Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 29 Juni 2026
Trending
  • Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI
  • Prancis vs Norwegia Live TVRI Pagi, Jadwal Grup I Pildun 2026 dan Nonton Bareng Kalsel
  • Diskon Tiket Jakarta-Surabaya-Makassar: Jadwal Kapal Pelni 8 Kali dengan KM Labobar, Tidar, Ciremai, Nggapulu
  • Bisa Kebanyakan Serat Gangguhi Pencernaan?
  • Taufik Hidayat Akui Tahan Pacar di Bandung, 3 Ucapan Jitu Mantan Bos Bocor
  • 20 Soal PPPK Tendik Terbaru dengan HOTS dan Pembahasan
  • Afrika Selatan Ciptakan Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel
  • Daftar Peralatan Wajib di Mobil Saat Liburan Keluarga
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI
Politik

Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kolaborasi Pemerintah dan TNI AD Percepat Pemulihan Pendidikan di Aceh

Pemulihan layanan pendidikan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh terus dipercepat melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah daerah, dan TNI AD. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya memastikan peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman dan layak meskipun sekolah mereka terdampak bencana.

Saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah di Aceh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah terdampak dapat kembali digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten dan kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan Kemendikdasmen dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana.

Abdul menjelaskan bahwa bagi sekolah yang masih menunggu proses pembangunan atau relokasi, Kemendikdasmen telah menyediakan ruang kelas darurat yang lebih representatif agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Ia berharap proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat diselesaikan secepatnya sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar secara optimal di sekolahnya.

Salah satu sekolah yang tengah direhabilitasi adalah SD Negeri Utue. Sekolah yang berdiri sejak 1984 itu mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas, plafon, toilet, dan sistem drainase yang menyebabkan genangan saat hujan. Tahun ini, SD Negeri Utue mendapatkan total anggaran Rp1,83 miliar untuk rehabilitasi lima ruang kelas, tiga paket toilet, satu ruang administrasi, pembangunan satu ruang UKS, delapan paket perabot ruang kelas, satu paket perabot ruang perpustakaan, dua paket perabot ruang UKS, serta tiga paket penataan lingkungan.

Komandan Pelaksana Rehabilitasi Letkol Inf Arino Vranta Sinurat mengatakan, SD Negeri Utue merupakan bagian dari program rehabilitasi 190 sekolah terdampak bencana di Aceh. Di Provinsi Aceh terdapat 190 sekolah yang direhabilitasi oleh TNI AD akibat dampak bencana hidrometeorologi. Khusus di SD Negeri Utue, pekerjaan meliputi tujuh ruang kelas, dua ruang administrasi, kamar mandi, pengadaan mebel, serta penataan lingkungan sekolah.

Menurut Arino, pekerjaan dilakukan melalui pola swakelola tipe II yang menggabungkan tenaga profesional sipil dan personel TNI. Ia menjelaskan bahwa delapan tenaga tukang sipil dan tiga personel TNI bekerja bersama agar pembangunan berjalan efektif dan selesai sesuai target.

Apresiasi dari SD Negeri Utue

Kepala SD Negeri Utue Suwarni mengapresiasi pola pembangunan yang tetap memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung. Alhamdulillah, ia mengatakan bahwa siswa tidak perlu merelokasi ke tempat lain. Pekerjaan dilakukan secara bertahap sehingga ruang yang masih layak dapat digunakan untuk belajar. Guru dan TNI juga bersama-sama memastikan keamanan siswa selama proses pembangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menjelaskan bahwa pemerintah terus mempercepat penanganan sekolah terdampak bencana. Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat 2.920 sekolah terdampak bencana dengan 188 sekolah mengalami kerusakan berat dan 63 sekolah harus direlokasi. Banyak sekolah yang masih menggunakan kelas darurat bukan karena tidak ditangani, tetapi karena proses revitalisasi sedang berlangsung. Yang terpenting, pembelajaran tetap berjalan sambil pembangunan dilakukan.

Melalui kolaborasi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan TNI AD, rehabilitasi sekolah di Aceh diharapkan tidak hanya memulihkan bangunan yang rusak, tetapi juga mengembalikan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi ribuan peserta didik pasca-bencana.

Para murid SD Negeri Utue pun menyambut gembira rehabilitasi yang tengah berlangsung di sekolah mereka. Mereka mengaku sudah tidak sabar menempati ruang kelas yang baru. Sambil menunggu pembangunan selesai, sebagian murid kelas 4A dan 4B mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam satu ruang kelas.

“Senang sekali kalau sekolah kami bisa tambah bagus nanti,” ucap Farhan. Antusiasme serupa disampaikan Afkar. Murid kelas 4 yang bercita-cita menjadi tentara itu mengaku tidak sabar menunggu ruang kelas barunya selesai dibangun. “Saya tidak sabar untuk bisa belajar di kelas baru. Saya senang sekolah di sini,” katanya.

Murid lainnya, Salman, berjanji akan terus belajar dengan giat. Kedatangan Mendikdasmen ke sekolahnya juga menambah semangat dan keceriaan para guru serta siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita. “Saya akan giat belajar, bermain dengan rukun, dan menjadi anak yang pemberani,” ujar Salman yang bercita-cita mengikuti jejak pesepak bola idolanya, Neymar.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

20 Soal PPPK Tendik Terbaru dengan HOTS dan Pembahasan

29 Juni 2026

Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Jalani Sidang 2 Juli, Roy Suryo Tunggu Putusan Praperadilan

29 Juni 2026

Belanja Pegawai APBD Bantaeng 2026 Tembus 47 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah

28 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI

29 Juni 2026

Prancis vs Norwegia Live TVRI Pagi, Jadwal Grup I Pildun 2026 dan Nonton Bareng Kalsel

29 Juni 2026

Diskon Tiket Jakarta-Surabaya-Makassar: Jadwal Kapal Pelni 8 Kali dengan KM Labobar, Tidar, Ciremai, Nggapulu

29 Juni 2026

Bisa Kebanyakan Serat Gangguhi Pencernaan?

29 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?