Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 11 Mei 2026
Trending
  • Diagnosis Diri dari Media Sosial: TikTok Jadi Dokter Generasi Muda
  • Bukti Ilmiah Zombie di Kehidupan Nyata!
  • Lompatan Ekonomi NTB: Dari Negatif ke Dua Digit dalam Setahun
  • Terungkap Identitas Sopir ALS dan Truk yang Tewas dalam Kecelakaan, Ini Fakta Sebelum Musibah
  • Makna Kata Prestige, Arti Prestige dalam Otomotif dan Bahasa Gaul
  • Ahli Hukum Pidana: Kasus Nadiem Bukan Korupsi, Tapi Urusan Administrasi
  • Tiongkok Buka Daftar Hitam Lawan Tekanan Washington
  • Terungkap! Aman Yani Diduga Otak Pembunuhan Keluarga di Indramayu, Sebabkan Kerugian Rp24 Miliar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Lompatan Ekonomi NTB: Dari Negatif ke Dua Digit dalam Setahun
Ekonomi

Lompatan Ekonomi NTB: Dari Negatif ke Dua Digit dalam Setahun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Mei 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perkembangan Ekonomi Nusa Tenggara Barat pada Triwulan I-2026

Perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Triwulan I-2026 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi NTB tumbuh sebesar 13,64 persen secara tahunan (year on year/y-on-y), meskipun secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q) masih mengalami kontraksi sebesar 1,30 persen.

Angka ini menjadi perhatian penting karena menunjukkan lompatan besar dibanding kondisi ekonomi NTB pada Triwulan I-2025 yang saat itu masih mengalami kontraksi minus 1,47 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut juga menempatkan NTB sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua secara nasional setelah Maluku Utara dan jauh di atas rata-rata nasional. Bahkan lebih dari dua kali lipat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar 5,61 persen.

Lompatan besar pertumbuhan ekonomi NTB ini terutama didorong oleh industri pengolahan smelter serta lonjakan ekspor barang dan jasa. Meski ada kritik terhadap capaian pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2025 yang secara kumulatif tahunan (c-to-c) hanya tumbuh 3,22 persen, perubahan ini tidak bertentangan dengan penilaian positif terhadap pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan I-2026.

Dari Tekanan Menuju Titik Balik Ekonomi NTB

Mengapa ekonomi Nusa Tenggara Barat mampu melompat dari kontraksi minus 1,47 persen pada Triwulan I-2025 menjadi tumbuh 13,64 persen pada Triwulan I-2026? Perubahan ini bukan sekadar fluktuasi statistik biasa, melainkan menunjukkan adanya perubahan besar pada mesin penggerak ekonomi NTB dalam satu tahun terakhir.

Data BPS NTB menunjukkan bahwa pada Triwulan I-2025 ekonomi daerah ini masih mengalami kontraksi minus 1,47 persen secara tahunan dan minus 2,32 persen secara triwulanan. Namun setahun kemudian, Triwulan I-2026, ekonomi NTB tumbuh sangat tinggi sebesar 13,64 persen meskipun secara q-to-q masih terkoreksi minus 1,30 persen.

Perubahan arah ekonomi ini memperlihatkan bahwa NTB mulai keluar dari tekanan yang terjadi pada awal 2025. Jika tahun lalu ekonomi tertahan oleh lemahnya ekspor dan turunnya aktivitas pertambangan, maka tahun ini sektor-sektor utama mulai bergerak kembali.

Perubahan Terbesar pada Sektor Pertambangan dan Industri Pengolahan

Perubahan terbesar ekonomi NTB dalam satu tahun terakhir terjadi pada sektor pertambangan dan industri pengolahan. Pada Triwulan I-2025, sektor pertambangan justru menjadi sumber kontraksi terdalam ekonomi NTB akibat belum optimalnya ekspor konsentrat tambang. Data BPS mencatat sektor pertambangan menjadi sumber kontraksi sebesar minus 6,10 persen terhadap pertumbuhan ekonomi NTB.

Namun situasinya berubah drastis pada Triwulan I-2026. Aktivitas smelter mulai berjalan lebih stabil dan relaksasi ekspor mulai mendorong peningkatan produksi konsentrat. Data BPS menunjukkan industri pengolahan tumbuh sangat tinggi sebesar 60,25 persen, sedangkan sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 31,80 persen.

