Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Februari 2026
Trending
  • Tanggal 16 Februari 2026 Jadi Hari Apa? 3 Peringatan Penting
  • Saham pilihan siap melonjak di tahun kuda api: siapkan keuntungan
  • Skrining HIV di Bengkulu, Lima Wanita Diduga Terlibat Prostitusi Ditemukan
  • 3 Hari Sebelum Ramadan, Niat Qadha dan Panduan Lengkap Bayar Utang Puasa
  • Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala FA: Arsenal dan Peluang City Bertahan
  • Jasa Raharja Gelar Mudik Gratis 2026: Syarat, Rute, dan Lokasi Keberangkatan
  • Ramalan Zodiak Libra Hari Ini: Finansial, Karier, Kesehatan, dan Lainnya
  • 6 Shio yang Rezekinya Tak Pernah Putus, Seperti Dipaksa Kaya oleh Nasib
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Rekor Mengerikan Wolves: Menyamai Rekor Terburuk Tanpa Kemenangan di Liga Primer
Olahraga

Rekor Mengerikan Wolves: Menyamai Rekor Terburuk Tanpa Kemenangan di Liga Primer

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Wolves kini menjadi salah satu tim yang paling mengkhawatirkan di Liga Primer Inggris musim ini. Setelah kekalahan 2-0 dari Brentford akhir pekan lalu, mereka resmi menyamai rekor buruk Sheffield United dari musim 2020/21 dengan 17 laga awal tanpa kemenangan. Kini, mereka berada di dasar klasemen dengan hanya 2 poin dan diperkirakan akan segera memecahkan rekor tersebut jika tidak mampu meraih kemenangan dalam waktu dekat.

Statistik Horor yang Menggambarkan Krisis Wolves

Dari 17 pertandingan awal musim ini, Wolves telah kalah sebanyak 15 kali dan hanya mampu meraih dua hasil imbang. Raihan 2 poin ini identik dengan apa yang dialami oleh Sheffield United beberapa tahun lalu. Performa mereka sangat mengkhawatirkan baik di lini serang maupun pertahanan. Lini serang mereka hanya mencetak 9 gol, jumlah terendah di antara seluruh kontestan Liga Primer. Sementara itu, lini pertahanan mereka sangat rapuh dengan kebobolan 37 gol, jumlah terbanyak di liga.

Tren negatif ini diperparah dengan fakta bahwa mereka telah kalah dalam 10 pertandingan liga secara beruntun. Poin terakhir yang berhasil mereka raih terjadi pada 5 Oktober lalu saat bermain imbang 1-1 melawan Brighton di kandang. Kekalahan dari ketiga tim promosi musim ini juga menjadi indikator kuat bahwa kualitas skuad Wolves saat ini berada di bawah standar kompetisi kasta tertinggi.

Tabel Rekor Start Tanpa Kemenangan Terbanyak di Liga Primer

TimMusimJumlah LagaStatus Akhir
Wolverhampton Wanderers2025/2617Sedang Berlangsung
Sheffield United2020/2117Degradasi (Posisi 20)
Queens Park Rangers2012/1316Degradasi (Posisi 20)
Swindon Town1993/9415Degradasi (Posisi 22)
Newcastle United2021/2214Bertahan (Posisi 11)

Jika Wolves gagal menang di laga berikutnya, mereka akan berdiri sendiri di puncak daftar ini, melampaui rekor Sheffield United dan QPR.

Pergantian Pelatih Tanpa Dampak Instan

Manajemen Wolves mencoba melakukan penyelamatan musim dengan memecat VĂ­tor Pereira setelah 10 pertandingan awal yang berakhir dengan kekalahan telak 3-0 dari Fulham. Rob Edwards kemudian didatangkan dari Middlesbrough dengan harapan dapat memberikan suntikan moral dan taktik baru. Namun, realitas di lapangan ternyata jauh lebih sulit dari yang diperkirakan.

Hingga tujuh pertandingan di bawah asuhan Edwards, Wolves masih belum mampu meraih satu poin pun di Liga Primer. Meski ada klaim mengenai peningkatan performa dalam beberapa laga, hasil akhir tetap menunjukkan tren negatif. Kekalahan 2-1 dari Arsenal yang diwarnai dua gol bunuh diri di masa injury time menjadi salah satu momen paling menyakitkan dan tidak beruntung di era Edwards.

Laga melawan Brentford pekan lalu seharusnya menjadi peluang emas untuk memecahkan telur kemenangan. Namun, tekanan mental terlihat jelas saat Jorgen Strand Larsen gagal mengeksekusi penalti di menit-menit akhir yang bisa mengubah jalannya laga. Kegagalan tersebut seolah merangkum nasib sial yang terus menaungi Wolves sepanjang musim ini.

Jadwal Neraka dan Ancaman Rekor Baru

Nasib Wolves untuk memecahkan rekor buruk ini tampaknya sangat besar peluangnya, mengingat siapa lawan mereka selanjutnya. Wolves harus bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool pada laga ke-18. Meski Liverpool asuhan Arne Slot tidak sedang dalam performa puncak, perbedaan kualitas materi pemain dan atmosfer Anfield membuat misi Wolves mencari kemenangan perdana terasa mustahil.

