Identitas Sopir Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Maut Terungkap
Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, pada Rabu (6/5/2026) siang. Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) bertabrakan dengan truk tangki BBM milik PT Seleraya. Dalam kejadian tersebut, sopir bus ALS bernama Alif (44 tahun) meninggal dunia. Alif merupakan warga asal Jawa Tengah.
Sementara itu, sopir truk tangki BBM, Ariyanto, juga dilaporkan meninggal dalam kecelakaan ini. Bus ALS dan mobil tangki BBM mengalami adu kambing sekitar pukul 12.39 WIB. Berdasarkan laporan kepolisian, jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang. Rinciannya: 14 orang dari bus ALS dan 2 orang dari mobil tangki BBM. Empat penumpang selamat kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya. Dari mereka, tiga orang mengalami luka bakar serius, sedangkan satu orang hanya lecet-lecet.
Selain itu, pengemudi mobil tangki BBM PT Seleraya atas nama Yanto dan penumpang bernama Martini dilaporkan meninggal dunia. Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M. Karim, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan kenek bus yang selamat, bus oleng saat menghindari lubang sewaktu melintas di lokasi kejadian. “Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, terjadi adu kambing. Sementara mobil tangki posisinya membawa minyak mau bongkar,” kata Karim kepada wartawan.
Dugaan penyebab kebakaran yakni diduga berasal dari minyak mentah yang menyambar ke mobil saat kecelakaan. “Sementara untuk ada motor, itu milik penumpang dalam bus itu, dari bus ALS itu,” ujarnya.
Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah dan banyak penumpang terjebak di dalam kabin. Tim BPBD Muratara bersama Satlantas segera melakukan evakuasi terhadap korban, terutama yang terjepit di dalam kendaraan.
Pengakuan Penumpang Ngadino: Bus ALS Sering Alami Masalah Mesin
Berdasarkan kesaksian korban selamat, Ngadiono (44) bersama istrinya, Jumiatun (34), penumpang ALS asal Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah tujuan ke Medan, Sumatra Utara (Sumut), sepanjang perjalanan, ia menyaksikan mobil tersebut tidak layak jalan. Bus sempat mengalami kendala (trouble) pada bagian mesin dan radiator yang panas. Namun, kerusakan tersebut sempat diatasi sopir hingga kenek bus, sehingga bus terus melaju menuju Kabupaten Muratara.
“Sempat rusak bagian mesin dan radiator, sempat diperbaiki lalu jalan lagi,” ujar Ngadiono saat memberikan keterangan kepada kepolisian di Puskesmas Karang Jaya, Muratara.
Kekhawatiran Ngadiono pun akhirnya terjadi. Bus tiba-tiba menghantam sesuatu, kemudian langsung disusul ledakan besar. Api membesar dan membakar bus. Ngadiono dan istrinya berupaya memanjat dan keluar melalui jendela untuk menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, aksi tersebut disusul oleh seorang penumpang lain. “Saya langsung refleks melompat keluar disusul istri. Yang saya lihat, kernet juga ikut melompat keluar,” ungkapnya.
Ngadiono sempat terpaku menyaksikan api melahap badan bus yang disertai api yang semakin membesar. Ia juga mendengar jeritan penumpang, lalu suara itu hilang seketika saat api melahap seluruh badan kendaraan. “Setelah itu saya pingsan. Begitu bangun sudah di rumah sakit,” tambahnya.
16 Jenazah Tiba di Palembang
Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan, Palembang, Kamis (7/5/2026) subuh. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih delapan jam dari Lubuklinggau, rombongan ambulans mulai tiba pukul 05.10 WIB hingga pukul 05.32 WIB.
Kedatangan rombongan ambulans tampak dikawal kendaraan polantas dan dua orang dokter dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, AKBP dr. Andrianto mengatakan, tindakan pemeriksaan jenazah akan dilakukan pagi ini dibantu dengan tim DVI yang sudah dibentuk. “InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta,” ujar Andrianto.
Proses identifikasi jenazah akan memakan waktu selama beberapa hari dikarenakan kondisi jenazah yang mengalami luka bakar. “Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban,” tuturnya.
Tangis Istri Ariyanto, Pengemudi Truk Tangki BBM yang Tewas
Isak tangis menyelimuti ruang jenazah RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau, Rabu (6/5/2026). Di sanalah Usbapermi, istri dari Ariyanto, terduduk lemas meratapi kepergian suaminya yang tewas secara tragis dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Muratara. Ariyanto, warga Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, merupakan pengemudi truk tangki BBM milik PT Seleraya yang terlibat tabrakan adu kambing dengan Bus ALS.
Sosoknya dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang gigih bekerja demi masa depan anak-anaknya. Kepergian Ariyanto menyisakan luka yang sangat mendalam bagi sang istri, Usbapermi. Pasalnya, pasangan ini diketahui baru saja melangsungkan pernikahan. Di tengah masa-masa bahagia membangun rumah tangga baru, maut justru menjemput Ariyanto saat ia sedang menjalankan tugas menuju lokasi pembongkaran BBM di Simpang Jene, Musi Rawas.
“Tak bisa berkata-kata saya,” ucap Usbapermi singkat di RS Siti Aisyah dengan mata sembab. Ia menceritakan, tidak ada firasat buruk apa pun sebelum kejadian. Sekitar pukul 10.00 WIB, suaminya bahkan sempat mampir ke rumah dan menunjukkan perhatian kecil dengan menanyakan apakah sang istri ingin menitip beli nanas. Tak disangka, pertanyaan sederhana itu menjadi komunikasi tatap muka terakhir mereka.

