MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2 2025–2026 berhasil menarik perhatian banyak pihak dengan partisipasi sebanyak 661 peserta dari 49 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Banjarmasin dan sekitarnya. Mereka tergabung dalam 62 tim, terdiri dari 30 tim KU 10 dan 32 tim KU 12. Turnamen ini menjadi ajang penting untuk mengembangkan bakat sepak bola putri di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, hadir langsung dalam partai final pada Minggu (3/5/2026). Ia menyambut baik terselenggaranya MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin. Menurutnya, turnamen ini menjadi jawaban atas minat tinggi masyarakat Banjarmasin terhadap sepak bola putri, meskipun jumlah kompetisi masih terbatas.
“Kita mencari bibit-bibit terbaik supaya sepak bola putri mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tugas utama para peserta adalah belajar, tetapi kesehatan dan gizi yang cukup serta olahraga rutin juga menjadi modal penting. Hasnuryadi mengajak orang tua dan guru untuk tidak hanya fokus pada prestasi instan, tetapi juga mempersiapkan putrinya menjadi sumber daya manusia unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai stakeholder terhadap MilkLife Soccer Challenge yang baru pertama kali digelar di Banjarmasin. Menurutnya, program ini memiliki komitmen kuat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sedari dini, yang dinilai mampu membangun karakter, sportivitas, kerja sama tim, dan disiplin.
“Gelaran perdana MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin mendapat sambutan positif dari banyak pihak,” katanya. “Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang terlibat mencapai 661 siswi.”
Merlin menambahkan bahwa MLSC merupakan salah satu program yang sangat tepat untuk mencetak atlet sepak bola putri masa depan. Ia berharap ini menjadi titik awal pembinaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan terarah.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menilai bahwa pengembangan sepak bola putri di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, khususnya dalam penyediaan wadah pembinaan maupun kompetisi usia dini.
Melanjutkan semangat yang telah ditunjukkan pada gelaran sebelumnya di Samarinda, MilkLife Soccer Challenge tidak hanya hadir sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berjenjang yang membuka peluang bagi talenta-talenta putri untuk berkembang dan terpantau.
“Seperti yang kita lihat pekan lalu di Samarinda, antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten,” ujarnya.
Turnamen ini juga menjadi bagian dari proses seleksi dan pembinaan jangka panjang. Para pemain yang tampil menonjol akan memiliki kesempatan untuk melangkah ke level berikutnya, termasuk bergabung dalam MLSC All-Stars.
Jacksen beserta jajaran tim pelatih mengkurasi sekira 25 pemain terbaik dari MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2 2025–2026 untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training, program latihan tambahan intensif yang rencananya digelar tiga kali dalam sepekan. Dimulai pada Senin (4/5/2026), pelatihan tersebut dilakukan guna mengasah teknik maupun mental bertanding untuk mengejar ketertinggalan dari kota–kota lain yang telah lebih dulu bergulir dan menggelar turnamen dua seri.
Banjarmasin juga dipastikan akan ambil bagian di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026–2026 yang dijadwalkan berlangsung 24 hingga 28 Juni 2026 di Kudus, Jawa Tengah, menghadapi perwakilan dari 11 kota lainnya.