Jika gagal menang melawan Liverpool, Wolves akan resmi menjadi pemegang rekor tunggal untuk start tanpa kemenangan terpanjang dalam sejarah Liga Primer dengan 18 laga. Hal ini akan menjadi noda sejarah yang sulit dihapus bagi klub. Tekanan untuk tidak menjadi “yang terburuk sepanjang masa” akan menjadi beban tambahan bagi para pemain di lapangan.

Setelah lawatan ke Anfield, jadwal tidak menjadi lebih mudah karena mereka harus bertandang ke Old Trafford menghadapi Manchester United. Perlu diingat, Setan Merah baru saja membantai Wolves dengan skor 4-1 dalam pertemuan sebelumnya beberapa pekan lalu. Potensi untuk memperpanjang rekor tanpa kemenangan hingga 19 laga sangat terbuka lebar.

Satu-satunya sinar harapan yang realistis mungkin ada pada laga kandang melawan West Ham United pada 3 Januari. Ini bisa menjadi kesempatan terbaik Wolves untuk akhirnya meraih tiga poin, mengingat mereka pernah mengalahkan West Ham di ajang Piala Liga musim ini. Namun, mereka harus bisa bertahan secara mental melewati jadwal neraka akhir tahun ini terlebih dahulu.

Sejarah Degradasi dan Pengecualian Newcastle

Sejarah Liga Primer menunjukkan bahwa tim yang gagal memenangkan pertandingan dalam jumlah sebanyak ini di awal musim hampir pasti terdegradasi. Sheffield United (2020/21), QPR (2012/13), dan Swindon Town (1993/94) semuanya berakhir turun kasta setelah start buruk mereka. Pola ini memberikan gambaran suram bagi masa depan Wolves di sisa musim ini.

Satu-satunya anomali dalam daftar rekor buruk ini adalah Newcastle United pada musim 2021/22. The Magpies gagal menang dalam 14 laga awal (7 seri, 7 kalah), namun berhasil finis di posisi ke-11. Namun, konteksnya sangat berbeda; Newcastle saat itu baru saja diakuisisi pemilik kaya raya dan melakukan belanja pemain besar-besaran di bursa transfer Januari serta menunjuk Eddie Howe yang membawa dampak instan.

Wolves tidak memiliki kemewahan situasi seperti Newcastle. Keterbatasan finansial dan moral tim yang sudah terlanjur rusak membuat peluang kebangkitan ala Newcastle sangat tipis. Tidak ada tim dalam sejarah yang pernah melewati 17 laga tanpa menang dan tetap bertahan di kasta tertinggi, menjadikan tugas Rob Edwards sebagai salah satu pekerjaan terberat di sepakbola Inggris saat ini.

Puasa Kemenangan Lintas Musim

Penderitaan suporter Wolves sebenarnya jauh lebih panjang daripada sekadar 17 laga musim ini. Jika digabungkan dengan hasil akhir musim lalu, Wolves kini telah menjalani total 21 pertandingan Liga Primer tanpa kemenangan. Mereka menutup musim lalu dengan tiga kekalahan dan satu hasil imbang dalam empat laga terakhir, membawa tren negatif tersebut ke musim baru.

Kemenangan liga terakhir yang dirayakan oleh publik Molineux terjadi pada 26 April lalu saat mengalahkan Leicester City dengan skor 3-0. Artinya, sudah sekitar delapan bulan para pendukung Wolves tidak merasakan manisnya tiga poin di kompetisi liga. Sebuah periode puasa yang sangat menyiksa bagi klub yang beberapa musim lalu masih bersaing untuk tiket Eropa.

Satu-satunya hiburan kecil musim ini datang dari ajang Piala Liga, di mana mereka berhasil meraih dua kemenangan melawan West Ham dan Everton. Namun, kemenangan di piala domestik tidak bisa menutupi lubang besar di performa liga mereka. Kemenangan-kemenangan tersebut hanya menjadi pengingat pahit bahwa skuad ini sebenarnya mampu menang, namun entah mengapa selalu gagal di liga.

Para suporter kini hanya bisa berharap tim kesayangan mereka setidaknya bisa memberikan satu kemenangan hiburan sebelum musim berakhir. Entah kapan momen itu akan datang, namun keinginan untuk sekadar mengepalkan tangan merayakan kemenangan di peluit akhir telah menjadi kerinduan yang mendalam setelah delapan bulan penuh kekecewaan.

Puasa Kemenangan Liga Wolves

StatistikData
Total Laga Tanpa Menang21 Pertandingan (Lintas Musim)
Kemenangan Terakhir3-0 vs Leicester City (26 April)
Durasi Waktu+/- 8 Bulan
Kemenangan Musim Ini2 (Hanya di Piala Liga)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala FA: Arsenal dan Peluang City Bertahan

19 Februari 2026

Persib dan Borneo FC Kembali Naik! Update Klasemen Super League 2025/2026 Setelah Persija Kalahkan Bali United

19 Februari 2026

Pemain PSIS Semarang Dapat Poin Pertama, Pelatih Ucapkan Terima Kasih

19 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tanggal 16 Februari 2026 Jadi Hari Apa? 3 Peringatan Penting

19 Februari 2026

Saham pilihan siap melonjak di tahun kuda api: siapkan keuntungan

19 Februari 2026

Skrining HIV di Bengkulu, Lima Wanita Diduga Terlibat Prostitusi Ditemukan

19 Februari 2026

3 Hari Sebelum Ramadan, Niat Qadha dan Panduan Lengkap Bayar Utang Puasa

19 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?