Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 30 Juni 2026
Trending
  • 5 Aset Paling Populer: Peta Lokasi Aset Iran yang Dibekukan – Kongres AS Batasi Gerak Trump dalam Perang
  • Prediksi Prancis vs Norwegia 27 Juni 2026: Duel Mbappe vs Haaland Tentukan Pemenang Grup I
  • 15 rekomendasi wisata hemat di Bogor untuk liburan sekolah, tiket di bawah Rp50 ribu
  • Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan
  • 6 ciri-ciri usus sehat, tanda pencernaan optimal
  • Kepala Puskesmas Kojagete Dikaitkan dengan Perselisihan, Sekda Sikka: Perjanjian dengan Pemilik Tanah Tidak Pernah Dibahas TPK
  • Tenxi Buka Rahasia Album Liga Besar dan Sepak Bola
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik 2026, Bali Jadi Nomor Satu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»5 Aset Paling Populer: Peta Lokasi Aset Iran yang Dibekukan – Kongres AS Batasi Gerak Trump dalam Perang
Politik

5 Aset Paling Populer: Peta Lokasi Aset Iran yang Dibekukan – Kongres AS Batasi Gerak Trump dalam Perang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Juni 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Berita Terkini

Sejumlah peristiwa internasional yang terjadi dalam 24 jam terakhir menarik perhatian dunia. Dari kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran hingga berbagai isu politik dan militer, berikut adalah rangkuman lengkapnya.

Aset Beku Iran: Potensi Pemulihan Keuangan

Kesepakatan antara AS dan Iran membuka peluang bagi negara tersebut untuk mengakses miliaran dolar aset yang selama ini dibekukan di luar negeri, terutama di China dan Irak. Meski demikian, kedua pihak masih memiliki pandangan berbeda mengenai jumlah dana dan syarat pencairannya.

Aset yang dibekukan biasanya mencakup dana atau aset keuangan lain yang secara hukum diblokir akses maupun transfernya, sering kali karena sanksi. Dalam kasus Iran, aset tersebut sebagian besar terdiri dari pendapatan minyak dan cadangan devisa yang disimpan di bank-bank asing.

Iran telah dikenai sanksi dan pembatasan perdagangan oleh AS sejak Revolusi Iran tahun 1979. Sanksi tambahan juga diberlakukan selama bertahun-tahun sebagai respons terhadap kekhawatiran mengenai program nuklir Iran, catatan hak asasi manusia, serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan di Timur Tengah. Perekonomian Iran telah lama tertekan akibat sanksi, inflasi tinggi, dan depresiasi mata uang. Pelepasan aset-aset yang dibekukan berpotensi memberi Iran tambahan sumber daya keuangan dalam jumlah besar di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Drone Iran dan Kesaksian Pilot AS

Seorang pilot jet tempur Amerika Serikat (AS) yang diselamatkan oleh pasukan khusus setelah ditembak jatuh di atas wilayah Iran pada bulan April 2026 lalu memberikan kesaksiannya. Militer Iran sebelumnya mengklaim menembak pesawat jet F-15 milik AS pada Jumat 3 April 2026 saat ketegangan meningkat di Timur Tengah.

Pesawat jet F-15 membawa seorang perwira sistem persenjataan dan seorang pilot. Dua personel militer AS di dalam F-15E Strike Eagle tersebut berhasil melontarkan diri dari pesawat. Pilotnya diselamatkan pada hari yang sama, tetapi awak kedua dinyatakan hilang.

Sang pilot yang selamat menggambarkan pemandangan yang mengejutkan sebelum melontarkan diri dari pesawatnya. Dia melihat beberapa drone Iran melayang di udara, bergerak serempak, dalam formasi yang menyerupai ubur-ubur. Keterangan tersebut, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, dibagikan oleh pilot F-15 kepada para pejabat intelijen selama pengarahan setelah insiden tersebut. Hal itu segera memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas intelijen AS yang hingga kini belum terselesaikan.

Trump Ancam Batalkan Negosiasi Jika Iran Tolak Inspeksi IAEA

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) harus diizinkan masuk ke Iran berdasarkan usulan perjanjian perdamaian AS-Iran yang baru saja ditandatangani beberapa hari lalu. Trump tidak menerima klaim Iran yang menyatakan bahwa tidak ada kesepakatan terkait mekanisme inspeksi semacam itu.

Berbicara di depan publik pada Selasa (23/6/2026) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa Iran mengetahui persyaratan yang sedang dibahas sebagai bagian dari usulan perdamaian yang bertujuan menciptakan stabilitas di kawasan Asia Barat yang dilanda konflik. “Mereka salah. Mereka tahu mereka salah, dan jika mereka benar, saya akan membatalkan pertemuan itu sekarang juga,” kata Trump, merujuk pada laporan dan pernyataan dari pihak Iran yang mempertanyakan komitmen inspeksi.

