Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 14 October 2026
Trending
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
  • Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez
  • Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya
  • Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern
  • Waspada Agen AI Liar: Peringatan Keras PM Singapura Lawrence Wong
  • Home Charging vs SPKLU: Mana yang Lebih Ramah di Kantong?
  • Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Belanja Pegawai APBD Bantaeng 2026 Tembus 47 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
Politik

Belanja Pegawai APBD Bantaeng 2026 Tembus 47 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 June 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perpanjangan Masa Transisi Batas Maksimal Belanja Pegawai Daerah

Pemerintah memperpanjang masa transisi penerapan batas maksimal belanja pegawai daerah sebesar 30 persen dari total belanja APBD. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah yang belum sepenuhnya siap mengikuti aturan tersebut.

Data Anggaran APBD 2026 Bantaeng

Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki pagu belanja pegawai di APBD 2026 sebesar Rp 436,39 miliar atau setara 47 persen dari total belanja APBD yang mencapai Rp 929,82 miliar. Sementara itu, pagu pendapatan asli daerah (PAD) Bantaeng pada tahun yang sama adalah Rp 235,03 miliar. Dengan demikian, PAD lebih kecil dibandingkan dengan belanja daerah.

Sebagai perbandingan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki belanja pegawai APBD 2026 sebesar Rp 1.852,13 miliar atau 43 persen dari total belanja APBD sebesar Rp 4.299,92 miliar.

Penjelasan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan masa transisi ini merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) menetapkan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari total belanja APBD.

Daerah yang belanja pegawainya melebihi 30 persen diberikan waktu penyesuaian selama lima tahun sejak aturan baru diundangkan pada 5 Januari 2022. Seharusnya, ketentuan ini mulai berlaku penuh pada Januari 2027.

“Kami awalnya mengusulkan agar batas 30 persen dapat dinaikkan menjadi 40 persen atau disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. Namun, Menteri Keuangan mengusulkan opsi lain, yakni tetap mempertahankan batas 30 persen, tetapi masa transisi pelaksanaannya diperpanjang,” kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Perpanjangan masa transisi akan diakomodasi melalui Undang-Undang APBN Tahun 2027 sehingga daerah memiliki waktu tambahan untuk melakukan penyesuaian fiskal. “Perpanjangan ini tidak melalui revisi Undang-Undang HKPD, melainkan akan dimasukkan dalam Undang-Undang APBN Tahun 2027. Dengan demikian, daerah masih memiliki waktu tambahan untuk melakukan penyesuaian,” ucapnya.

Tito berharap langkah ini dapat memberikan ketenangan bagi kepala daerah maupun ASN di daerah, karena pemerintah pusat tidak menginginkan adanya pemutusan hubungan kerja atau pengurangan pegawai.

Situasi Fiskal Daerah

Keputusan memperpanjang masa transisi diambil setelah pemerintah menemukan masih banyak daerah yang belum mampu memenuhi ketentuan batas maksimal belanja pegawai. Berdasarkan hasil pemetaan Kemendagri, sebanyak 479 daerah atau sekitar 87,7 persen dari total pemerintah daerah di Indonesia masih memiliki rasio belanja pegawai di atas 30 persen APBD.

Belanja pegawai adalah kompensasi dalam bentuk uang maupun barang yang diberikan kepada pegawai negeri, pejabat negara, dan pensiunan serta pegawai honorer yang akan diangkat sebagai pegawai lingkup pemerintahan baik sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas dan fungsi unit organisasi pemerintah.

Struktur Anggaran APBD 2026 Bantaeng

Berikut adalah struktur anggaran APBD 2026 Bantaeng:

  • Pendapatan Daerah: Rp 931,82 miliar
  • PAD: Rp 235,03 miliar (6,42% realisasi)
  • Pajak Daerah: Rp 90,13 miliar (13,10% realisasi)
  • Retribusi Daerah: Rp 115,76 miliar (1,34% realisasi)
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp 7,17 miliar (0% realisasi)
  • Lain-Lain PAD yang Sah: Rp 21,97 miliar (7,91% realisasi)

  • TKDD: Rp 610,64 miliar (33,19% realisasi)

  • Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat: Rp 610,64 miliar (33,19% realisasi)
  • Pendapatan Lainnya: Rp 86,15 miliar (9,81% realisasi)
  • Pendapatan Hibah: Rp 0,00 miliar (0% realisasi)
  • Lain-lain Pendapatan Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan: Rp 0,00 miliar (0% realisasi)
  • Pendapatan Transfer Antar Daerah: Rp 86,15 miliar (9,44% realisasi)

  • Belanja Daerah: Rp 929,82 miliar (20,95% realisasi)

  • Belanja Pegawai: Rp 436,39 miliar (29,38% realisasi)
  • Belanja Barang dan Jasa: Rp 303,02 miliar (16,23% realisasi)
  • Belanja Modal: Rp 47,56 miliar (0,13% realisasi)
  • Belanja Lainnya: Rp 142,85 miliar (12,12% realisasi)
  • Belanja Bagi Hasil: Rp 0,53 miliar (0% realisasi)
  • Belanja Bantuan Keuangan: Rp 78,03 miliar (21,21% realisasi)
  • Belanja Hibah: Rp 14,21 miliar (5,35% realisasi)
  • Belanja Bantuan Sosial: Rp 0,09 miliar (0% realisasi)
  • Belanja Tidak Terduga: Rp 50,00 miliar (0% realisasi)

  • Pembiayaan Daerah: Rp 0,00 miliar (0% realisasi)

  • Pengeluaran Pembiayaan Daerah: Rp 2,00 miliar (0% realisasi)
  • Penyertaan Modal Daerah: Rp 2,00 miliar (0% realisasi)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!

14 October 2026

Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak

14 October 2026

Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez

14 October 2026

Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya

14 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?