Perubahan Sistem Pembelian Tiket Pendakian di Taman Wisata Alam Kawah Ijen
Pembelian tiket pendakian di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kini mengalami perubahan signifikan. Kini, wisatawan yang ingin melakukan pendakian harus menggunakan sistem baru yang berbasis aplikasi dan website. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi layanan pariwisata alam di Indonesia.
Aplikasi Ayo Ke Taman Nasional telah diuji coba sejak 13 Mei 2026 dan akan diluncurkan secara resmi pada 5 Juni 2026. Dengan sistem ini, wisatawan dapat melakukan pemesanan dan pembayaran tiket secara lebih praktis dalam satu platform. Selain itu, penggunaan aplikasi ini juga memungkinkan pengelolaan data pengunjung yang lebih efektif.
Manfaat Digitalisasi Layanan Pariwisata
Sistem baru ini memberikan beberapa manfaat bagi para pengunjung maupun pengelola taman nasional. Pertama, pengunjung dapat dengan mudah melakukan pemesanan tiket tanpa harus datang langsung ke lokasi. Kedua, seluruh data pengunjung akan tercatat secara digital, yang diharapkan membantu pengelolaan wisata alam yang lebih baik.
Selain itu, sistem ini juga mendukung optimalisasi dan transparansi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor pariwisata alam. Dengan adanya sistem digital, pengelolaan dana yang berasal dari kunjungan wisatawan dapat lebih terkontrol dan akuntabel.
Penggunaan ID TN untuk Kunjungan Nasional
Salah satu fitur utama dari sistem baru ini adalah pemberian ID TN kepada wisatawan yang mendaftar. Akun ini dapat digunakan untuk mendaftar kunjungan ke taman nasional di seluruh Indonesia. Hal ini memudahkan pengunjung yang ingin melakukan kunjungan ke berbagai taman nasional tanpa harus mendaftar ulang setiap kali.
ID TN juga menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa setiap pengunjung memiliki riwayat kunjungan yang tercatat secara digital. Dengan demikian, pengelola taman nasional dapat memantau aktivitas wisatawan secara lebih efektif.
Sistem Blacklist Terintegrasi
Keunggulan lain dari sistem baru ini adalah integrasi data pengunjung di seluruh taman nasional Indonesia. Dengan adanya ID TN, pengelola dapat memantau riwayat kunjungan wisatawan secara nasional. Salah satu contohnya adalah sistem blacklist yang terintegrasi.
Nur Patria Kurniawan, Kepala BBKSDA Jawa Timur, menjelaskan bahwa wisatawan yang masuk daftar hitam (blacklist) di satu taman nasional akan otomatis ditolak ketika mencoba melakukan pendaftaran di taman nasional lainnya. “Wisatawan (yang di-blacklist) akan otomatis tertolak ketika melakukan pendaftaran tiket masuk (di taman nasional lain),” ujarnya.
Ketentuan Pendakian Tetap Berlaku
Meski sistem pembelian tiket berubah, seluruh ketentuan pendakian di Kawah Ijen tetap diberlakukan. Salah satu persyaratan yang masih wajib dipenuhi wisatawan adalah melampirkan surat keterangan sehat sesuai ketentuan yang berlaku. BBKSDA Jawa Timur menegaskan bahwa perubahan hanya berlaku pada mekanisme pemesanan tiket, bukan pada aturan keselamatan maupun persyaratan pendakian.
Perubahan Mekanisme Pemesanan Tiket
Sebelumnya, penjualan tiket pendakian di TWA Kawah Ijen dilakukan melalui laman Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Namun, saat ini laman tersebut sudah tidak lagi melayani penjualan tiket. Pengunjung akan diarahkan ke platform Ayo Ke Taman Nasional sebagai alternatif.
Perubahan ini merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat digitalisasi layanan pariwisata di kawasan konservasi. Dengan sistem baru ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi para pengunjung.



