurut Wirya, aparat TNI tidak melakukan aktivitas di Kampung Jiginggi saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut. Selain itu, kedua kejadian terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, sehingga tidak saling berkaitan.



TNI menegaskan bahwa hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari peristiwa tersebut. Dalam pernyataannya, Wirya menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk memastikan kebenaran informasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas

30 Juni 2026

5 Aset Paling Populer: Peta Lokasi Aset Iran yang Dibekukan – Kongres AS Batasi Gerak Trump dalam Perang

30 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?