Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 29 Mei 2026
Trending
  • 5 Warna Cat Pintu Kayu Minimalis yang Menarik dan Modern
  • Upaya Membangun Kepercayaan Diri Anak Melalui Matematika dan Seni
  • Honda CR-V 2026 Siap Mendominasi Pasar SUV, Varian Hybrid Jadi Favorit Utama
  • Pemerintah: AI Bukan Pengganti Manusia dalam Ciptakan Karya
  • Jaringan Transmisi Sumatra Jadi Sorotan Pasca Blackout, Ini Jawaban PLN
  • Alasan Sebenarnya Priyo, Terdakwa Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni, Minta Jadi Saksi Keadilan
  • Kasus Pemalsuan Riset, LPDP Akui Prihantini Lulusan 2022
  • Pesan menyentuh Marc Klok untuk Bojan Hodak usai hengkang dari Persib
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Upaya Membangun Kepercayaan Diri Anak Melalui Matematika dan Seni
Hiburan

Upaya Membangun Kepercayaan Diri Anak Melalui Matematika dan Seni

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Keterlibatan Anak dalam Aktivitas Edukatif dan Seni Membantu Meningkatkan Kepercayaan Diri

Sejumlah studi pendidikan menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam berbagai aktivitas edukatif, seperti kompetisi numerik dan pertunjukan seni, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menguji kemampuan berhitung dan strategi pemecahan masalah, tetapi juga memberi ruang bagi anak untuk menampilkan kreativitas melalui seni musik, tari, hingga pertunjukan lainnya di defront umum.

Dalam konteks penggunaan gawai yang semakin dominan sejak usia dini, aktivitas edukatif berbasis pengalaman langsung dinilai semakin penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Berangkat dari kebutuhan menghadirkan ruang belajar menyenangkan bagi anak dan keluarga, kegiatan “Family Weekend” digelar di Pacific Garden Puri. Kegiatan ini mencakup Math Competition serta panggung Got Talent bagi peserta usia Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Dasar.

Kompetisi matematika yang digelar dalam acara tersebut dirancang untuk membantu anak membangun pola pikir logis sekaligus melatih kemampuan menyusun strategi dalam menyelesaikan persoalan. Pendekatan belajar yang dikemas secara interaktif dinilai dapat membuat anak lebih dekat dengan ilmu sains dibandingkan metode pembelajaran konvensional di kelas.

Sementara itu, panggung Got Talent menjadi wadah bagi peserta untuk menunjukkan beragam potensi diri, mulai dari musik, tari, hingga seni pertunjukan lainnya. Kegiatan semacam ini dinilai mampu membantu anak mengatasi rasa takut tampil di depan umum sekaligus membangun rasa percaya diri sejak dini. Peserta dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai 6 diajak mengeksplorasi matematika dan kreativitas melalui suasana belajar yang lebih santai dan menyenangkan.

“Kami percaya lingkungan ideal harus mampu mendukung tumbuh kembang anak secara holistik, baik dari sisi akademis maupun kreativitas. Melalui Family Weekend, kami ingin menghadirkan ruang yang dapat mempererat interaksi keluarga sekaligus memberi pengalaman positif bagi anak,” ujar Suherman Tjoe, perwakilan Pacific Garden Puri.

Strategi Membangun Kepercayaan Diri pada Anak

Membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan tangguh merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pola pengasuhan atau parenting. Banyak orang tua kerap merasa cemas secara berlebihan takut anaknya gagal atau melakukan kesalahan saat tampil di depan umum. Padahal, kecemasan tersebut justru bisa menjadi penghambat utama perkembangan mental sang anak.

Psikolog klinis, Dr. Bethany Cook, PsyD, MT-BC, menjelaskan bahwa membangun kepercayaan diri anak tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan lewat pola komunikasi dan contoh nyata dari orang tua setiap hari. Berikut adalah beberapa poin penting yang dipaparkan oleh Dr. Cook terkait strategi membangun kepercayaan diri anak:

  1. Biarkan Anak Mengalami Kegagalan dengan Aman

    Salah satu cara terbaik untuk menunjukkan bahwa orang tua memercayai kemampuan anak adalah dengan membiarkan mereka membuat kesalahan, lalu bangkit kembali. Orang tua disarankan untuk membiarkan anak gagal dalam batas yang aman, sekaligus mencontohkan cara menghadapi kegagalan tersebut dengan kepala tegak.

  2. Puji Proses dan Usaha, Bukan Hanya Hasil Akhir

    Dr. Cook menegaskan pentingnya bagi orang tua untuk menghargai usaha yang telah dilakukan anak, terlepas dari apa pun hasil akhirnya. Anak-anak perlu menyadari bahwa nilai diri mereka tidak hanya diukur dari prestasi yang mereka capai, melainkan dari keberanian mereka untuk mencoba sesuatu yang sulit.

  3. Berikan Ruang Kemandirian dan Target Kecil

    Memberikan kebebasan kepada anak untuk membuat keputusan yang sesuai dengan usianya akan membangun rasa percaya pada diri mereka sendiri. Selain itu, orang tua sebaiknya membantu anak menetapkan target yang realistis. Memecah sebuah tantangan besar menjadi langkah-langkah kecil yang mudah dikelola akan memberikan anak “kemenangan kecil”. Hal ini mengirimkan pesan pada mental anak bahwa mereka mampu menyelesaikan hal sulit secara bertahap.

Selain itu, anak-anak adalah peniru yang ulung. Dr. Cook mengingatkan orang tua untuk menjaga kalimat yang keluar dari mulut mereka sendiri. Orang tua diminta menghindari komentar yang merendahkan diri sendiri di depan anak seperti, “Aduh, masakan Ibu gagal lagi, Ibu memang payah”. Sebaliknya, gunakan kalimat positif saat menghadapi situasi sulit (seperti, “Wah, ini sulit ya, tapi pelan-pelan pasti bisa Ayah selesaikan”).

Orang tua juga harus mencontohkan cara menetapkan batasan yang sehat (healthy boundaries) dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak belajar banyak dari cara orang tuanya berkata “tidak” atau mempertahankan prinsip dengan cara yang tetap sopan.

Membangun Citra Tubuh yang Positif

Rasa percaya diri juga berkaitan erat dengan bagaimana anak memandang fisik mereka. Dr. Cook menyarankan agar orang tua menghentikan kebiasaan mengkritik bentuk tubuh sendiri maupun orang lain di depan anak. Jika ingin membicarakan masalah fisik, gunakan bahasa inklusif yang berfokus pada fungsi tubuh, bukan sekadar penampilan estetika. Kalimat seperti, “Wah, hebat sekali kaki kita bisa dipakai berlari kencang hari ini,” jauh lebih efektif untuk membangun rasa bersyukur dan kepercayaan diri anak sejak dini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

3 Film Andri Mashadi Tahun 2026, Terbaru Children of Heaven

29 Mei 2026

Di Braga Bandung, Aktor Film Monster Pabrik Rambut Bocorkan Pesan Sosial dalam Film Horor

29 Mei 2026

Jokowi, Bintang Film Kolosal Indonesia

29 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Warna Cat Pintu Kayu Minimalis yang Menarik dan Modern

29 Mei 2026

Upaya Membangun Kepercayaan Diri Anak Melalui Matematika dan Seni

29 Mei 2026

Honda CR-V 2026 Siap Mendominasi Pasar SUV, Varian Hybrid Jadi Favorit Utama

29 Mei 2026

Pemerintah: AI Bukan Pengganti Manusia dalam Ciptakan Karya

29 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?