Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 22 Juni 2026
Trending
  • 50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker
  • Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai
  • Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM
  • 6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain
  • Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya
  • Persija Umumkan Pelatih Baru Hari Ini, Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza
  • Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Di Braga Bandung, Aktor Film Monster Pabrik Rambut Bocorkan Pesan Sosial dalam Film Horor
Hiburan

Di Braga Bandung, Aktor Film Monster Pabrik Rambut Bocorkan Pesan Sosial dalam Film Horor

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Mei 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengalaman Unik dan Konsep Horor yang Berbeda dalam Film Monster Pabrik Rambut

Film horor terbaru karya sutradara Edwin, Monster Pabrik Rambut, sukses menarik perhatian publik melalui sesi pra-tayang (special screening) yang digelar di Braga XXI, Kota Bandung, Senin (25/5/2026). Bandung menjadi kota ketiga dalam rangkaian pemutaran terbatas film produksi Palari Films tersebut, setelah sebelumnya lebih dulu hadir di Yogyakarta dan Jakarta.

Antusiasme penonton sangat tinggi, seiring ketertarikan terhadap konsep horor yang ditawarkan film ini berbeda dari pakem yang umum di industri film Indonesia. Ketertarikan penonton tak lepas dari tema yang diangkat, yakni fenomena overwork atau kerja berlebihan yang kerap dialami pekerja, namun jarang diangkat secara mendalam dalam film horor.

Film ini tidak mengandalkan sosok hantu sebagai sumber ketakutan, melainkan menghadirkan teror dari sistem kerja yang eksploitatif dan tekanan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut menjadikan Monster Pabrik Rambut sebagai horor yang terasa dekat dengan realitas.

Sebelum menyapa penonton di dalam negeri, film ini lebih dulu mencuri perhatian di kancah global melalui pemutaran perdananya di Berlin International Film Festival 2026, lalu berlanjut ke Hong Kong International Film Festival 2026.

Kekuatan Utama Film: Relatability bagi Kalangan Pekerja

Aktris Rachel Amanda menilai kekuatan utama film ini terletak pada kedekatannya dengan realitas kehidupan pekerja. “Relatability film ini bagi kalangan pekerja sangat kuat, mulai dari isu kelelahan kronis akibat lembur hingga masalah kurang tidur. Ini relevan bagi buruh pabrik maupun karyawan kantor,” ujarnya saat jumpa pers di Bandung.

Ia berharap film ini dapat membuka ruang diskusi mengenai pentingnya lingkungan kerja yang lebih sehat. “Semoga film ini bisa menginisiasi dialog tentang urgensi kondisi kerja yang lebih manusiawi,” tambahnya.

Rachel juga mengungkapkan pengalamannya beradu akting dengan maestro tari Didik Nini Thowok yang memerankan karakter Maryati. Menurutnya, pemilihan Didik merupakan keputusan yang sangat tepat sejak awal. “Kalau bukan beliau yang memerankan Maryati, rasanya sulit membayangkan siapa lagi. Dengan latar sebagai maestro tari, beliau punya gerakan yang gemulai sekaligus tegas,” katanya.

Ia bahkan mengaku terkesan dengan dedikasi sang aktor senior selama proses syuting. “Usia beliau sudah 70-an, tapi staminanya luar biasa. Bahkan di tengah syuting masih bolak-balik ke luar negeri untuk tampil menari,” ujarnya.

Detail Visual yang Membuat Karakter Lebih Realistis

Rachel menjelaskan bahwa tampilan lelah yang terlihat di layar bukan berasal dari kondisi asli para pemain. “Kesan ngantuk, mata cekung, atau wajah kusam itu hasil make-up. Kami pakai efek tanning dan cairan tertentu supaya terlihat lebih berminyak dan lelah. Kostum juga dibuat seperti sudah bertahun-tahun dipakai,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan aktris Lutesha yang menilai detail tersebut sangat membantu dalam membangun karakter. “Kami benar-benar dibuat seperti pekerja yang sudah lama berada di lingkungan itu. Dari baju usang sampai wajah yang tampak lelah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sisi emosional cerita yang dekat dengan realitas masyarakat. “Sangat memprihatinkan melihat bagaimana keterbatasan pilihan membuat seseorang terjebak dalam pekerjaan yang mengancam kesehatan,” katanya.

Pendekatan Horor yang Berbeda dan Efek Praktikal

Aktor sekaligus produser eksekutif Iqbaal Ramadhan mengungkapkan alasannya terlibat dalam proyek ini. Ia tertarik karena film ini menawarkan pendekatan horor yang berbeda. “Saya ingin bermain di film horor yang memberikan sesuatu yang baru. Ini horor fantasi dengan bentuk yang jarang kita lihat dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa film ini tidak menggunakan formula horor konvensional. “Tidak ada setan atau unsur agama. Sumber ketakutannya datang dari atmosfer pabrik dan kehadiran monster,” jelasnya.

Iqbaal juga menyoroti penggunaan efek praktikal yang menghadirkan nuansa horor retro ala era 1980–1990-an. “Penonton seolah benar-benar terperangkap di dalamnya, tanpa bergantung pada jumpscare,” tambahnya.

Musik yang Menggambarkan Nuansa Pabrik

Selain jajaran pemain, film ini juga melibatkan musisi Sal Priadi yang berperan sekaligus mengisi soundtrack. Sal mengungkapkan pengalaman unik dalam proses penciptaan lagu untuk film ini, yang dilakukan langsung di lokasi syuting. “Saya belum pernah sebelumnya nulis lagu di set. Ada adegan yang hanya berisi potongan lirik, lalu saya diminta mencoba menyanyikannya,” ujarnya.

Menariknya, lagu tersebut diciptakan menggunakan gitar yang sudah patah akibat adegan sebelumnya. “Dari alat sederhana itu, kami coba bangun lagu yang akhirnya diputuskan untuk dirilis secara resmi,” katanya.

Ia juga bereksperimen dengan pendekatan musik yang berbeda dari karya-karyanya sebelumnya. “Saya ingin mencari bunyi yang terasa seperti pabrik, industrial. Ini pertama kalinya saya menjelajahi ruang bunyi seperti itu,” ungkapnya.

Cerita yang Memadukan Horor, Keluarga, dan Kritik Sosial

Monster Pabrik Rambut mengisahkan perjuangan Putri (Rachel Amanda) dan Ida (Lutesha) yang bekerja di pabrik rambut PT Raga Abadi. Keduanya berusaha mengungkap misteri kematian ibu mereka yang meninggal setelah bekerja tanpa henti. Berbagai dugaan muncul, mulai dari bunuh diri hingga keterlibatan kekuatan misterius di dalam pabrik.

Konflik memuncak saat Bona (Iqbaal Ramadhan), adik mereka yang memiliki kemampuan meregenerasi tubuh, terjebak dalam ancaman sosok hitam yang menjadi pusat teror.

Perpaduan antara horor, relasi keluarga, dan kritik sosial menjadi kekuatan utama film ini. Memiliki pendekatan yang berbeda dari horor arus utama serta isu yang relevan dengan kehidupan pekerja, Monster Pabrik Rambut hadir sebagai alternatif segar dalam industri film Indonesia. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

13 Juni 2026

15 Puisi Alam yang Menggugah Hati

13 Juni 2026

Ketut Rina: Tari Kecak Sebagai Terapi, Pelestarian Tak Kalah dari Dunia Digital

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

13 Juni 2026

Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker

13 Juni 2026

Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai

13 Juni 2026

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?