Gresik – Tim Reskrim Polres Gresik berhasil menangkap komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menggunakan modus berbahaya. Para pelaku tidak hanya membawa senjata api jenis airsoft gun, tetapi juga sering menyamar sebagai wartawan dan pengemudi ojek online untuk mengelabui korban.
Empat tersangka yang ditangkap adalah Topan Rifqi (25), Rizqi Pratama (25), Jamaluddin (36), dan Roby Fanani (29). Mereka merupakan warga asal Madura yang tinggal di Surabaya. Penangkapan terjadi secara dramatis, karena dua dari empat tersangka melawan petugas dan mencoba mengeluarkan senjata saat diamankan.
Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andik Muh Asyraf Gunawan menjelaskan bahwa tindakan tegas terukur dilakukan demi keselamatan petugas. “Pelaku melawan saat penangkapan dan mengeluarkan airsoft gun. Kami lakukan tindakan tegas terukur karena membahayakan,” ujarnya.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa komplotan ini telah melakukan aksi di lima lokasi berbeda di wilayah Gresik dan sekitarnya. Dalam waktu empat pekan terakhir, mereka berhasil mencuri sedikitnya sepuluh unit sepeda motor.
Setiap kali beraksi, para pelaku selalu bekerja sama dan menargetkan lebih dari satu kendaraan. Mereka juga menggunakan helm penutup wajah untuk menghindari identifikasi. “Dalam satu aksi, mereka biasanya mengincar dua sepeda motor sekaligus,” tambah Asyraf.
Polisi turut mengamankan beberapa barang bukti, antara lain dua pucuk airsoft gun jenis Glock 19 dan Makarov lengkap dengan peluru gotri, serta alat khusus untuk membobol kendaraan. Selain itu, petugas juga menemukan jaket ojek online dan kartu identitas wartawan yang diduga digunakan pelaku untuk menyaru dan mengelabui situasi sekitar saat beraksi.
“Modus penyamaran ini untuk mengecoh korban dan menghindari kecurigaan warga. Saat ini masih kami kembangkan karena ada indikasi pelaku beraksi lintas wilayah, mulai dari Surabaya hingga Lamongan,” jelasnya.
Polisi memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan guna membongkar jaringan penadah dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Pihak berwenang juga akan terus memantau aktivitas komplotan tersebut agar tidak melakukan aksi serupa di masa mendatang.