Bahkan pertambangan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi NTB sebesar 4,56 persen. Artinya, sektor yang tahun lalu menjadi beban ekonomi kini justru berubah menjadi motor pertumbuhan.

Pertanian Jadi Fondasi Ekonomi NTB

Meski pertambangan dan industri pengolahan tumbuh tinggi, ekonomi NTB tidak hanya ditopang sektor tambang. Sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama ekonomi masyarakat. Produksi padi pada Triwulan I-2026 diperkirakan mencapai 577,24 ribu ton GKG, meningkat signifikan dibanding Triwulan I-2025 yang sebesar 313,58 ribu ton GKG.

Peningkatan ini dipicu panen raya pada Maret 2026. Dampaknya, sektor pertanian tumbuh 9,91 persen secara tahunan. Bagi daerah seperti NTB, pertanian bukan sekadar sektor ekonomi biasa. Ketika panen membaik, maka konsumsi rumah tangga desa meningkat, perdagangan lokal bergerak, dan daya beli masyarakat ikut terjaga.

Sektor Jasa Mulai Menunjukkan Pemulihan

Selain pertanian dan industri, sektor jasa NTB juga mulai menunjukkan pemulihan yang cukup kuat. Jumlah tamu hotel pada Triwulan I-2026 mencapai 607 ribu orang atau meningkat 27,32 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penumpang angkutan udara juga meningkat 21,28 persen menjadi 310.499 orang.

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak lebih luas. Hotel mulai ramai, transportasi meningkat, dan perdagangan ikut terdorong. Kondisi tersebut penting karena struktur ekonomi NTB tidak bisa hanya bergantung pada pertambangan semata. Pariwisata, perdagangan, dan jasa tetap harus menjadi penopang utama ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Optimisme Baru NTB

Perubahan paling dramatis ekonomi NTB sebenarnya terlihat dari sisi ekspor. Pada Triwulan I-2025, ekspor barang dan jasa mengalami kontraksi sangat dalam sebesar minus 41,05 persen dan menjadi sumber kontraksi terbesar ekonomi NTB. Tetapi pada Triwulan I-2026, ekspor barang dan jasa melonjak hingga 91,87 persen.

Nilai ekspor luar negeri NTB meningkat tajam dari 17,45 juta dollar AS menjadi 707,92 juta dollar AS. Lonjakan ekspor ini terutama didorong meningkatnya ekspor hasil smelter dan konsentrat tambang.

Dari sisi konsumsi, kondisi ekonomi masyarakat juga relatif terjaga. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,15 persen, sementara konsumsi pemerintah tumbuh 7,29 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB Februari 2026 turun menjadi 2,99 persen dengan jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 3,14 juta orang.

Artinya, pertumbuhan ekonomi yang terjadi mulai menghasilkan dampak nyata terhadap lapangan kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat. Tentu saja kita tetap harus objektif. Sebagian pertumbuhan tinggi NTB dipengaruhi basis pembanding tahun sebelumnya yang rendah akibat kontraksi pertambangan pada 2025.

Karena itu, tantangan berikutnya adalah menjaga agar pertumbuhan ekonomi ini tetap berkelanjutan dan lebih inklusif. Namun satu hal yang sulit dibantah: dibandingkan kondisi setahun lalu, ekonomi NTB hari ini memang menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.

Dari kontraksi menjadi pertumbuhan dua digit. Dari ekspor yang tertekan menjadi ekspor yang melonjak. Dan dari perlambatan menuju optimisme baru ekonomi NTB.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Kuartal I-2026 Bertolak Belakang dengan Kinerja Emiten BEI

11 Mei 2026

Gaji 1 Juta Pengikut TikTok: 5 Sumber Penghasilannya!

11 Mei 2026

Peluang MEDC Menjanjikan Meski Harga Minyak Melonjak, Perhatikan Saran Analis

11 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Diagnosis Diri dari Media Sosial: TikTok Jadi Dokter Generasi Muda

11 Mei 2026

Bukti Ilmiah Zombie di Kehidupan Nyata!

11 Mei 2026

Lompatan Ekonomi NTB: Dari Negatif ke Dua Digit dalam Setahun

11 Mei 2026

Terungkap Identitas Sopir ALS dan Truk yang Tewas dalam Kecelakaan, Ini Fakta Sebelum Musibah

11 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?