Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 2 Juli 2026
Trending
  • BPTD Bali Tak Jawab Substansi Dugaan SBU dan SKP, Hanya Jelaskan Mekanisme E-Katalog
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Toyota siapkan produksi sel baterai di RI, fokus pada mobil hybrid
Otomotif

Toyota siapkan produksi sel baterai di RI, fokus pada mobil hybrid

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Toyota Siapkan Produksi Sel Baterai di Indonesia, Fokus Awal untuk Mobil Hybrid

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah mempersiapkan jalur produksi sel baterai di Indonesia. Tahap awal dari proyek ini difokuskan pada kendaraan hybrid sebelum bergerak menuju mobil listrik full (BEV). Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat industri otomotif nasional melalui elektrifikasi.

Di balik layar, TMMIN terus mengembangkan baterai hybrid yang berbasis lokal sebagai fondasi penting menuju industri otomotif yang lebih mandiri. Saat ini, baterai lithium-ion yang digunakan pada model hybrid Toyota di Indonesia telah dirakit secara lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 21,27 persen. Namun, TMMIN tidak berhenti di sana dan berencana untuk memproduksi baterai secara mandiri.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam lokalisasi baterai terletak pada sel baterai itu sendiri. Alasannya, komponen tersebut menjadi inti dari sistem penyimpanan energi kendaraan elektrifikasi.

“Kalau bicara baterai, kuncinya sebenarnya ada di sel baterai. Komponen lain seperti casing, power control, sensor, itu relatif lebih mudah dilokalkan. Tapi sel baterai ini memang yang paling krusial,” ujar Bob Azam di Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, satu paket baterai hybrid tersusun dari sekitar 30 komponen utama. Dari jumlah tersebut, delapan komponen kini sudah berhasil diproduksi di dalam negeri. Dengan skema perhitungan yang berlaku, baterai tersebut telah masuk kategori produk lokal karena proses perakitannya dilakukan di Indonesia, walaupun sel baterai masih didatangkan dari luar negeri.

“Sebenarnya kami sudah ada kerja sama untuk pengembangan sel baterai. Tinggal tunggu waktunya. Lane-nya sudah ada, tapi sementara kita fokus dulu ke hybrid karena jumlah selnya masih lebih sedikit dibanding BEV,” tuturnya.

Selain soal produksi, TMMIN juga mulai menaruh perhatian pada siklus hidup baterai secara menyeluruh. Bob menilai, meningkatnya populasi kendaraan elektrifikasi di masa depan akan membawa tantangan baru terkait pengelolaan baterai bekas jika tidak diantisipasi sejak awal.

“Ke depan bukan cuma produksi, tapi juga collecting, reuse, dan recycle baterai. Ini bisa menjadi ekosistem baru dan bahkan sumber ekonomi baru,” katanya.

Menurut Bob, penguatan lokalisasi baterai selaras dengan arah pengembangan industri otomotif nasional yang kini tak sekadar mengejar angka produksi, tetapi juga berfokus pada penguatan rantai pasok serta efisiensi skala ekonomi. Ketergantungan terhadap material impor dinilai menjadi risiko tersendiri di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

“Elektrifikasi itu tidak bisa dilepaskan dari baterai. Kalau baterainya bisa kita kembangkan di dalam negeri, maka fondasi industri otomotif kita akan jauh lebih kuat,” kata dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marquez Tampil Percaya Diri di Sirkuit Brno

25 Juni 2026

Jam Tayang Moto3 MotoGP Ceko 2026: Live Trans7-SPOTV, Aksi Veda Pratama

25 Juni 2026

Jadwal Moto3 Ceko 2026: Peluang Emas Veda Ega Pratama Kumpulkan Poin dan Target Lima Besar

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Bali Tak Jawab Substansi Dugaan SBU dan SKP, Hanya Jelaskan Mekanisme E-Katalog

2 Juli 2026

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?