Trump menambahkan bahwa inspektur IAEA pada akhirnya akan diizinkan mengakses wilayah tersebut berdasarkan perjanjian. “Mereka akan berada di lapangan pada waktu yang tepat,” katanya. Pernyataan tersebut muncul di tengah klaim yang saling bertentangan antara AS dan Iran mengenai masalah pemantauan dan verifikasi nuklir.

Aktivis Zionis Targetkan Pelapor Khusus PBB

Aktivis Zionis, Hillel Neuer, secara terbuka membual di forum Jerusalem News Syndicate (JNS) tentang bagaimana Pelapor Khusus PBB, Francesca Albanese (49) dan suaminya, menjadi sasaran, dikenai sanksi, hingga dibuat menderita karena kritik mereka yang lantang terhadap dugaan genosida Israel di Gaza.

Jerusalem News Syndicate (JNS) adalah media berita berbasis di Israel yang berfokus pada isu-isu Israel, Yahudi, dan geopolitik global. Dalam klip tersebut, Neuer mengkritik Albanese dan merujuk pada sejumlah pernyataannya di masa lalu, termasuk komentar mengenai lobi Yahudi pada 2014 terkait kebijakan AS serta tuduhan berulang Albanese mengenai genosida, apartheid, dan berbagai pelanggaran lain yang dikaitkan dengan Israel.

Neuer kemudian menyoroti upaya yang disebutnya berhasil dilakukan untuk mendorong sanksi AS terhadap Albanese. Ia juga menyinggung dampak sanksi tersebut terhadap keuangan dan perjalanan Albanese, serta hilangnya posisi kepemimpinan suaminya di Bank Dunia setelah unggahan lama suaminya kembali mencuat. Para hadirin bereaksi dengan tepuk tangan. Para kritikus di media sosial menyebut pernyataan tersebut sebagai sesumbar yang tidak peka dan menganggapnya sebagai bukti bahwa lobi Zionis memiliki pengaruh terhadap kebijakan pemerintah AS.

Pergerakan Trump Kian Sempit! Senat dan DPR AS Kompak Batasi Wewenang Militer

Dewan Senat Amerika Serikat (AS) resmi menyetujui resolusi pembatasan wewenang militer Presiden Donald Trump. Langkah ini selaras dengan tindakan DPR AS yang sebelumnya telah meloloskan resolusi pembatasan wewenang perang Trump di Iran.

Menurut laporan AP News, resolusi ini dirancang khusus untuk mencegah Gedung Putih secara sepihak menyeret militer AS ke dalam perang terbuka melawan Iran tanpa lampu hijau dari parlemen. Keputusan ini menjadi momentum langka di Washington. Langkah yang dikenal sebagai War Powers Resolution atau Resolusi Hak-Hak Perang, sukses melenggang berkat dukungan bipartisan.

Di mana sejumlah politikus dari partai penyokong Trump sendiri berbalik arah menentang kebijakan sang Presiden. Dalam pemungutan suara yang berlangsung dramatis pada Selasa (23/6/2026) waktu setempat, resolusi ini lolos dengan keunggulan 55 suara berbanding 45 suara. Sebanyak delapan senator dari Partai Republik — partai tempat Trump bernaung — memilih membelot dan berkoalisi dengan kubu oposisi dari Partai Demokrat untuk mengesahkan aturan pembatasan ini.

Pemberlakuan resolusi ini mewajibkan Trump untuk menarik mundur atau menghentikan setiap pengerahan Angkatan Bersenjata AS dalam konflik bersenjata melawan Iran. Satu-satunya pengecualian adalah jika Kongres AS secara resmi mengeluarkan deklarasi perang atau memberikan otorisasi khusus penggunaan kekuatan militer. Para senator yang mendukung resolusi tersebut menegaskan bahwa langkah ini sama sekali tidak bermaksud menyerang pribadi Trump atau melemahkan posisi AS di mata dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kepala Puskesmas Kojagete Dikaitkan dengan Perselisihan, Sekda Sikka: Perjanjian dengan Pemilik Tanah Tidak Pernah Dibahas TPK

30 Juni 2026

Belanja Pegawai APBD Toli Toli 2026 Capai 55 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah

29 Juni 2026

Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI

29 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Aset Paling Populer: Peta Lokasi Aset Iran yang Dibekukan – Kongres AS Batasi Gerak Trump dalam Perang

30 Juni 2026

Prediksi Prancis vs Norwegia 27 Juni 2026: Duel Mbappe vs Haaland Tentukan Pemenang Grup I

30 Juni 2026

15 rekomendasi wisata hemat di Bogor untuk liburan sekolah, tiket di bawah Rp50 ribu

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?